inilah GAMBARAN Peristiwa di Padang Mahsyar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

INILAH GAMBARAN YANG TERJADI DI PADANG MAHSYAR


PAI-Pendidikan Agama Islam--- Pada saatnya kelak, Saat kiamat tiba, padang mahsyar merupakan tempat pertama yang akan dijadikan sebagai tempat berkumpulnya seluruh manusia yang telah mati. Padang mahsyar juga merupakan salah satu tempat yang disebutkan di dalam Alquran dan hadis. Berikut ini adalah pemaparan singkat mengenai apa itu padang mahsyar dan juga dalil yang menjelaskannya.

Apa saja peristiwa yang terjadi di padang mahsyar? Simak pembahasan lengkapnya di artikel berikut ini.


Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً


“Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).


Demikianlah keadaan manusia tatkala bertemu dengan Allah Ta’ala di Padang Mahsyar dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan. Meskipun demikian, akhirnya mereka diberi pakaian juga. Dan manusia yang pertama kali diberi pakaian adalah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّ أَوَّلَ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيْمُ


“Sesungguhnya orang pertama yang diberi pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4371).


Adapun pakaian yang dikenakannya ketika itu adalah pakaian yang dikenakan ketika mati. Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


اَلْمَيِّتُ يُبْعَثُ فِيْ ثِيَابِهِ الَّتِيْ يَمُوْتُ فِيْهَا


“Mayit akan dibangkitkan dengan pakaian yang dikenakannya ketika mati.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shohiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3575)


Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, tatkala hendak menguburkan jenazah ibunya, beliau meminta agar jenazah ibunya dikafani dengan pakaian yang baru. Beliau mengatakan, “Perbaguskanlah kafan jenazah kalian, karena sesungguhnya mereka akan dibangkitkan dengan (memakai) pakaian itu.” (Fat-hul Bari Syarah Shahih al-Bukhari, 11/383).


Bagaimana Manusia Digiring Ke Padang Mahsyar?

Manusia digiring ke Padang Mahsyar dengan berbagai kondisi yang berbeda sesuai dengan amalnya. Ada yang digiring dengan berjalan kaki, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:


إِنَّكُمْ مُلاَقُو اللهِ حُفَاةً عُرَاةً مُشَاةً غُرْلاً


“Sesungguhnya kalian akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan belum dikhitan.” (Hadits shahih. Diriwayat-kan oleh al-Bukhari, no. 6043)


Ada juga yang berkendaraan. Namun tidak sedikit yang diseret di atas wajah-wajah mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ رِجَالاً وَرُكْبَانًا وَتُجَرُّوْنَ عَلَى وُجُوْهِكُمْ


“Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau mengatakan, “Hadits hasan.” Hadits ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3582).


Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa ada seseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,


يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ يُحْشَرُ الْكَافِرُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: أَلَيْسَ الَّذِي أَمْشَاهُ عَلَى رِجْلَيْهِ فِي الدُّنْيَا قَادِرًا عَلَى أَنْ يُمْشِيَهُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟!


“Wahai Rasulullah, bagaimana bisa orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bukankah Rabb yang membuat seseorang berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari Kiamat?!” Qatadah mengatakan, “Benar, demi kemuliaan Rabb kami.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6042 dan Muslim, no. 5020).


Ketika Matahari Didekatkan Dengan Jarak Satu Mil


Kaum muslimin yang kami muliakan, ketika manusia dikumpulkan di padang Mahsyar, matahari didekatkan sejauh satu mil dari mereka, sehingga manusia berkeringat, hingga keringat tersebut menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan masing-masing ketika di dunia.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ


“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)


Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Jarak satu mil ini, baik satu mil yang biasa atau mil alat celak, semuanya dekat. Apabila sedemikian rupa panasnya matahari di dunia, padahal jarak antara kita dengannya sangat jauh, maka bagaimana jika matahari tersebut berada satu mil di atas kepala kita?!” (Syarah al-‘Aqidah al-Wasithiyyah, 2/134).


