Keutamaan Shalat Sunah Fajar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Inilah Keutamaan Shalat Sunah Fajar 


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عنْهَا عَنِ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: “رَكْعَتاَ الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنيَا وَمَا فِيْهَا “رَوَاهُ مُسْلِمٌ.


وَفِي رِوَايَةٍ: “لَهُمَا أَحَبُّ إِليََّ مِنَ الدُّنْيا جَمِيْعاً”.


Dari ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha, Bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, “Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” 

(HR. Muslim). 

Dalam riwayat lain disebutkan, “Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih aku sukai daripada dunia semuanya.” 

[HR. Muslim, no. 725]


Pelajaran yang terdapat di dalam Hadist :


1- Di antara shalat- shalat sunnah, ada shalat sunnah yang memiliki keutamaan yang tak ternilai karena penting dan bermanfaatnya…



EMBUN PAGI

Ahad, 19 November 2023

6 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~

🍏

3 Bentuk pengabulan doa seorang muslim


 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إثْمٌ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ؛ إِلاَّ أَعْطَاهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا. قَالُوا: إذًا نُكْثِرُ. قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ


“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan sesuatu, dan doanya tidak mengandung dosa atau untuk memutus hubungan silaturahim; melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal;


Allah menyegerakan doanya terkabul, atau Allah menyimpan balasannya di akhirat, atau Allah menghindarinya dari kebu…

INFORMASI

*TABLIGH AKBAR BELA PALESTINA

AHAD 19 NOVEMBER 2023*


“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (Al Hujurat: 10)

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)” (HR Bukhari dan Muslim)


Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh


Saudaraku seiman…..

Anda pasti mengetahui ribuan saudara kita di Gaza Palestina telah menjadi syuhada, puluhan ribu terluka, dan kota Gaza porak poranda  akibat kedzaliman dan kebrutalan tentara  Zionis Yahudi laknatullah 'alaihim. 


Tidak patut kita bungkam dan berdiam diri atas nestapa yang mereka alami. 


Mar…

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 215


Harits Bin Hisyam Ra


Ketika terjadi Fathul Makkah, Harits bin Hisyam dan Abdullah bin Abu Rabiah datang ke rumah Ummu Hani bin Abi Thalib yang telah memeluk Islam, untuk meminta perlindungan, dan Ummu Hani bersedia. Tak lama berselang datang Ali bin Abi Thalib untuk menjenguk saudaranya itu. Melihat dua orang musyrik ini, ia menodongkan pedangnya tetapi dihalangi oleh Ummu Hani. Setelah melaporkan kepada Nabi SAW, Ummu Hani memberitahukan bahwa keduanya aman dengan jaminan perlindungan darinya, Harits dan Abdullah-pun pulang ke rumahnya masing-masing.


Suatu kali, Harits bin Hisyam dan Abdullah bin Abu Rabiah berada di suatu majelis dengan pakaian yang berbau wangi za'faran. Aneh memang, masih tetap dalam kekafiran dan dal…

https://www.youtube.com/live/id-z_cCpJnc?si=AG1RUsPBY87CXi55


Terus dukung channel ini dengan cara like, komen, share dan subscribe semoga menjadi Amal Jariyah buat kita semua Aamiin.


Salurkan Infaq/Sedekah terbaik anda melalui :

Bank Syariah Indonesia (BSI) :

66 000 999 80 a/n Masjid Ar-Rahman


📞 Konfirmasi Transfer :

wa.me/+6281351440030

(Ust. Husin Musa, S.Ag, M.Pd)


🤳🏻 WA Grup Ar-Rahman TV : https://chat.whatsapp.com/B6G4Gc8I5105Ney5GjSlcj


Instagram : https://instagram.com/masjid_ar_rahman_bjm?igshid=MzMyNGUyNmU2YQ==


Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550606648823&mibextid=ZbWKwL


Youtube : https://youtube.com/@ar-rahmanmuh?si=EXWoNc2tpuvfZIAy


♨ SUMBER INFO : 

Ta'mir Masjid Ar Rahman

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 216



Miqdad Bin Amr Al Aswad Ra


Miqdad bin Amr al Aswad termasuk dalam kelompok sahabat yang mula-mula memeluk Islam, sehingga ia termasuk dalam kelompok as sabiqunal awwalun. Ia bukan termasuk golongan terkemuka sehingga ia mengalami berbagai penyiksaan dan sasaran kemarahan dari kaum Quraisy, karena pilihannya memeluk Islam. Tetapi semua penderitaan itu tidaklah menambah kecuali kemantapan imannya.


Pada masa awal tinggal di Madinah, Nabi SAW membagi sahabat Muhajirin dalam kelompok yang terdiri dari sepuluh orang, yakni untuk mereka yang tidak tinggal dengan orang-orang Anshar, tetapi tinggal di serambi masjid sebagai Ahlu Shuffah. Miqdad berada dalam satu kelompok dengan Nabi SAW, dan ada tiga ekor kambing yang dapat dipera…

EMBUN PAGI

Senin, 20 November 2023

7 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~


🍏

Banyak mengingat Allah merupakan tanda keimanan


Al Imam Ibnul Qayyim -Muhammad bin Abi Bakar, wafat 751 H- rahimahullahu ta’ala mengatakan,


كثرة ذكر الله عز وجل أمانٌ من النفاق ، فإن المُنافقين قليلوا الذكر لله ، قال الله تعالى في المنافقين : ( ولا يذكرون الله إلا قليلا ).


“Memperbanyak mengingat Allah Azza Wa Jalla merupakan tanda dijauhkan dari kemunafikan, karena orang-orang munafik, mereka sangat sedikit mengingat Allah.  Allah ‘Azza wa Jalla berfirman tentang kaum munafikun,


﴿وَلَا یَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِیلࣰا﴾ [النساء ١٤٢]


“Dan mereka tidaklah mengingat Allah melainkan hanya sedikit saja.” (QS. An-Nisaa : 142)


Sumber: al-Waabilus Shayyib (hal. 161)


📲 alilmoe:


▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️…

TAUSIAH SINGKAT TAPI PADAT MAKNANYA

ONE DAY ONE HADITS

Senin, 20 November 2023 / 6

Jumadil ula 1445


Keutamaan Sayyidul Istighfar


عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَيِّدُ الْاِسْتِغْفارِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ : اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ …

Ustadz Rahmat Baequni:

KENAPA SALAFI WAHABI TIDAK MAU BANTU PALESTINA

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 217



Ubaidah Bin Harits Ra


Sebelum perang Badar mulai pecah dan dua pasukan sedang berhadapan, tokoh kafir Quraisy, Utbah bin Rabiah, menantang duel satu persatu. Majulah putranya, Walid bin Utbah dan Ali bin Abi Thalib maju menghadapinya dan Ali berhasil membunuhnya. Kemudian majulah saudaranya Syaibah bin Rabiah dan paman Nabi SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib melayani tantangannya dan dengan mudah membunuhnya pula 


Melihat anak dan saudaranya tewas di hadapannya, Utbah sendiri yang maju menuntut balas. Kali ini ia dihadapi oleh Ubaidah bin Harits. Mereka laksana dua tiang yang kokoh, saling beradu pukulan dan tampaknya kekuatan mereka seimbang. Ubaidah berhasil memukul pundak Utbah hingga patah, tetapi Utbah berhasil memotong …

ONE DAY ONE HADITS

Selasa, 21 November 2023 / 7

Jumadil ula 1445


Pentingnya Mengenal Keburukan 


عَنْ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَان رضي اللَّه عنهِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِ…

EMBUN PAGI

Selasa, 21 November 2023

8 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~


🍏

Diam Juga Perlu Belajar.. 


Abu Adz-Dzayyal rahimahullah berkata,


ألا في الصمت خصلتان: تدفع به جهل من هو أجهل منك وتعلم به من علم من هو أعلم منك


"Ketahuilah dalam diam ada dua faedah,


1. Dengannya engkau menolak kejahilan orang yang lebih jahil darimu. 


2. Dengannya engkau akan meraih ilmu dari orang yang lebih berilmu darimu."

Az-Zuhd, Ibn Abi Ashim (hlm. 51)


🍎

Para salaf mengingatkan tahapan utama di dalam menuntut ilmu itu banyak diam dan menyimak. 


Bukan banyak bicara apalagi memotong pembicaraan atau banyak berkomentar.


Siapa yang tak pandai mengendalikan nafsu lidahnya untuk berbicara maka dia akan terhalang dari banyak faedah ilmu yang dituturkan seorang alim kepadanya.


/ma…

Terimakasih pa Ali , bs gbng lg 😃🙏🙏🙏

MasyaAllah Lautan manusia menunggu untuk diIslamkan di Marseille Perancis. Beberapa minggu lalu hampir seluruh penduduk Irlandia utara masuk agama suci islam......smoga² di Amerika segera menyusul juga nnti insyaAllah 🤲

💫💚 TELAH SAH KITA SEKARANG BERADA DI ZAMAN KE-4 SEPERTI YG DI NYATAKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW :


Tidak terasa kita hidup dipenghujung Zaman. 

Rasul SAW Berkata : 

“ZAMAN ITU DI BAGI 5”.


1. Zaman Nubuwwah_

(zaman kenabian diawali dr zaman Nabi Adam AS sampai Baginda Nabi Muhammad SAW)


2. Zaman Khilafah 1_

(dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra).