Jika matahari di dunia ini didekatkan ke bumi dengan jarak 1 mil, niscaya bumi akan terbakar. Bagaimana mungkin di akherat kelak matahari didekatkan dengan jarak 1 mil namun makhluk tidak terbakar?


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa pada hari Kiamat kelak tatkala manusia dikumpulkan di padang mahsyar, kekuatan mereka tidaklah sama dengan kekuatan mereka ketika hidup di dunia. Akan tetapi mereka lebih kuat dan lebih tahan. Seandainya manusia sekarang ini berdiri selama 50 hari di bawah terik matahari tanpa naungan, tanpa makan, dan tanpa minum, niscaya mereka tidak mungkin mampu melakukannya, bahkan mereka akan binasa. Namun pada hari Kiamat kelak, mereka mampu berdiri selama 50 tahun tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa naungan, kecuali beberapa golongan yang dinaungi Allah Ta’ala. Mereka juga mampu menyaksikan kengerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah keadaan penghuni Neraka yang disiksa (dengan begitu kerasnya), namun mereka tidak binasa karenanya. Allah Ta’ala berfirman:


كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَ (56)


“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An-Nisa’: 56). (Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135)


Golongan Yang Akan Mendapatkan Naungan ‘Arsy Allah Ta’ala

Pada hari yang sangat panas itu, Allah Ta’ala akan memberikan naungan kepada sebagian hamba pilihan-Nya. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan-Nya semata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.


سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ


“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.

1. Imam (pemimpin) yang adil.


2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.


3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.


4.  Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.


5. Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”


6. Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.


7.   Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, II/143 – Fat-h, dan Muslim, no. 1031).


Golongan lain yang mendapatkan naungan Allah Ta’ala adalah orang yang memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan membayar hutang kepadanya atau memutihkan hutang darinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللهُ فِي ظِلِّهِ


“Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan membayar hutang atau memutihkan hutang orang tersebut, niscaya Allah akan menaunginya dalam naungan Arsy-Nya (pada hari Kiamat).” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3006)

Demikian tentang Gambaran Peristiwa Padang Mahsyar kelak,

Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita untuk menjadi bagian dari golongan yang mulia ini. Amin Ya Rabbal alamin.


INILAH DOSA JARIAH BESAR YANG TETAP MENGALIR MESKI SUDAH MENINGGAL

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sisa-Harimanusia-----Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja, akan mengalir hingga hari perhitungan kelak.


Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meski Ia sudah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Inilah dosa jariah besar yang tetap mengalir meski seseorang sudah meninggal dan berada di alam kuburnya.

1. Menjadi Pelopor Maksiat

Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun karena perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa.

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak. 


2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat

Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan  hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal.

INILAH ARTI DAN PENGERTIAN LAUH MAHFUZH

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Lauh Mahfuzh dalam bahasa Arab: (Arab:لَوْحٍ مَحْفُوظٍ) pengertian atau artinya adalah kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh skenario/ catatan kejadian di alam semesta. Lauh Mahfuzh disebut di dalam kitab suci Al-Qur'an sebanyak 13 kali.

Sebutan lain dari Lauh Mahfuzh

Nama lain dari Lauh Mahfuzh berdasarkan Al-Qur'an adalah sebagai berikut:

Induk Kitab (أم الكتاب, Ummu al-Kitab),
Kitab yang Terpelihara (كِتَابٍ مَّكْنُونٍ, Kitabbim Maknuun).

“...pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),...(Al-Waaqi'ah, 56:78)

Kitab yang Nyata (كِتَابٍ مُّبِينٍ, Kitabbim Mubiin).

“Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (An Naml, 27:75)
Gambaran Lauh Mahfuzh

Menurut syariat Islam, Allah telah mencatat segala kejadian-kejadian di dalam Lauh Mahfuzh, dari permulaan zaman sampai akhir zaman. Baik berupa kisah nabi dan rasul, azab yang menimpa suatu kaum, pengetahuan tentang wahyu para nabi dan rasul, tentang penciptaan alam semesta dan lain-lain. Sekalipun jika kita tidak melihat segala sesuatu, semua itu ada dalam Lauh Mahfuzh.