3. Zaman Al-mulk Kerajaan_ (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani di Turki,  kalau di Indonesia : Majapahit, Sriwijaya, Galuh, dsb nya).


4. Zaman Jababiro_

(Zaman kebebasan maksiat dimana-mana dan inilah zaman kita hidup sekarang). 

Fitnah² bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin (era fitnah terbesar akan terjadi saat Dajjal muncul), Org² yg tdk layak/zalim menjadi penguasa (pemimpin), …

ini baru tausyiah yg keren & mantab..👍                                                   dihadirin oleh ganjar, mahfud dan puan & para santri2..

Capres blusukan ke pesantren 😄 handak minta pilih 😇

Masya Allah....Dengan karunia Allah, kini pandangan orang2 barat terhadap Islam mulai berubah ke arah yg positif🙏🙏

Allah akan selalu bersamamu🙏🏻

https://sck.io/p/oWLdjhML

He he he

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 218#1



Zaid Bin Su'nah Al Israili Ra


Zaid bin Su'nah al Israili adalah seorang pendeta Yahudi. Ia telah menyaksikan tanda-tanda kenabian yang diramalkan dalam kitab Taurat ada pada diri Nabi SAW, kecuali dua hal, yaitu kesabaran beliau dalam mengatasi suatu perbuatan bodoh, dan suatu perbuatan bodoh yang menimpa beliau, tidaklah membuat beliau bertambah kecuali kesabarannya. Ia menunggu kesempatan agar bisa menyaksikan sifat-sifat tersebut sehingga lengkaplah tanda-tanda itu sebagaimana dimuat dalam Taurat.


Suatu saat ia melihat Nabi SAW keluar dari rumah istrinya diikuti oleh Ali bin Abi Thalib. Seorang badui mendatangi beliau, masih tetap di atas tunggangannya, sang badui ini berkata, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai beberap…

ONE DAY ONE HADITS

Rabu, 22 November 2023 / 8

Jumadil ula 1445


Sifat  Takut dan Harap 


عن انس بن مالك رضي الله عنه قال :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى شَابٍّ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ فَقَالَ كَيْفَ تَجِدُكَ قَالَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنِّي أَرْجُو اللَّهَ وَإِنِّي أَخَافُ ذُنُوبِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ


Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata :

Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam datang kepada seorang pemuda yang hendak meninggal, maka beliau berkata: “Bagaimana keadaanmu?” Pemuda itu menjawab: “Demi Allah ya Rasulullah, sungguh saya sangat berharap kep…

EMBUN PAGI

Kamis, 23 November 2023

10 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~


🍏

Ujian keimanan seorang hamba, beratnya mengerjakan kebaikan dan mudahnya mengerjakan dosa


Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu Ta’ala berkata :


وقـد سـئل بعـض السّـلف عـن سـبب ثقـل الحسـنة وخـفّة السّـيّئة


Telah ditanyakan kepada Ulama Salaf, mengapa ketika melakukan kebaikan itu terasa berat sedangkan ketika melakukan dosa terasa ringan?


🍎

Mereka mengatakan,


لأنّ الحسـنة حضـرت مـرارتها وغـابت حـلاوتها فـثقلت فـلا يحمـلنّك ثقـلها عـلى تركـها


“Karena kebaikan itu pahitnya dirasakan di awal sedangkan rasa manisnya (balasannya) belum terlihat, sehingga terasa berat untuk dikerjakan. Maka janganlah rasa berat itu mendorongmu untuk meninggalkannya.


والسّـيّئة حضـرت حـلاوتها وغـابت مـرارته…

ONE DAY ONE HADITS

Kamis, 23 November 2023 / 9

Jumadil ula 1445


Allah Yang Maha Pengampun


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

« إِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا – وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا – فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ – وَرُبَّمَا قَالَ أَصَبْتُ – فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِى . ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ، ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا أَوْ أَذْنَبَ ذَنْبًا ، فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ – أَوْ أَصَبْتُ – آخَرَ فَاغْفِرْهُ . فَقَالَ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِى ، ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَذْنَبَ ذَنْبًا – وَرُبَّمَا قَالَ أَصَابَ ذَنْبًا – قَالَ قَالَ رَبِّ أَصَبْتُ – أَوْ …

Zionist teroris  melakukan pembantaian terhadap pengungsi anak anak dan perempuan , di sekolah Al Fakhoura Gaza utara 😔 sebarkan jgn berhenti di kita..biar dunia tahu biadabnya zionis teroris laknatullah

‎‎‎‎‎‎‎‎RENUNGAN TAHAJUD : Jum'at, 10 Jumadil Awal 1445H / 24 Nopember 2023M


        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎

‎اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْه

النُّشُوْرِ


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


    ۗ  اِنَّ  الصَّلٰوةَ  تَنْهٰى  عَنِ  الْفَحْشَآءِ  وَا لْمُنْكَرِ  ۗ وَلَذِكْرُ  اللّٰهِ  اَكْبَرُ    ۗ وَا للّٰهُ  يَعْلَمُ  مَا  تَصْنَعُوْنَ


"..Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45).


Sahabat2 Tahajud;


Sebuah amalan ringan, namun sarat pahala, yang tidak selayaknya disepelekan seorang…

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 218#2



Zaid Bin Su'nah Al Israili Ra


Rasulullah memandang Zaid dengan tenang dan sabar, lalu berkata,"Hai Umar, kami lebih membutuhkan selain kemarahanmu itu. Sebaiknya kamu menyarankan kepadaku untuk menunaikan/membayar utangnya dengan baik, dan kamu menyarankan kepadanya untuk menagih dengan cara yang baik. Pergilah bersamanya Umar, lalu berikan haknya dan lebihkan pembayaran utangnya dengan duapuluh sha' kurma sebagai ganti tindakanmu yang membuatnya takut.”


Umar pergi ke tempat seperti diperintahkan Nabi SAW, dan Zaid pergi mengikuti Umar. Setelah utang dibayar dengan jumlah kurma yang dijanjikan, Umar menambahkannya duapuluh sha' lagi. Zaid bertanya, "Apakah maksud tambahan ini, hai Umar?"


"Rasulullah memerintahkan aku m…

ONE DAY ONE HADITS

Jum'at, 24 November 2023 / 10

Jumadil ula 1445


Dua Nikmat Sehat dan Sempat Seringkali Manusia Tertipu


عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ


Dari Abdullah bin 'Abas Semoga Allah meridhoi keduanya dari Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda, 

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412)


Pelajaran yang terdapat didalam hadist :


1- Ibnu Baththol mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu sempat dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu d…

Khusus Untuk Ibu Guru... Curhatan suami....

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 219



Ulbah Bin Zaid Bin Haritsah Ra


Ketika Nabi SAW menyeru kepada para sahabat untuk bersiap-siap berangkat ke Tabuk sekaligus memobilisasi sedekah/dana, Ulbah bin Zaid merasa amat bersedih karena ia tidak memiliki apapun, baik harta ataupun kekuatan untuk memenuhi panggilan Nabi SAW. 


Pada suatu malam, iapun keluar menuju tempat yang sepi. Ia shalat sunnah sebanyak yang ia mampu. Usai shalat, sambil menangis ia berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memerintahkan jihad dan Engkau memberikan dorongan untuk itu, tetapi Engkau tidak memberikan bekal dan memberikan kekuatanpadaku. Tidak juga Engkau berikan kendaraan pada RasulMu yang dapat aku tunggangi… Ya Allah, sesungguhnya aku sedekahkan kepada semua kaum muslimin, seg…

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 220



Mu'adz Bin Amr Bin Jamuh Ra Dan Mu'awidz Bin Afra Ra


Ketika perang Badar sedang berkecamuk dengan sengitnya, dua orang pemuda Anshar menghampiri Abdurrahman bin Auf RA yang berada di ujung tombak pasukan, salah satunya bertanya, "Wahai paman, tunjukkan padaku mana yang namanya Abu Jahal?"


Ketika Abdurrahman bin Auf menanyakan keperluannya dengan Abu Jahal, pemuda tersebut, yang adalah Mu'adz bin Amr bin Jamuh RA, dengan semangat menjawab, "Kudengar ia suka mencaci maki Rasulullah SAW, demi Allah yang diriku di tanganNya, jika aku sudah melihatnya, takkan kubiarkan ia lolos hingga siapakah di antara kami berdua yang terlebih dahulu mati...!!"


Ibnu Auf melihat kepada pemuda satunya, pemuda ini, yang tak lain adalah Mu'awid…

ONE DAY ONE HADITS

Sabtu, 25 November 2023 / 11

Jumadil ula 1445


Nasehat Kepada Setiap Muslim 


عن جرير بن عبد الله رضي الله عنه قَالَ: بَايَعْتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم عَلَى إقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، والنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. 


Dari Jarir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah berbaiat (berjanji setia) pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya menegakkan shalat, menunaikan zakat dan memberi nasehat kepada setiap muslim.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 57 dan Muslim no. 56).


Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:


1- Ini menunjukkan bahwa saling menasehati itu didasarkan karena kita muslim adalah bersaudara sehingga kita ingin agar saudara kita pun menjadi baik. 

2- Dan juga menunj…

https://youtu.be/NW2kj4mEaJM?si=EqWgUhQYvYBQet10

EMBUN PAGI

Sabtu, 25 November 2023

12 Jumadil Awwal 1445

~~~~~~~


🍏

Syeikh Ibnu Baz rahimahullah berkata:


"Barangsiapa mengisi waktunya dengan zikir, membaca Al-Quran, berteman dengan orang shalih, menjauhi orang yg lalai, niscaya hatinya akan tenang dan lembut." [Majmu' Fatawa, 5/244]


Di antara sumber ketenangan hati dan ketentraman jiwa yang hakiki adalah dengan berzikir kepada kepada Allah Ta’ala dan membaca Al-Quran.


🍎

Allah Ta’ala berfirman:


الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ


“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar-Ra’du: 28]


Artinya dengan kita berziki…

Pawai hari guru di Pelaihari

Mohon bisa dikirimkan ke WA Group yang lain, keikhlasan utk mengirimkan semoga menjadi ibadah juga.!. Aamiin YRA.!.

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 221



Seorang Lelaki Ahli Surga


Ketika sedang bersama beberapa sahabat, tiba-tiba Nabi SAW berkata, "Sebentar lagi akan lewat di depan kalian, seorang lelaki Ahli Surga"


Tak lama kemudian lewat seorang lelaki Anshar yang jenggotnya masih basah oleh air wudlu sambil menenteng sandalnya. Esok harinya Rasullullah SAW mengatakan hal yang sama dan kemudian lewatlah lelaki tersebut. Begitupun pada hari ketiganya, kejadian yang sama berulang, Nabi menyabdakan, dan lelaki itu yang lewat.


Setelah Nabi SAW beranjak pergi, Abdullah bin Umar RA mengikuti lelaki tsb. dan bersiasat untuk bisa mengetahui amalannya sehingga Nabi SAW menyebutnya Ahli Surga hingga tiga hari berturut-turut. Abdullah bin Umar  bertamu pada lelaki tsb dan berkata,…

ONE DAY ONE HADITS

Ahad, 26 November 2023 / 12

Jumadil ula 1445


Keutamaan Bacaan Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah


عَنْ أَبِي مُوْسَى – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( أَلاَ أدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الجَنَّةِ ؟ )) فَقُلْتُ : بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : (( لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan kepadaku, “Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu dari simpanan surga?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah).”

(Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari d…

KOMPLOTAN KRISTEN RADIKAL/ANTEK ZIONIS ISRAEL GANGGU DAN SERANG AKSI DAMAI BELA PALESTINA DI MANADO SULUT Sabtu (25/11/2023)


Dessy Lentang


Aksi tadi berlangsung damai dan aman. Diakhiri dengan Sholat Ashar berjamaah, Sholat Ghaib, dan Do'a bersama untuk Palestina. Namun orang-orang buta sejarah yang membuat kekacauan. 


Semua mata melihat, siapa yang Radikal, siapa yang intoleran, siapa yang biadab, siapa yang teroris! Ini yang katanya tanah adat Minahasa, Sitou timou tumpu tou "manusia hidup untuk memanusiakan manusia yang lain". Memang nda ada bedanya dengan zionis. Kami siap Proses!


Tadi kami berada di dalam Ambulance BSM ini, di dalamnya ada bendera Palestina dan bendera Tauhid.


Karena suasana makin kacau, kami di pindahkan di Tronton Kontainer. Ambu…

Kelompok zeonis kresten pendukung israel mengeroyuk pemuda muslim yg sedang melaksanakan aksi damai mendo'akan umat palestina

Mereka membakar dan merobek bendera palestina

Viralkan makhluk ini, biar kita lihat bagaimana kalau sudah tertangkap.

EMBUN PAGI

Senin, 27 November 2023

14 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~~


🍏

Sami'na wa ato'na


Allah Ta'ala berfirman:


إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ


“Hanya ucapan orang-orang beriman, yaitu ketika mereka diajak menaati Allah dan Rasul-Nya agar Rasul-Nya tersebut memutuskan hukum diantara kalian, maka mereka berkata: sami’na wa atho’na (Kami telah mendengar hukum tersebut dan kami akan taati). Merekalah orang-orang yang beruntung”

(QS. An Nuur: 51)


Dalam menyikapi seruan untuk menerapkan ajaran agama, ada 3 jenis orang:


🍎

1⃣ Ada orang yang "sami'na" saja. 

Ada pengajian dia tidak mau dengar, ada nasehat ia tutup mata dan tel…

ONE DAY ONE HADITS

Senin, 27 November 2023 / 13

Jumadil ula 1445


Takutlah Dengan Doa Orang yang Didholimi


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَشَكِّ فِيْهِنَّ : دَعْوَةُاْلوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


Dari Abu Ghurairota rodhiallohu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallama bersabda:

“Ada tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala -yang tidak diragukan tentang do’a ini-, yang pertama yaitu do’a kedua orang tua terhadap anaknya yang kedua do’a orang yang musafir -yang sedang dalam perjalanan-, yang ketiga do’a orang yang dizhalimi” [Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabaul Mufrad, Abu Dawud, dan Tirmidzi] 


Pe…

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 222



Amr Bin Jamuh Ra


Amr bin Jamuh RA adalah pemuka dari Bani Salimah, kisah keislamannya termasuk unik. Semua itu berasal dari keisengan dua pemuda Bani Salimah yang telah memeluk Islam, yang salah satunya adalah anaknya sendiri, yaitu Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muadz bin Jabal, keduanya memeluk Islam dan berba'iat kepada Nabi SAW di Aqabah.


Suatu malam, dua orang pemuda ini masuk ke rumah Amr dan mengambil berhala sembahannya. Berhala yang biasa dipanggil "manat" itu dilemparkan ke lubang pembuangan kotoran dalam keadaan menungging, kepala menghunjam ke kotoran. Keesokan harinya, Amr marah-marah karena kehilangan tuhannya, iapun mencarinya dan menemukannya di lubang kotoran. Setelah mengambil dan membersihkannya,


Amr meletakkan kembali di tempatnya semula dan berkata kepada berhala itu, "Demi tuhan, jika aku tahu siapa yang melakukan kekejian ini kepadamu, aku pasti akan membalasnya."


Pada malam harinya, kedua pemuda ini mengulang perbuatannya, dan membuangnya pada tempat yang sama. Pada pagi harinya, Amr terbangun dalam keadaan marah-marah karena sekali lagi kehilangan tuhannya. Ia mencarinya dan menemukannya di tempat yang sama. Ia membersihkan dan menempatkannya kembali seperti semula. Kejadian ini berulang sampai beberapa kali. Karena jengkel hal ini berulang tanpa tahu siapa yang melakukannya, ia meletakkan pedang di pundak berhala tersebut dan berkata, "Sesungguhnya aku tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas perbuatan ini. Jika engkau memang mempunyai kekuatan, pertahankanlah dirimu sendiri dengan pedang ini."


Kedua pemuda inipun kembali mengambil berhala tersebut. Melihat ada pedang tergantung, keisengannya-pun bertambah, mereka menggantungkan pula bangkai anjing pada berhala itu, dan kali ini membuangnya pada lubang kotoran dari Bani Salimah yang digunakan oleh orang banyak. Sama seperti sebelumnya, berhala itu dalam keadaan menungging.


Pagi harinya ketika Amr terbangun dan tidak menemukan berhalanya, ia mencari ke tempat biasa, tetapi ia tidak menemukannya di sana. Ketika ia melihat kerumunan orang di lubang kotoran yang lainnya, ia menghampirinya, dan ia mendapati "tuhannya" terhunjam ke kotoran dengan pedang dan bangkai anjing di pundaknya. Amrpun sadar, berhala yang selama ini disembahnya tidak mempunyai kekuatan apa-apa, bahkan untuk mempertahankan dirinya sendiri walaupun senjata tersedia.


Beberapa orang Bani Salimah yang telah memeluk Islam menghampirinya dan menceritakan tentang agama Islam kepadanya, dan akhirnya ia memeluk Islam.


Amr bin Jamuh RA adalah seorang sahabat yang kakinya pincang. Anak-anaknya selalu menyertai Nabi SAW dalam perjuangan membela Islam. Dalam perang Uhud, ia ingin ikut serta seperti anaknya, tetapi kaum kerabatnya melarang, keadaan kakinya dijadikan alasan agar ia tinggal saja di Madinah. Ia hanya bisa berkata, "Sungguh menyedihkan, anak-anakku masuk surga sedangkan aku ketinggalan di belakang."


Istrinya, Ummu Walad, sangat gencar mendorong suaminya untuk mengikuti perang Uhud. Karena itu ketika ia kembali ke rumah, istrinya jadi uring-uringan, ia berkata, "Wahai suamiku, aku tidak percaya mereka melarangmu mengikuti pertempuran itu. Tampaknya engkau takut menyertai mereka dalam pertempuran."


Mendengar penuturan istrinya itu, ia berangkat lagi untuk menemui Nabi SAW. Setelah keluar pintu rumahnya ia menghadapkan wajah ke kiblat dan berdoa, "Ya Allah, janganlah engkau kembalikan aku kepada keluargaku..!"


Ia mengucapkannya dua kali, dan Ummu Walad-pun mendengarnya. Ia melangkahkan kaki menuju masjid, dan setelah bertemu Nabi SAW, ia berkata, "Wahai Rasulullah, aku sangat menginginkan gugur syahid di medan pertempuran, tetapi kaum kerabatku selalu melarangnya. Aku tidak bisa lagi menahan keinginanku, ya Nabi SAW, ijinkanlah aku mengikuti pertempuran ini. Aku berharap dapat berjalan-jalan di surga dengan kakiku yang pincang ini."


Bersambung..

Aamiin ya rabbal 'alamiin