Wujud Lauh Mahfuz yang diyakini oleh para sahabat adalah sebidang papan atau tulang yang biasa ditulisi. Papan dan tulang itu hanya disebut lauh jika sudah ditulisi.

Lauh Mahfuzh akan kekal selamanya karena ia termasuk makhluk yang abadi, selain Lauh Mahfuzh makhluk abadi ada 'Arsy, surga, neraka dan lain-lain.

Allah telah menjadikan Lauh Mahfuzh ini sebagai tempat untuk menyimpan segala rahasia dilangit dan di bumi. Jin dari golongan setan akan berusaha untuk mencuri segala rahasia yang tertulis di dalamnya untuk menipu manusia. Disamping itu, mereka juga memiliki tujuan untuk memainkan aqidah manusia. Sebab itu Allah melarang manusia untuk mengetahui ramalan nasib, karena peramal itu dibantu oleh jin dan jin itu akan membisikkan hasil curian itu kedalam hati peramal. Jika ada setan yang berusaha mencuri berita, maka malaikat penjaga Luh Mahfuzh akan melemparkan bintang ke arah pencuri berita tersebut, pelemparan ini yang kadang-kadang kita lihat dengan adanya bintang jatuh atau meteor.
Tidak banyak diketahui tentang Lauh Mahfuz dan para ulama jarang menjabarkannya dengan detail, karena ia adalah urusan alam ghaib/ rahasia Allah. Dalam Al-Quran pun, Luh Mahfuz di sebut secara sepintas saja, tanpa penjelasan lebih lanjut. Sebagai contohnya dalam satu peristiwa yang amat bersejarah, ahli tafsir menyatakan Luh Mahfuz disebut berkaitan dengan Nuzul Al-Quran dari Luh Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) secara sekaligus yang terjadi dalam bulan Ramadhan (Wikiperdia.org).

Sumber: 
https://id.wikipedia.org/wiki/Loh_Mahfuz
Artikel ini ditulis juga di situs berikut:
http://www.kumpulanmisteri.com/2015/11/misteri-kitab-lauhul-mahfudz-yang.html
www.kompasiana.com/.../dimanakah-kitab-lauh-mahfuzh_55a5e3fef47e615906375c
www.muslimbusana.com/umum/lauh-mahfuzh-qalam-dan-penulisan.../index.htm
https://islamagamauniversal.wordpress.com/.../lauh-mahfuzh-dan-kandungan-isinya/

INILAH YANG TERJADI KETIKA TIUPAN SANGKAKALA UNTUK MEMBANGKITKAN MAKHLUK

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sisa-Harimanusia---Sangkakala atau dalam bahasa Arabnya Shuur adalah bagian dari rukun Iman bagi ummat Islam, yaitu beriman kepada adanya Malaikat. Kemudian malaikat yang wajib diimani, diantaranya adalah malaikat bernama Israfil yang tugasnya meniup sangkakala. Hal ini sejalan dengan apa yang telah di jelaskan dalam Al-Qur'an :

Kemudian Allah SWT berfirman : "Wahai Israfil, berdirilah dan tiuplah sangkakala ini dengan tiupan yang membangkitkan." Maka Malaikat Israfil berdiri dan meniup sangkakala tersebut, seraya memanggil : "Wahai ruh-ruh yang telah keluar, tulang-tulang yang sudah hancur, jasad-jasad yang sudah membusuk, otot-otot yang sudah terputus, kulit-kulit yang sudah tercabik-cabik dan rambut yang sudah rontok, bangkitlah kalian semua untuk memenuhi keputusan". Maka bangkitlah mereka semua dengan perintah Allah SWT. Mereka sama melihat ke langit yang benar-benar telah bergoncang, melihat ke bumi yang telah diganti, melihat onta-onta yang sedang bunting ditinggalkan, melihat hewan-hewan buas telah dikumpulkan, melihat ke lautan yang telah meluap dan melihat ruh-ruh yang telah disatukan dengan jasadnya, melihat Malaikat Zabaniyah yang telah dihadirkan, melihat matahari telah dipadamkan, melihat neraca yang telah dipasang, melihat surga yang telah dibuka, maka masing-masing orang mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