Nah Alhamdulillah dpt org yg menyambati dan mnyuruh membunuhi palestina di video semalam.

Orangnya pina sombong coba lihat gayanya dasar angkoh

Iih pa ali ae.

Asa kyapa kah melihat ong kya ini.

Ya,Jaka ditempat kita tinggal nama saja lagi.

Asli pa syamsul ae.

Iya jar ulun td rasa kya apa kah hati melihat muhax.

Mudahan ae di ramuk buhannya di dalam sel.

Mdhn sidin dpt hidayah dan tobat d jln ALLAH  aamiin 3x

Harus mempertanggung jawaban hal ini di meja hijau / kantor pengadilan  ,

PENGERTIAN DAN MAKNA /HAKIKAT KALIMAT 'THAYYIBAH'

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

      

Pengertian dan Makna Hakikat Kalimat thayyibah

Untuk mengetahui dan mendapatkan deskripsi yang jelas dan utuh tentang mengenai kalimat thayyibah, mari kita awali dengan definisi kalimat thayyibah secara bahasa (etimologi). Kalimah secara etimologis berarti kata, sedangkan thayyibah berarti baik,   thayyibah Kalimah berarti kata yang baik.

     Pengertian dan definisi ini juga dapat kita temukan dalam firman Allah SWT, "Tidakah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuaty perumpamaan kalimat yang baik' seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) kelangit." (Q.S. Ibrahim 14 : 24). 

     Berdasarkan uraian di atas; jika di cermati secara istilah (terminologis), kalimat thayyiah dapat diartikan sebagai kalimat yang baik serta memiliki nilai dan kedudukan tinggi dalam ajaran Islam.Kalimat ini juga membawa kebaikan bagi siapa saja yang menzikirkannya.Ketentraman bagi siapapun yang selalu melafalkannya, baik lahir maupun batin, hal ini tentu saja disertai dengaan kekhusyukan  dan keihklasan semata-mata karena Allah Swt. Sebab tanpa kekhusyukan dan keikhlasan, niscaya segala bentuk amaliah hanya akan menyisakan debu yang suatu saat akan sirna diterpa angin. Sia-sia , tidak akan berharga sedikitpun.

     Kalimat thayyibah merupakan sederet ucapan pilihan yang banyak disabdakan oleh Rasulullah Saw dalam hadistsnya. Dan bagi kita yang terpenting dalam memahami kalimat thayyibah adalah pada letak fungsinya. Adapun fungsi dari kalimat ini tentunya untuk mengingat Allah (dzijrullah logikanya, orang banyak mengingat Allah senantiasa dimudahkan segala urusannya sehingga orang yang sselalu berdzikir selalu diberi ketentraman hati dan ketenangan jiwa. Hal ini sudah menjadi janji Allah Swt, "Ingatlah, hanya dengan mengingat (berzikir) Allah-lah hati menjadi tentram," (Q.S Ar-Ra' d  13 : 28). 

       Akan tetapi pemenuhan atau keterkabulan doa seorang hamba tidak serentak berlaku ketika menjalani hidup di dunia saja, bisa saja di akhirat nanti seseorang baru merasakan nikmat apa-apa yang pernah dipintanya dahulu kala ketika masih di dunia dulu.

       Bagaimanapun inti dari kebahagiaan hidup di dunia adalah ketentraman hati. Betapa banyak orang yang sukses secara finansial, tetapi merasa hidupnya gersang, merasa kekurangan, hidup serasa tanpa tujuan, dan segudang masalah hidup lainnya yang membekukan hati. Orang-orang ini merasakan kehidupan roahaniahnya kering kerontang. Sebaliknya, banyak orang yang sebenarnya mengalami masalah kekurangan finansial, namun hidupnya justru lebih tenang, tentram, dan bahagia.

INILAH 25 ISTILAH DAN E-CODE BABI DALAM KOMPOSISI MAKANAN

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

PAI-Pendidikan Agama Islam---Umat Islam khususnya Muslim yang taat pada ajaran dan syariat Islam memiliki pantangan makan daging babi. Oleh Karena itu Supaya tak salah membeli atau makan makanan yang bisa mengandung babi, sebaiknya mengenali istilah dan karakterisitik babi dalam komposisi makanan.

Binatang Babi termasuk dalam family Suidae. Dalam percakapan sehari-hari Babi diberi nama "hog" yang sering digunakan  untuk merujuk babi domestik (Sus domestica), namun secara teknis mencakup sejumlah spesies yang berbeda, termasuk babi hutan. Swine adalah kata benda kolektif yang umum digunakan untuk menggambarkan babi sebagai grup.

Istilah dan E-CODE Babi dalam komposisi makanan dan makanan kemasang mengandung babi
Binatang Babi. Foto: Pixabay.com

Diyakini babi berasal dari spesies Sus scrofa, walaupun sebagian ada yang menyebutnya S. domesticus, dan yang lainnya S. scrofa untuk babi hutan. Domestikasi babi kira-kira 5.000 sampai 7.000 tahun lalu. Mantelnya kasar dan tegang. Babi dilahirkan berwarna kecoklatan dan cenderung menjadi abu-abu dengan bertambahnya umurnya. Taring bagian atas membentuk sharp distinctive tusk khusus yang tajam yang melengkung keluar dan ke atas. Dibandingkan dengan artiodactylelain, kepala babi relatif panjang, tirus, dan bebas kutil. Panjang kepala dan badannya dalam rentang 900-1.800 mm dan beratnya 50-350 kg. (Widowati, 2013)

Seperti layaknya sapi, hampir semua bagian babi dapat digunakan untuk bahan masakan. Mulai dari daging, tulang, jeroan hingga kaldu. Umumnya, babi pada makanan dikenal dengan istilah pork atau ham.

Namun, sebenarnya ada sekitar 25 istilah babi pada bagian yang sering digunakan sebagai komposisi makanan. 25 istilah babi tersebut harus diketahui Muslim agar tidak salah beli.

Apalagi ketika berada di luar negeri yang mana hampir semua restoran menawarkan menu babi. Terkadang ada beberapa istilah yang jarang diketahui artinya karena menggunakan bahasa asing.

Istilah dan E-CODE Babi dalam komposisi makanan dan makanan kemasan mengandung babi
Masakan babi guling. Foto: Pixabay.com


Mulai dari bahasa Inggris, Jepang, China hingga Korea. Melansir dari laman Halal MU (01/09/21) berikut 25 istilah babi yang biasa dipakai pada komposisi makanan :

1. Pig: seekor babi muda, berat kurang dari 50 kilogram.

2. Pork: daging babi dalam masakan.

3. Swine: istilah untuk keseluruhan kumpulan spesies babi.

4. Hog: babi dewasa, berat melebihi 50 kilogram.

5. Boar: babi liar/celeng/babi hutan

6 Lard: lemak babi untuk membuat minyak masak dan sabun.

7. Bacon: daging hewan yang di-slice, terutama babi.

8. Ham: daging pada bagian paha babi.

9. Sow: babi betina dewasa.

10. Sow milk: susu babi

11. Porcine: sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi, banyak ditemukan di obat-obatan.

12. Bak: daging babi dalam Bahasa Tiongkok.

13. Char Siu: daging babi panggang (barbeque).

14. Cu Nyuk: daging babi dalam Bahasa Khek/Hakka.

15. Zhu Rou: daging babi dalam Bahasa Mandarin.

16. Dwaeji: daging babi dalam Bahasa Korea.

17. Tonkatsu: irisan daging babi dalam kuliner Jepang.

18. Tonkotsu: ramen yang dilengkapi dengan daging babi.

19. Yakibuta: babi panggang dalam Bahasa Jepang.

20. Nuraniku: daging babi dalam Bahasa Jepang.

21. Nibuta: hidangan dari Pundak babi di Jepang.

22. B2: sebutan makanan yang berbahan babi di Indonesia.

23. Khinzir: babi dalam Bahasa Arab dan Melayu.

24. Kakuni: makanan dari perut babi rebus dalam kuliner Jepang.

25. Baikwan: iga babi

Masakan daging Babi Ham Foto: iStock


Kode Kandungan Babi Pada Makanan Kemasan E-CODES)

Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara Eropa dan sekitarnya. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit. Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hwan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari

lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil. Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan. Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam.

Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar. Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E? CODES, E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain : pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan & obat2an lainnya.

Karena itu, alangkah baiknya jika umat muslim agar cermat dalam membeli makanan dengan melihat E-CODES dari kandungan makanan tersebut,etika membeli agar lebih teliti untuk memeriksa secara seksama bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi :

E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,

E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432,

E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475,

E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495,

E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Demikianlah Istilah-istilah dan E-CODES Babi dalam kandungan komposisi dan bahan makanan yang beredar dilingkungan sekitar kita, semoga bermanfaat. Terimakasih.

ARTI DAN MAKNA KATA SHOLIHIN DALAM AL-QUR'AN

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


ARTI DAN MAKNA KATA SHALIHIN DALAM AL-QUR'AN

Memahami arti dan Makna Kata-kata Sholihin atau Shalihin dalam Al-Quran


A. Pengertian Sholihin


Kata الصَّالِحِينَ adalah bentuk jamak dari kata Assha_lih, yaitu siapa / sesuatu yang memenuhi nilai-nilai, tanpa kekurangan, sungguhnya wujudnya melahirkan manfaat dan kebaikan sempurna sebagaimana dikehendaki Allah swt. Seorang yang saleh adalah siapa yang potensi positifnya menjadikan ia mampu melaksanakan tugas kekhalifahan dengan benar, sehingga melahirkan manfaat dan kebajikan buat diri dan lingkungan. Kebenaran itu lahir dari keyakinan yang benar – sebagaimana yang dijelaskan oleh para rasul tentang Allah, alam, dan lingkungannya. Karena itu, seorang yang shaleh, pastilah melahirkan amal-amal positif yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT.

Kesalehan bertingkat-tingkat, puncaknya bagi manusia adalah anugerah kenabian dan kerasulan. Permohonan nabi Ibrahim AS. Ini antara lain agar Allah memasukkan beliau dalam kelompok nabi dan rasul sebelum beliau yaitu nabi Nuh, Hud, dan Shaleh AS.

                    

Artinya : Dan kami anugrahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Ya'qub, dan kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan kami berikan kepadanya balasannya di dunia*; dan Sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.


Di dalam tafsir Al-Misbah jilid 6 di jelaskan , bahwa As-sholihin maknanya berdasarkan firman allah SWT dalam surat Hud ayat 117 :


ومَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Artinya : Dan tuhanmu tidak akan membinasakan negeri – negeri secara zalim, selama penduduk nya orang - orang yang berbuat kebaikan . (surat Hut 117)


Dan juga di dalam tafsir As-Sa`di di jelaskan ,yaitu dalam surat Ali-Imran ayat 39 :


فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَى مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ

وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ


Artinya: kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan shalat di mihrab .’’allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) yahya.yang membenarkan sebuah kalimat[firman] dari allah,panutan ,berkemampuan menahan diri [dari hawa nafsu] dan seorang nabi di antara orang-orang saleh. (QS.Ali –imran :39 )



Dan juga firman Allah SWT yang berkenaan dengan orang sholeh dalam surat A-baqoroh ayat 130 :


                     

Artinya : Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh kami Telah memilihnya* di dunia dan Sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.


* di antaranya menjadi; Imam, rasul, banyak keturunannya yang menjadi nabi, diberi gelar khalifatullah.


Abu Ja`faar mengatakan: Allah swt berfirman dalam surat Al-baqoroh ayat 130

    

Artinya ‘Dan sesungguhnya Ibrahim termasuk orang-orang yang shaleh kelak di akhirat !

Orang shaleh dari anak cucu Adam adalah orang yang menjalankan hak-hak Allah. Allah juga telah memberitahukan tentang Ibrahim, kekasihnya, bahwa di dunia ia menjadi orang pilihan dan di akhirat menjadi pemimpin, termasuk dari wali Allah yang mematuhi segala janji-Nya.


               

Artinya : Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik.


Menjadi orang baik-baik yaitu, mereka setelah membunuh Yusuf a.s. bertaubat kepada Allah serta mengerjakan amal-amal saleh. Sesudah melakukannya, bertaubatlah, “Dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang shaleh”, yakni taat melakukan kebaikan.

            •                 

Artinya : Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin*, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.

* ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tercantum dalam surat al-baqoroh ayat 130.

Maksudya, setiap orang yang menaati Allah dan Rasulnya sesuai dengan kondisinya dan kadar kewajiban atasnya baik laki-laki atau perempuan, anak kecil atau orang dewasa,” mereka itu akan bersama-sama engan orang –orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah” yaitu kenikmatan agung yang menuntut kesempurnaan, kemenangan dan kebahagiaan, “yaitu :Nabi-nabi” orang-orang yang dimuliakan oleh Allah dengan wahyunya dan mengkhususkan mereka dalam kemuliaan itu dengan cara mengutus mereka kepada mahluknya dan menyeru mereka kapada Allah, “para shiddiqin” mereka itu adalah orang-orang yang kepercayaan mereka sempurna terhadap apa yang dibawa oleh para Rasul, mereka mengetahui kebenaran dan mempercayainya dengan keyakinan diri mereka serta merealisasikannya dengan perkataan, perbuatan, keadaan dan bedakwah kepada Allah, “ dan orang-orang yang mati shahid” yaitu orang-orang yang berperang di jalan Allah demi meninggikan agama Allah lalu mereka terbunuh,” dan orang-orang shaleh” yaitu oaring-orang yang baik lahir dan batin mereka, lalu baik pula perbuatan mereka, maka setiap orang yang mentaati Allah swt niscaya akan bersama orang-orang tersebut dan menjadi teman mereka,” dan mereka itulah teman yang sebaik-bainya” yakni dengan berkumpul bersama mereka dalam surga yang penuh dengan kenikmatan, kesenangan dekat dengan mereka pada sisi Rabb semesta alam.


70. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup Mengetahuinya.


 وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh kami Telah memilihnya*di dunia dan Sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.


*di antaranya menjadi; Imam, rasul, banyak keturunannya yang menjadi nabi, diberi gelar khalifatullah.

Tidak ada yang benci, “kepada agama Ibrahim” setelah Dia mengetahui keutamaannya, “melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri” maksudnya membodohi dan menghinakannya, ridha dengan kehinaannya dan menjualnya dengan transaksi yang merugikan, sebagaimana tidak lebih lurus dan lebih sempurna dari orang yang menyukai agama Ibrahim, kemudian Allah mengabarkan tentang kondisinya di dunia maupun di akhirat seraya berfirman, “dan sungguh kami telah memilihnya di dunia” maksudnya kami

mengutamakannya dan membimbingnya kepada amalan-amalan yang membuatnya termasuk orang-orang yang terpilih dan istimewa, “dan sesungguhnya di akhirat Dia benar-benar termasuk orang-orang yang shaleh” orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi.


B. Orang-Orang Shaleh Dalam Al-Qur’an


Allah SWT sangat banyak sekali menyebutkan tentang orang-orang yang sholeh dalam Al-Qur`anul karim . diantaranya dalam surat Al-mukminun ayat 1-9 :


                   •               •                       


1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,

3. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

4. Dan orang-orang yang menunaikan zakat,

5. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

6. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki*; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal Ini tiada terceIa.


*Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan Biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan Ini bukanlah suatu yang diwajibkan. imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.


7. Barangsiapa mencari yang di balik itu* Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.


*Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.


8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

9. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.





            •        

Artinya : Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin*, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.

*ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.

                 

Artinya : Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?".


[*menjadi orang baik-baik yaitu, mereka setelah membunuh Yusuf a.s. bertaubat kepada Allah serta mengerjakan amal-amal saleh.

                        

Artinya : Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau Telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan Telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah Aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah Aku dengan orang-orang yang saleh.

.

*yaitu dengan memberikan anak cucu yang baik, kenabian yang terus menerus pada keturunannya, dan puji-pujian yang baik.

      

Artinya : Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.


     

Artinya : Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.


   •           •        

Artinya : Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang Telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, Mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan Aku dapat bersedekah dan Aku termasuk orang-orang yang saleh?"


      

 Lalu tuhannya memilih dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.


C. Bentuk-bentuk Sighat Kata As-shalihin Dalam Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an kata Ash-Shalihin mempunyai banyak bentuk shigat, diantaranya kata shalih dipakai dalam bentuk sighat fi’il madhi mufrod terulang sebanyak 9 kali, dan dalam bntuk jamak terulang sebanyak 6 kali. Kemudian dalam bentuk sighat fi’il mudhari’ mufrad terulang sebanyak 4 kali, dan dalam bentuk jamak terulang 4 kali. Kemudian sighat fi’il amar terulang sebanyak 5 kali. Al-Qur’an juga memakai kata shalih dalam bentuk masdar terulang sebanyak 4 kali, kemudian kata shalih terkadang dalam bentuk isim fa’il mufrod terulang sebanyak 31 kali dalam surat yang berbeda, dan juga dalam bentuk masdar dari fi’il ashlaha terulang sebanyak 4 kali, kemudian dalam bentuk isim fa’il dari Ashlaha mufrad terulang sebanyak 3kali, dan dalam bentuk jamak terulang sebanyak 5 kali.