Kemudian orang-orang kafir dikeluarkan dari kuburnya dalam keadaan tanpa memakai alas kaki dan juga tidak memakai secarik kain pun.

Rasulullah SAW. pernah ditanya tentang makna yang terkandung dalam firman Allah SWT. dalam surat An-Naba, ayat 18, yang artinya sebagai berikut : "Ketika sangkakala ditiup, maka datanglah mereka berbondong-bondong". Maka Rasulullah SAW. menangis mendengar pertanyaan itu, kamu bertanya kepadaku tentang kejadian yang besar, sesungguhnya pada waktu itu adalah telah datang hari kiamat, dimana beberapa kamu dari umatku akan dikumpulkan menjadi 12 golongan";

Adapun golongan yang pertama adalah mereka dikumpulkan dalam bentuk kera, mereka itu adalah orang-orang yang suka memfitnah terhadap manusia yang lain.

Golongan Yang kedua adalah mereka dikumpulkan dalam bentuk babi hutan, mereka itu adalah orang-orang yang ahli makan barang haram.

Yang ketiga adalah mereka dikumpulkan dalam keadaan buta, kebingungan dan selalu bersandar pada manusia lain, mereka itu adalah orang-orang yang melanggar hukum-hukum Allah dan tidak adil dalam memutuskannya.

Yang keempat adalah mereka dikumpulkan dalam keadaan tuli dan bisu, mereka itu adalah orang-orang yang menyombongkan diri dengan amal perbuatannya.

Yang kelima adalah mereka dikumpulkan dalam keadaan mengalir nanah dari mulutnya dan menggigit-gigit lidahnya, mereka itu adalah para ulama yang mengingkari antara perkataan dan perbuatannya.

Yang keenam adalah mereka dikumpulkan dalam keadaan tubuhnya penuh dengan luka dari api neraka, mereka itu adalah orang-orang yang menjadi saksi-saksi palsu.

Yang ketujuh adalah mereka dikumpulkan dalam keadaan telapak kakinya berada di dahi dengan diikatkan ada jambul kepalanya, yang baunya mereka lebih busuk dari bangkai, mereka itu adalah orang-orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya untuk bersenang-senang dari perkara haram.

Yang kesembilan adalah mereka dikumpulkan dalam keadaan mabuk yang jatuh bangun ke kanan dan kekiri, mereka itu adalah orang-orang yang tidak menjauh diri dari hal-hal yang membicarakan orang lain.

Yang kesepuluh adalah mereka dikumpulkan dalam keadaan menjulurkan lidahnya dari mulutnya, mereka itu adalah orang-orang yang suka mengadu domba.

Yang kesebelas adalah mereka itu dikumpulkan dalam keadaan mabuk, mereka itu adalah orang-orang yang bercakap-cakap di dalam masjid tentang masalah duniawi.

Dan yang kedua belas adalah mereka itu dikumpulkan dalam bentuk babi hutan, mereka itu adalah orang-orang yang pemakan barang riba.


Umat Nabi Muhammad SAW. dikumpulkan juga menjadi 12 golongan.

Di dalam hadist yang lain diceritakan, dari Mu'adz bin jabal ra. bahwa Nabi SAW. bersabda : "Apabila telah tiba hari kiamat, hari kesedihan dan hari penyesalan, maka Allah SWT. mengumpulkan umatku dari kubur mereka menjadi 12 golongan : 

Adapun yang pertama adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan tidak memiliki tangan dan kaki. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah Yang Maha penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang suka menyakiti tetangganya, mati sebelum bertaubat. Maka inilah balasan untuk mereka dan nerakalah tempat mereka akan kembali".