Berikut adalah tabel nama surat dan jumlah ayat yang mengandung kata Ashalih :


1. Sighat fi’il madhi mufrad


No. Nama Surat Ayat Jumlah kata

1 Al-Ra’du 22 1

2 Al-baqarah 182 1

3 Al-Maidah 39 1

4 Al-An’am 45/48 2

5 Al-A’raf 35 1

6 Al-Syura 40 1

7 Muhammad 2 1

8 Al-Nisa’ 16 1

jumlah 9


2. Fi’il madhi Jama’


No Surat Ayat jumlah

1 Al-baqarah 146 1

2 An-Nisa 146 1

3 Al-Imran 89 1

4 An-Nhal 119 1

5 An-Nur 5 1

6 Al-Anbiyah 90 1



3. Fi’il mudhori’ mufrad


1 Yunus 81 1

2 Muhammad 5 1

3 Al-Ahzab 71 1

4 An-Nisa 128 1


4. Fi’il mudhori’ bentuk jamak


1 As-Syu’arah 152 1

2 Al-Naml 48 1

3 An-Nisa 129 1

4 Al-Baqarah 224 1


5. Fi’il Amar


1 Al-A’raf 142 1

2 Al-Ahqaf 15 1

3 Al-Anfal 1 1

4 Al-Hujarat 9/10 2


6. Bentuk Masdar


1 An-Nisa 128 1

2 At-Tahrim 4 1

3 At-Taubah 120 1

4 Al-Hud 46 1


7. Isim Fa’il bentuk mufrad


1 Al-Baqarah 62 1

2 Al-Maidah 69 1

3 Al-A’raf 186/190 2

4 At-Taubah 102 1

5 An-Nahl 97 1

6 Al-Mukmin 40 1

7 Al-Kahf 82, 88, 110 3

8 Maryam 60 1


8. Mashdar dari fi’il ashlaha


1 Al-Baqarah 220 1

2 An-Nisa 114 1

3 Al-Baqarah 228 1

4 An-Nisa 35 1


HUKUM BERCANDA DAN ADABNYA DALAM ISLAM

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sisa-Harimanusia----Hidup ini bisa indah dan bisa juga suram, hidup yang indah diwarnai dengan suasana yang menyenangkan, ceria dan penuh kebahagiaan, ada tawa dan canda dalam kebahagiaan itu. Tetapi akan terasa sepi hidup ini jika tidak pernah ada canda tawa dengan orang-orang yang ada disekitar kita. Bercanda yang kerap kali menjadi obat yang ampuh untuk menyegarkan suasana hati tatkala kita akan merasa jenuh dengan berbagai kesibukan dan tanggung jawab di dalam kehidupan.

HUKUM BERCANDA DAN ADABNYA DALAM ISLAM

Islam tidak melarang kita bercanda (al-mizaah). "Bercanda diperbolehkan sebagaimana dalam hal ini dilakukan oleh Nabi SAW," kata Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam adab Islam menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah. Walau demikian, ada tata krama atau adab yang harus diperhatikan ketika sedang bercanda.

Salah satu di antara adab itu merupakan niat yang benar sebaiknya seseorang bercanda dengan niat untuk menghilangkan rasa kebosanan dan lesu serta untuk menyegarkan jiwa dengan sesuatu yang dibolehkan sehingga ia akan memperoleh semangat baru dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. "Bahwa sesungguhnya seluruh amal itu tergantung pada niatnya. Maka dari itu, sebaiknya setiap muslim menghadirkan niat yang benar dalam setiap ucapan dan perbuatannya," kata Sekh Abbdul Aziz.

Bercanda tidak boleh berlebihan atau melampaui batas. Sikap yang seperti ini hanya akan menjatuhkan martabat. Orang lain menjadi tidak peduli, tidak hormat, dan menggunjingkan kita. Berlebihan ketika sedang bercanda bisa membuat orang lain sakit hati karena tersinggung oleh kata-kata yang kita ucapkan.

Bercanda harus 'pilih-pilih orang, Artinya, ada orang-orang tertentu yang tergolong asik untuk diajak bercanda. Contohnya, orang yang selalu serius dalam menanggapi setiap ucapan atau perbuatan. Bercanda dengan orang seperti ini dapat berakibat buruk. Oleh Karena itu, tidak sepatutnya bercanda kecuali dengan orang yang dapat menerima canda kita.

Hal lainnya juga yang harus diperhatikan ketika bercanda yaitu tempat dan kondisi. Dalam hal ini, tidak sepatutnya bercanda pada tempat atau kondisi yang serius, contohnya pada majelis ilmu, majelsi penguasa, dan majelis hakim ketika memberikan kesaksian, pada saat talak, dan sebagainya.

Selanjutnya hindari kata-kata yang kotor dan tertawa yang berlebihan sampai terpingkal-pingkal. Banyak tertawa bisa mengeraskan hati dan mematikannya. Sedangkan, tertawa terpingkal-pingkal selain bisa mematikan hati dapat menghilangkan kewibawaan dan ketenangan. Lalu, bercanda dengan orang-orang yang membutuhkan, misalnya anak-anak. Nabi Muhammad SAW pun cukup sering bercanda dengan anak-anak.


Bercanda dibagi menjadi dua yaitu:

Pertama, bercanda dengan ringan. Bercanda dengan ringan atau biasanya tersenyum malah sangat diperbolehkan, dalam hadis Rasulullah SAW bersabda, "Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah." Selain itu, senyum adalah salah satu media untuk membahagiakan hati orang lain yang bisa mendatangkan pahala dari Allah SWT.

Tetapi ada perbedaan antara tertawa dengan senyum. Senyum termasuk ke dalam kategori tertawa yang ringan, tidak membuat orang yang melakukannya tidak dengan mengeluarkan suara yang keras dan kencang. Tertawa ringan ini sangat diperbolehkan oleh syariat. Ulama yang berpendapat bahwa senyum merupakan sebuah perkara yang sunnah.

Adapun dalam bercanda yang kedua, yaitu tertawa dengan terbahak-bahak. Tertawa merupakan hal yang sering kita lakukan yang bisa jadi kita tidak sadar jika kita sudah tertawa sehari lima kali. Tertawa membuang-buang waktu. Oleh karena itu, tertawa yang berlebihan dilarang dan diharamkan. Ingat, kita boleh tertawa. Tetapi tidak boleh berlebihan. Tertawa bisa mematikan hati, dan segala hal yang bisa mematikan hati termasuk dalam perkara yang terlarang.

Karena hati mati, kita jadi sulit untuk menerima nasehat yang berupa kebenaran. Pemilik hati yang mati itu akan jauh dari Allah SWT. Rasulullah SAW senantiasa menyampaikan bahwa jika bercanda itu harus secara proporsional. Namun beliau tidak pernah tertawa terbahak-bahak atau bercanda yang terlalu berlebihan.


Perkara yang di haramkan dalam bercanda

Seperti disampaikan di atas bahwa ada hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam bercanda. Dalam bukunya, Syeikh Abdul Aziz mengingatkan kepada kita agar menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT pada saat bercanda. Salah satunya, bercanda dengan menakut-nakuti, seperti menggunakan topeng yang menakutkan, berteriak dalam kegelapan, menyembunyikan barangnya, dan sebagainya. Tentang hal ini Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh," (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).

Diharamkan pula berdusta ketika bercanda. Bahwa sesungguhnya dusta itu tidak diperbolehkan, bagaimanapun keadaannya. Perhatikan Nabi SAW bersabda: "Bahwa sesungguhnya aku bercanda, tetapi aku tidak mengatakan kecuali yang benar.

Allah SWT mengharamkan untuk bercanda dengan cara melecehkan orang tertentu. Contohnya, melecehkan penduduk daerah tertentu, dan menyebutkan aib mereka dengan tujuan agar membuat orang lain tertawa.

Satu hal lagi, Allah SWT melarang kita untuk bercanda dengan mencela, menuduh, atau menyakiti sahabatnya dengan perbuatan yang keji. Misalnya, seseorang berkata kepada temannya, "Hal anak anjing!" dan lain sebagainya.

Sayangnya, selama ini banyak diantara kita yang belum memahami tata krama dalam bercanda. Misalnya paling jelas yaitu seperti pada program-program lucu atau lawak di televisi yang kerap kebablasan karena kurang memperhatikan adab dalam bercanda. Karena itu, mulai sekarang perhatikan tata krama yang digariskan oleh Islam dalam bercanda. Insya Allah, ke depannya akan menjadi yang lebih baik lagi. 

Demikian tentang hukum dan adab bercanda dalam Islam, semoga artikel singkat ini bermanfaat bagi kita semua, semoga Allah SWT selalu meridoi setiap amal perbuatan kita yang berusaha beradab sehari-hari...Amiin.   

PENGERTIAN DAN SENDI-SENDI RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

PAI---Makna rukun Iman dan rukun Islam wajib dipahami setiap umat muslim. Rukun Islam dan rukun Iman yang kita kenal dan diajarkan sejak kita masih kecil, seyogyanya menjadi pedoman kita untuk menjalankan ibadah dan perbuatan, amal kita sehari-hari. Berikut ini adalah rukun Islam dan rukun Iman berdasarkan sabda Rasulullah SAW :

Sendi-sendir rukun Islam, salah satunya berhaji


RUKUN ISLAM

Rukun Islam (bahasa Arab: أركان الإسلام, translit. arkān al-Islām‎) adalah lima tindakan dasar dalam Islam, dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman dan merupakan dasar dari kehidupan Muslim.

Rasulullah SAW bersabda : "Islam itu didirikan di atas lima sendi yaitu :

1. Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

2. Mendirikan shalat (dengan tenang dan khusyu')

3. Membayar zakat, bagi pemilik harta cukup senisab sebanyak 2,5% bila sudah sampai haulnya (satu tahun)

4. Melakukan haji ke Baitullah (bagi yang mampu pergi ke sana).

5. Puasa pada bulan Ramadhan (mencegah makan, minum dan bercampur suami istri mulai fajar sampai terbenam matahari, dengan niat).


Makna Rukun Islam