Yang kedua adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam bentuk hewan melata, ada yang mengatakan hewan itu adalah babi hutan. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang lengah dalam mengerjakan shalat dan mati sebelum taubat. Maka inilah balasan bagi mereka dan nerakalah tempat mereka akan kembali".

Adapun golongan yang ketiga adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan perut yang besar bagaikan gunung yang dipenuhi oleh ular dan kalajengking mereka itu seperti keledai. Kemudian ada pemganggilan dari hadapan Allah Yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang enggan untuk membayar zakat dan mati sebelum bertaubat.

Golongan yang keempat adalah : mereka dikumpulkan dari kuburannya dalam keadaan mengalir darah dari mulutnya sedangkan usus mereka menjulur ke tanah, serta dari mulut mereka keluar api. Maka ada pemanggil dari hadapan Allah Yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang berdusta di dalam berjualan dan pembelian dan mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.

Golongan yang kelima adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan berbau busuk, yang baunya melebihi dari bangkai. Kemudian ada panggilan dari hadapan allah yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang menyembunyikan kemaksiatannya dengan samar dari hadapan manusia dan tidak tahut dihadapasn Allah SWT. Mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan bagi mereka dan kenerakalah tempat mereka akan kembali.

Golongan yang keenam adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan terputus dari belakang. Maka ada pemanggil dari hadapan Allah Yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang tidak menyaksikan dan membuat kedustaan dan mereka mati sebelum bertaubat, maka inilah pembalasan bagi mereka dan nerakalah tempat mereka akan kembali.

Golongan yang ketujuh adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan tidak mempunyai lidah dan dari mulutnya mengalir nanah dan darah. Maka ada pemanggil dari hadapan Allah Yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang mencegah memberikan kesaksian yang benar dan mati sebelum bertaubat. Maka inilah balasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.

Golongan yang kedelapan adalah mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan menundukan kepalanya, sedangkan kami mereka berada di atas kepalanya, serta dari farjinya mengalir nanah yang kental. Maka ada pemanggil dari hadapan Allah yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang berzina dan mati sebelum bertaubat. Maka inilah balasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.

Golongan kesembilan adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan wajah yang hangus, kedua matanya melotot, serta peruntya penuh dengan api. Maka ada pemanggil dari hadapan Allah Yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan aniaya dan mati sebelum bertaubat. Maka inilah balasan bagi mereka dan kenerakalah tempat mereka akan kembali.

Golongan yang kesepuluh adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan berpenyakit kusta dan belang. Maka ada pemanggil dari hadapan Allah yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tua dan mati sebelum bertaubat. Maka inilah balasan bagi mereka dan ke nerakalah tempat mereka akan kembali.

Adapun golongan yang kesebelas adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan buta hatinya, giginya bagaikan tanduk, bibirnya sama kenser di atas dadarnya, lidahnya menjulur di atas perutnya, perut mereka seakan menggantung ke pahanya dan dari perutnya terus keluar kotoran. Maka ada pemanggil dari hadapan Allah SWT. Yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang minum arak dan mati sebelum bertaubat. Maka inilah balasan bagi mereka dan kenerakalah tempat mereka akan kembali.

Dan adapun golongan yang kedua belas adalah : mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan wajah mereka bersinar bagaikan bulan purnama dan mereka ini melewati shiratal Mustaqim dengan cepat bagaikan kilat yang menyambar, Maka ada pemanggil dari hadapan Allah SWT. Yang Maha Penyayang, "Mereka itu adalah orang-orang yang berbuat kebajikan, mencegah dari kemaksiatan, memlihara shalat lima waktu dengan berjamaah dan mereka mati dalam keadaan bertaubat. Maka inilah balasan bagi mereka dan kesurgalah tempat mereka akan kembali berserta ampunan, keridhloan, rahmat dan kenikmatan Allah SWT. Karena sesungguhnya mereka itu sama ridlo kepada Allah SWT. dan Allah SWT.pun ridlo kepada mereka.


INILAH 3 TIUPAN SANGKAKALA DI WAKTU KEHANCURAN DUNIA

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sisa-Harimanusia----Ketika hari akhir, dan dunia telah mendekati kehancuran mutlak karena sudah diambang kiamat Kubra. Allah akan memerintahkan malaikat Israfil untuk meniup ‘Shur’ (terompet sangkakala) sebanyak tiga kali tiupan bila waktu kehancuran dunia dan alam semesta (kiamat) telah tiba.

Sebagaimana disebutkan dalam beberapa surah Al-Qurán dan hadis nabi jumlah tiupan ada dua kali. Tiupan pertama untuk mematikan seluruh makhluq, dan tiupan kedua untuk membangkitkan kembali. Secara jelas, hal ini digambarkan didalam Al-Qurán Surah Zumar 68 yang artinya : 

"Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang dilangit dan yang ada dibumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup tiupan yang lain (yang kedua), tiba tiba mereka terbangun melihat.." (Az-Zumar : 68)


Ada juga yang berpendapat, bahwa tiupan sangkakala jumlahnya tiga kali. Tiupan pertama untuk mengagetkan, tiupan kedua untuk membinasakan dan tiupan ke tiga untuk membangkitkan. 

Berikut penjelasan tentang 3 tiupan yang dilakukan malaikat Israfil yang akan mengguncangkan dan menghancurkan dunia itu :

1. Tiupan Pertama, Tiupan Guncangan

Hal pertama yang mengetuk pendengaran penduduk dunia setelah datangnya tanda-tanda Kiamat kubro adalah nafkhatul faza’ (tiupan kekagetan) yang mengalir dari tiupan sangkakala. Tidak seorang pun mendengarnya kecuali mengangkat lehernya untuk mendengar perkara besar ini. Inilah makna firman-Nya Taala ;

Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.” (QS. Al-Muddatstsir: 8-10).

Allah berfirman:
“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang dilangit dan di bumi, kecuali siapa-siapa dikehendaki Allah. Dan mereka semua akan datang menghadapnya dengan merendahkan diri.”
(An Naml: 87)

Tiupan yang pertama ini adalah panjang dan menyebabkan keguncangan dan kepanikan semua yang berada di langit dan di bumi, kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah, yaitu para Nabi dan para syahid. Tiupan ini akan menggetarkan dan membuat panik semua yang hidup, sedangkan para Rasul dan Syahid adalah hidup disisi Tuhan mereka, maka Tuhanpun melindungi mereka dari guncangan tiupan ini.

Tiupan ini akan mengguncangkan bumi seguncang-guncangnya, mendatarkan gunung dengan bumi selumat-lumatnya, meletuskan gunung-gunung dengan sangat sehingga menjadi debu yang bertebaran, membuat laut-laut saling beradu dan mengeluarkan api yang menyala, langit akan pecah secara luar biasa dan hilanglah hukum grafitasi yang biasa kita kenal, bintang-bintang berjatuhan, planet-planet saling bertubrukan, bersatulah matahari dengan bulan dan hilanglah cahaya benda tersebut, setelah itu keadaan alam semesta kembali seperti sebelum Allah menciptakannya yaitu hanya berupa kabut dan gas (asap).

Allah berfirman:
”Hai manusia, bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya guncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang amat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan ini; lalai lah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusukannya dan gugurlah semua kandungan seluruh wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka semua tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat kerasnya.” (Al Hajj: 1-2)

2. Tiupan Kedua, Tiupan Kejutan (Pingsan) dan Kematian

Malaikat Israfil akan diperintahkan oleh Allah untuk meniupkan ‘Shur’ (terompet sangkakala) sebanyak tiga kali tiupan bila kiamat telah tiba. Setelah tiupan pertama, Allah memerintahakan ‘Shur’ pada kali yang kedua.