Makna Membaca Dua Kalimat Syahadat. Membaca dua kalimat syahadat bisa dikatakan sebagai gerbang untuk memenuhi fitrah manusia yakni untuk beribadah kepada Allah SWT. Membaca dua kalimat syahadat berarti seorang muslim sudah yakin memeluk agama Islam dan ikhlas menjalankan syariat serta kewajibannya. Isi dari dua kalimat syahadat, yakni: "Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah" Artinya: "Saya bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Mendirikan Salat. Rukun Islam selanjutnya ialah menjalankan salat. Bagi seorang muslim, salat lima waktu merupakan hal yang wajib dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan. Salat wajib dikerjakan sesuai waktu yang telah ditetapkan, mulai salat subuh hingga salat isya pada malam hari. Selain salat wajib, ada pula salat sunah yang jika dikerjakan akan memebrikan pahala dan kebaikan.

Membayar Zakat. Zakat merupakan rukun Islam yang wajib dilakukan bagi setiap umat Islam yang dirasa mampu untuk melakukannya. Zakat sendiri dibagi menjadi dua yakni zakat wajib dan sunah. Zakat wajib biasa disebut dengan zakat fitrah yang dibayarkan sebelum perayaan Idul Fitri dan jumlahnya biasanya sudah ditentukan. Ada juga zakat mal atau zakat yang bergantung pada penghasilan yang didapat seorang muslim.  

Menjalankan Puasa Ramadan. Seorang Muslim wajib menunaikan ibadah puasa Ramadan setiap tahunnya. Selain mewajibkan seorang muslim melakukan puasa, bulan Ramadan adalah bulan yang dipenuhi berkah sehingga apabila umat muslim melakukan kebaikan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Naik Haji bagi yang Mampu. Rukun Islam yang terakhir ialah menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Mampu dalam artian sanggup secara lahir dan batin, secara fisik dan material. Hal ini dikarenakan menunaikan ibadah haji membutuhkan banyak persiapan serta memakan biaya dan kesiapan hati yang matang.


RUKUN IMAN

Rukun Iman (bahasa Arab: أركان الإيمان, translit. arkān al-īmān‎) yaitu pilar-pilar keimanan dalam Islam yang harus dimiliki seorang muslim. Jumlahnya ada enam. Enam rukun iman ini didasarkan dari ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab.

Adapun rukun iman ada enam yaitu :

1. Berman kepada Allah yaitu dengan mempercayai wujud dan keesaan Allah baik dalam kekuasaan-Nya maupun dalam hal menyembah kepada-Nya

2. Beriman kepada para malaikat sebagai makhluk yang diciptakan dari nur (cahaya) untuk melaksanakan perintah Allah SWT.

3. Beriman kepada kitab-kitab Allah yaitu Taurat, Injil, Zabur dan Al - Qur'an.

4. Beriman kepada rasul Allah, yang pertama Nuh a.s. sampai yang terakhir Muhammad SAW

5. Beriman kepada hari akhir, yaitu hari kiamat sebagai hari pemeriksaan terhadap amal-amal manusia.

6. Beriman kepada takdir Allah, takdir yang baik maupun yang buruk dengan keharusan melakukan usaha dan rela terhadap hasil yang diperolehnya.


Makna Rukun Iman

Makna Iman kepada Allah SWT. Makna dari rukun Iman yang pertama, yakni seorang muslim meyakini bahwa tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah SWT. Hal ini berarti bahwa kamu harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT yang menciptakan seluruh makhluk yang ada di langit, bumi, dan seluruh alam semesta. Seorang muslim meyakini sifat-sifat Allah SWT dalam Al-Qur'an (Asmaul Husna) dan hanya kepada Allah SWT tempatnya memohon perlindungan dan pertolongan dengan berdzikir, bersujud dan berdoa. Meyakini atau Iman kepada Allah SWT bisa diwujudkan dari amal perbuatan baik dengan melaksanakan semua perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Makna Iman Kepada Malaikat. Iman kepada para malaikat berarti percaya jika malaikat itu ada dan senantiasa mengawasi perbuatan baik dan buruk manusia. Malaikat merupakan makhluk gaib ciptaan Allah yang terbuat dari cahaya (Nur) dan bertugas untuk menjalankan perintah dari Allah untuk mengawasi seluruh umat manusia dan jin.

Makna Iman kepada Kitab-Kitab Allah SWT. Makna dari Iman kepada kitab-kitab Allah SWT adalah, seorang muslim harus meyakini jika seluruh kitab yang diturunkan kepada Nabi datangnya dari Allah SWT, terutama Al-Quran. Sebagai umat Islam, kamu harus berpedoman pada kitab suci Al-Quran.

Makna Iman kepada Nabi dan Rasul. Makna rukun Iman keempat ini ialah meyakini bahwa Nabi dan Rasul adalah manusia utusan Allah SWT yang diperintahkan untuk menyampaikan kabar gembira dan ancaman di muka bumi. Beriman kepada Nabi dan Rasul artinya ialah memercayai segala ajarannya baik dari lisan maupun mengkuti jejak suri tauladan Nabi dan Rasul.

Makna Iman kepada Hari Kiamat. Iman kepada hari Kiamat ialah memercayai jika hari akhir benar-benar ada. Kiamat merupakan hari dimana seluruh alam semesta dihancurkan dan dimusnahkan. Beriman kepada hari Akhir adalah percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian, dimana kehidupan yang kekal sesungguhnya ada di Akhirat. 

Makna Iman kepada Qada dan Qadar. Makna beriman kepada Qada dan Qadar ialah mengimani bahwa apapun yang terjadi di muka bumi juga kepada diri sendiri sebagai manusia baik maupun buruk merupakan kehendak dari Allah SWT. Di setiap keburukan terdapat makna yang mendalam, baik itu diketahui oleh manusia, maupun tidak diketahui oleh manusia.


Demikian pengertian dan sendi-sendi Rukun Islam dan Rukun Iman, semoga bermanfaat, semoga kita semua termasuk orang yang beruntung, mudah-mudahan shalawan selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga, yaitu orang-orang yang membawa Al Qur'an sebagai cahaya yang bersinar.

PENJELASAN DAN HADITS SAHIH YANG MENJELASKAN DOA ADALAH IBADAH

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

PAI----Doa merupakan sebuah permohonan dari seorang hamba yang ditujukan kepada Allah SWT. Doa adalah inti ibadah yang mendalam. Doa ialah ibadah yang agung dan amal shaleh yang utama. Bahkan ia merupakan esensi ibadah dan subtansinya. Ibnu Katsir Menafsirkan, “Beribadah kepada-Ku”, yaitu berdoa kepada-Ku dan mentauhidkan-Ku. Kemudian, Allah mengancam mereka yang menyombongkan diri dari berdoa kepada-Nya. Bagi yang mentadaburi al-Qur‟an kan mendapati bahwa Allah telah banyak memberikan motivasi kepada hamba-hamba-Nya untuk selalu berdoa kepada-Nya, merasa rendah diri, tunduk dan mengeluhkan segala kebutuhan kepada-Nya. Dengan demikian doa ialah perkara yang besar dan agung. Sebab, di dalamnya seseorang hamba menampakkan bahwa ia benar-benar fakir dan butuh kepada Allah. Ia tunduk bersimpuh dihadapan-Nya.

Berdoa, Beribadah berdoa adalah ibadah


Doa berasal dari bahasa Arab الدعاء yang memiliki arti permintaan atau permohonan. Dalam perspektif bahasa kata du‟a berasal dari bahasa Arab da‟a-yada‟u-da‟ada‟watun, yang mengandung arti memanggil, mengundang, minta tolong, meminta dan memohon. Dalam penggunaan sehari-hari, kata du‟a mempunyai beberapa makna, diantaranya adalah: 

a. Raghib al-Ishafahani dalam kitabnya al-Mu’jam li mufradat Alfadzh

Alqur’an al-karim (kamus kosa kata al-Qur‟an) antara lain mengatakan bahwa kata doa sama artinya dengan kata nida’ yakni panggilan. Bedanya kata nida’ terkadang menggunakan kata ya’ tanpa menyembutkan nama orang yang dipanggilnya. Kata du’a dan nida’ terkadang digunakan untuk menujukan salah satu dari kedua arti tersebut.

b. Kata du’a digunakan pula untuk arti memberi nama atau julukan.

c. Kata doa juga berarti menyembah.

d. Kata doa juga berarti permintaan atau permohonan.

Secara istilah, doa adalah permohonan atau permintaan dari seseorang hamba kepada Tuhan dengan menggunakan lafal yang dikehendaki dan dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, atau meminta sesuatu sesuai dengan hajatnya atau memohon perlindungan kepada Allah Swt. Doa yang dimaksud di sini suatu aktivitas ruhaniah yang mengandung permohonan kepada Allah Swt.2 Melalui lisan atau hati, dengan menggunakan kalimat-kalimat atau pernyataan-pernyataan khusus sebagaimana yang tertulis pada al-Qur‟an, as-Sunnah ataupun keteladanan para sahabat Rasulullah Saw, dan orang-orang yang saleh. Dengan penuh harapan agar doa-doa yang dimohonkan akan segera dikabulkan.

Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi menunjukan bahwa do'a merupakan jenis ibadah yang paling penting karena shalat tidak boleh ditujukan kepada Rasul atau wali, demikian pula do'a.

1. Orang yang mengatakan "Ya Rasulullah" atau "Hai orang yang gaib, berilah aku pertolongan dan anugrah," berarti berdo'a kepada selain Allah, meskipun niatnya bahwa yang memberikan pertolongan itu Allah.

Demikian pula orang yang berkata, "Saya sembahyang untuk Rasul atau wali" meskipun dalam hatinya untuk Allah, shalat seperti itu tidak akan diterima, karena ucapannya berlawanan dengan hatinya. Ucapan harus sesuai dengan niat dan keyakinan. Bila tidak demikian maka perbuatannya termasuk syirik yang tidak terampuni selain dengan taubat.