Pada tiupan kedua ini, maka terkejutlah (pingsan) dan matilah semua makhluk yang berada di langit dan di bumi (termasuk para nabi dan syahid) kecuali mereka-mereka yang dikehendaki oleh Allah, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, Izrail dan empat malaikat pembawa Arsy. Malaikat para pembawa ‘Arsy adalah berjumlah empat malaikat, maka apabila telah berdiri hari kiamat bergabunglah mereka kepada empat malaikat yang lain.

Allah berfirman:
Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).” (Az Zumar: 68)

Kemudian Allah memerintahkan malaikat maut untuk mencabut nyawa Jibril, Mikail, Israfil dan para malaikat pembawa Arsy yang empat, maka tidak ada yang tersisa kecuali Allah dan malaikat maut.
Kemudian Allah berkata kepada malaikat maut:
Wahai malaikat maut, kamu adalah salah satu dari makhluk-makhluk Ku, maka sekarang matilah kamu”, dengan demikian matilah malaikat maut dan tidak ada yang tersisa kecuali Allah Yang Maha Perkasa, Yang Hidup, Yang tidak pernah mati, Yang Awal Yang tidak ada sebelumnya sesuatu apa pun, Yang Akhir Yang tidak ada sesudahnya sesuatu apapun.

Kemudian Allah berkata: “Akulah raja, Akulah Penguasa, Dimanakah raja-raja bumi? Dimakah para penguasa? Dimanakah orang-orang yang sombong? Dan untuk siapakah kekuasaan pada hari ini? Maka Dzat menjawab dengan berkata: “Bagi Allah yang Maha Esa lagi Perkasa.”

Keadaan alam semesta akan tetap seperti diatas selama 40 hari sebagaimana yang diterangkan oleh hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abi Hurairah:
“Antara dua tiupan adalah 40”, orang-orang bertanya: “40 harikah wahai Abu Hurairah?”, ia menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab”, mereka bertanya lagi: “40 tahunkah?”, Abu Hurairah menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab”, mereka bertanya lagi: “40 bulankah?”, Ia menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab.”

Kemudian setelah itu Allah menurunkan hujan dari langit seperti gerimis atau bayangan (naungan), yangmana dengannya tumbuhlah semua jasad makhluk dan sesungguhnya semua manusia akan hancur kembali kecuali “ekor yang terakhir” (tulang yang ada dipunggung paling bawah), darinyalah tumbuh tubuh atau jasad dan tersusun kembali.

Setelah sempurna penciptaan tersebut kemudian Allah menghidupkan Israfil sebagai makhluk yang dihidupkan, kemudian memerintahkan untuk berseru dengan mengatakan: “wahai tulang-tulang yang hancur, sendi-sendi yang terputus, bagian-bagian yang terpisah dan rambut-rambut yang tercabik sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk bersatu kembali untuk keputusan keadilan..”

(Lihat bab: Hasyiyat Asshary terhadap Tafsir Jalalain, 3:328 pada ayat 53, surat Yasin, yaitu yang berarti: “Sesungguhnya ia hanyalah sekali tiupan saja, maka tiba-tiba mereka sudah dihadirkan di hadapan kami)

3. Tiupan Ketiga, Tiupan Kebangkitan

Pada ‘Shur’ (terompet sangkakala) terdapat lobang-lobang yang banyak sesuai dengan jumlah roh atau nyawa semua makhluk, maka Israfil pun meniupnya dan terbanglah semua roh ke jasadnya masing-masing. Arwah kaum Mukminin akan terbang dengan memancarkan nur (cahaya) sedangkan arwah kaum kafir akan menimbulkan kegelapan, kemudian Allah berkata: “Demi kebesaran dan keperkasaanku semua roh harus benar-benar kembali kepada jasadnya yang dulunya ia huni di dunia”.