2. Apabila ia mengatakan bahwa yang diniatkan adalah Nabi atau wali itu sebagai perantara kepada Allah, seperti menghadap raja, amak yang demikian itu merupakan menyamakan (tasybih) Allah dengan makhluk yang dhalim. Tasybih seperti itu akan menyeretnya kepada kekufuran. Padahal Allah telah berfirman yang menyatakan kesuciaan Nya daripada persamaan dengan makhluk-Nya baik dari dzat, sifat maupun titah-Nya

Firman-Nya :


"Tidak ada sesuatu pun yang menyamai Allah dan Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat." (Surat Al-Syura : 11).

Menyamakan Allah dengan makhluk adalah penyelewengkan, kufur dan syirik. Bagaimana jadinya kalau menyamakan Allah dengan makhluk yang dzalim? Maha Suci Allah dari perkataan orang yang dzalim itu.

3. Orang-orang musrik pada zaman Nabi Muhammad SAW meyakini bahwa Allahlah pencipta dan pemberi rezki, tetapi mereka berdo'a kepada wali-wali (pelindung) mereka yang berwujud patung.

Mereka beranggapan bahwa patung-patung itu menjadi perantara yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Ternyata Allah tidak mentolerir perbuatan mereka itu bahkan mengkafirkan mereka dengan firman-Nya :


"Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata : Kami tidak menyembah mereka kecuali hanya agar mereka dapat mendekatkan diri kami kepada Allah sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dusta dan ingkar." (Azzumar : 3)

Allah itu dekat dan mendengar, tidak perlu perantara. 
Firman-Nya :


"Apabila hamba-hamba Ku bertanya tentang diriku, jawablah bahwa aku ini dekat." (Albaqarah : 186).

4. Orang-orang musyrik apabila berada dalam bahaya berdo'a hanya kepada Allah saja, tetapi seletah selamat dari bahaya, mereka berdo'a kepada pelindung-pelindungnya berpa patung-patung, sehingga Allah menyebut mereka sebagai orang kafir.
Firman-Nya :


"Dan apabila gelombang dari segenap penjuru menimpa dan mereka sadar bahwa mereka dalam kepungan bahaya, mereka berdo'a kepada Allah dengan ikhlas semata-mata kepada-Nya. Mereka berkata : Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur." (Yunus : 22).

Maka kenapa sejumlah orang Islam berdo'a kepada para rasul dan orang-orang saleh (selain Allah  SWT). Mereka meminta pertolongan daripadanya, baik di waktu susah maupun gembira. Apakah mereka tidak membaca firman Allah :


"Siapa gerangan yang lebih sesat daripada orang yang berdo'a kepada selain Allah, yaitu kepada orang yang tidak dapat memberikan pertolongan sampai hari kiamat, sedang mereka sendiri lalai akan do'a mereka. Dan apabila mereka dikumpulkan pada hari kiamat, niscaya sesembahan mereka itu akan menjadi musuh mereka dan mengingkari permujaan mereka." (Al-Ahgaf : 5-6).

5. Banyak orang yang menyangka bahwa kaum musyrikin yang disebut dalam Al-Qur'an itu adalah orang yang menyembah patung yang terbuat dari batu. Anggapan itu keliru, sebab patung-patung itu dahulunya adalah nama-nama orang shaleh Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA mengenai firman Allah dalam Surah Nuh :


"Dan mereka berkata : jangan sekali-sekali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhanmu dan jangan pula meninggalkan WADDSUWA'A, YAGHUTS, YA'UQ dan NASR (nUH : 23).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa nama itu adalah nama orang-orang shaleh umat nabi Nuh AS. Setelah mereka mati syaitan membisikan kepada para pengikutnya agar di tempat duduk mereka, mereka mendirikan monumen-monumen yang diberi nama dengan nama mereka. Mereka melaksanakannya namun patung-patung itu belum sampai disembah. Setelah pembuatan patung-patung itu mati dan generasi berikutnya tidak lagi mengetahui asal-usulnya, patung-patung itu akhirnya disembah.

6. Allah membantah orang-orang yang berdo'a kepada para Nabi dan wali :


"Katakanlah, panggilan mereka yang kamu anggap tuhan selain Allah. Mereka tidak mempunyai kekuasaan untuk menolak bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Oarang-orang yang mereka seru itu sendiri justru mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat dengan Allah dan juga mengharapkan rahmat-Nya serta takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhanmu itu sesuatu yang patut ditakuti." (Al-Isra : 56-57).

Imam Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat itu turun mengenai kelompok manusia yang menyembah jin dan berdo'a kepadanya. Jin tersebut kemudian masuk Islam. Ada juga yang mengatakan kepada ayat itu turun mengenai orang-orang yang berdo'a kepada Isa Al-Masih dan malaikat.

Dari keterangan-keterang di atas telah jelas bahwa ayat  ini membantah dan mengingkari orang-orang yang berdo'a kepada selain Allah, meskipun kepada nabi atau wali.

7. Ada orang yang menyangka bahwa minta tolong (istighosah) kepada selain Allah itu boleh dengan alasan bahwa yang memberi pertolongan sebenarnya adalah Allah, seperti istighosah kepada rasul dan wali-wali. Ini dikatakan boleh seperti ada orang berkata : Saya disembuhkan oleh obat dan dokter. Pendapat ini salah dan dibantah oleh firman Allah yang mengisahkan do'a Nabi Ibrahim AS :


"Allahlah yang menciptakan aku maka Dialah yang memberi petunjuk kepadaku. Dialah yang memberi makan dan minumku, dan apabila aku sakit Dialah yang menyembuhkanku." (Asyu'ara : 78-79-80).

Ayat ini menerangkan bahw pemberi petunjuk, rezki dan kesembuhan adalah Allah saja bukan yang lain, sedangkan obat hanyalah sebagai sebab saja dan tidak menyembuhkan.

8. Banyak orang yang tidak dapat membedakan antara istighotsah kepada orang hidup dan istighotsah kepada orang mati.
Fiman Allah :


"Tidaklah sama orang yang hidup dengan orang yang mati." (Fathir : 22).


"Nabi Musa dimintai tolong oleh seorang dari golongannya untuk mengalahkan musuh orang itu." (Al-Qashas : 15).

Ayat ini menceritakan tentang seseorantg yang minta tolong kepada Musa agar melindunginya dari musuhnya dan Musa pun menolongnya :


"Dan Musa pun meninjunya sehingga matilah musuh itu." (Al-Qashas : 15)

Adapun orang mati tidak boleh kita meminta tolong kepadanya karena ia tidak dapat mendengar do'a kita. Andaikata ia mendengar pun ia tidak dapat memenuhi permintaan kita karena ia tidak dapat melakukannya. Firman Allah :


"Apabila kamu berdo'a kepada mereka, mereka tidak dapat mendengar do'a kamu dan seandainya mereka dapat mendengar, mereka tidak dapat memenuhi permintaanmu. Dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu." (Fathir : 14).


"Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah itu tidak dapat membuat sesuatu apa pun sedang mereka sendiri dibuat orang. Mereka itu benda mati, tidak hidup dan mereka itu tidak dapat mengetahui kapan para penyembahyang akan dibangkitkan." (Annahl : 20-21).

9. Dalam hadits-hadits saheh tersebut terdapat keterangan bahwa manusia pada hari kiamat nanti mendatangi para nabi untuk meminta syafa'at sampai mereka mendatangi nabi Muhammad SAW untuk meminta syafa'at agar segera dibebaskan. Nabi Muhammad menjawab : Ya, memang saya dapat memberi syafa'at kemudian beliau sujud di bawah arasy dan memohon kepada Allah agar mereka segera dibebaskan dan dipercepat proses penghisabannya. Syafa'at ini adalah permintaan nabi Muhammad SAW dan waktu itu beliau dalam keadaan hidup di mana beliau dapat berbicara dengan mereka lalu beliau memohonkan syafa'at. Itulah yang diperbuat Rasulullah SAW.

10. Argumen yang paling tepat untuk membedakan antara memohon kepada orang mati dan orang hidup adalah apa yang dikatakan oleh Umar bin Khattab  pada waktu terjadi kekeringan dimana beliau meminta kepada Al Abbas paman Rasulullah SAW untuk mendoakan mereka, dan Umar tidak pernah meminta tolong kepada Nabi SAW setelah beliau wafat.

11. Ada sejumlah ulama yang menyangka bahwa tawassul itu sama dengan istighotsah, padahal perbedaan antara keduanya besar sekali. Tawassul adalah berdo'a kepada Allah melalui perantara peseperti : Wahai Allah, denga perantaan cintaku kepadamu dan cintaku kepada Rasulmu bebaskanlah kami. Do'a dengan cara tawassul seperti ini boleh. Istighosah adalah berdo'a ke pada selain Allah seperti : Wahai Rasulullah, bebaskan kami. Ini tidak boleh, bahkan termasuk syirik besar berdasarkan firman Allah :

"Katakanlah (wahai Muhammad), sesungguhnya aku tidak mendatangkan sesuatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak pula suatu kemanfaatan." (Al-Jin : 21).


"Katakanlah, sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun kepada-Nya." (Al-Jin : 20).

Berdasarkan hadits shaheh Riwayat Imam Turmudzi bahwa Rasul Allah bersabda : Apabila kamu minta, mintalah kepada-Ku dan apabila kamu minta tolong mintalah kepada Allah.

Sebuah syair menyebutkan :

kupanjatkan do'a kehadirat Allah semata
semoga selamat dari siksa nan hina
agar terhindar dari duka nestapa
dan kepada-Mu kupohonkan hampura.  

Cari Artikel