Dengan demikian bersemayamlah setiap roh di jasadnya dan setiapnya akan bangun dari kuburnya masing-masing sedangkan kepalanya masih bergelimang tanah, dan berkatalah orang-orang kafir: “Inilah adalah hari yang sulit”, sedangkan orang-orang Mu’min berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami”.

Seorang ulama Yahudi datang kepada Nabi dan berkata: “Hai Muhammad atau hai Abul Qasim! Pada hari kiamat, Allah menggenggam langit dengan satu jari tangan, bumi dengan satu jari, gunung dan pepohonan dengan satu jari, air dan tanah dengan satu jari, begitu pula semua makhluk yang lain dengan satu jari. Kemudian Dia menggoyangkan mereka semua sambil berfirman: ‘Akulah Raja, Akulah Raja!’” Rasulullah tertawa kagum mendengar perkataan orang alim itu. Beliau membenarkan keterangan orang itu, kemudian membacakan ayat: “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Shahih Muslim No. 4992).

Baca juga :  Inilah yang terjadi ketika tiupan sangkakala untuk membangkitkan makhluk !!

INILAH GAMBARAN KEADAAN PINTU SURGA DI AKHIRAT

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

surga, pintu akhirat, masuk surga, jenis-jenis pintu surga, pintu  surga untuk manusia
Surga atau sorga berasal dari bahasa Sanskrit (Sanskerta) yaitu svarga, Svarga berasal dari dua suku kata, svar yang artinya cahaya dan ga yang artinya perjalanan. Berarti, surga pada mulanya mempunyai makna perjalanan menuju cahaya atau menjadi satu dengan cahaya. swarga merupakan alam yang penuh kenikmatan tempatnya para sukma orang-orang yang hidupnya penuh dengan kebajikan. Dalam pengertian semula, surga itu adanya ya sekarang ini. Tidak menunggu hingga hancurnya alam semesta ini.

Allah SWT berfirman, "Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombonga (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya terlah terbuka dan para penjaganya berkata, 'Kesejahteraan (dilimpahkan)  atasmu. Berbahagialah kamu maka masuklah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.'" (QS. Az Zumar: 73).

Surga adalah negeri Allah, tempat orang-orang yang dekat dengan-Nya. Negeri seperti itu hanya bisa dimasuki setelah mengalami peristiwa-peristiwa dahsyat, yang dimulai sejak hamba dilahirkan di dunia. Setelah melalui berbagai tingkat kehidupan dan mengalami berbagai kesulitan. Allah SWT mengijinkan bagi penutup para Nabi dan Rasul-Nya untuk memohon syafaat kepada-Nya guna membuka pintu surga bagi mereka. Karenanya jangan sampai orang membayangkan surga itu seperti hotel yang bisa dimasuki oleh siapa saja yang mau. Surga Allah itu mahal. Untuk mencapainya manusia harus bersusah payah dengan tidak mengikuti hawa nafsunya.

Renungkanlah kegembiraan para penghuni surga ketika digiring bersama-sama dalam kelompok-kelompok. Mereka semua bergembira dan saling memberi khabar gembira seperti ketika berada di dunia. Begitu pula penghuni neraka. Mereka digiring ke sana dalam kelompok-kelompok dan saling melaknat satu sama lain. Hal ini lebih menimbulkan kehinaan dan kecemaran daripada mereka yang digiring satu persatu. Penjaga surga berkata kepada penghuninya: "Salaamun alaikum." Mereka menyambut penghuni surga dengan salam yang berarti keselamatan dari setiap keburukan dan gangguan. Kemudian berkata mereka, "Berbahagialah kamu, masukilah surga ini sedang kamu kekakal di dalamnya." Yakni dengan selamat dan baik, karena Allah mengharamkannya, kecuali atas orang-orang yang baik. Oleh karena itu penjaga surga mengabari mereka dengan keselamatan, kebaikan dan kekal di dalamnya.

Renungkanlah perkataan penjaga surga kepada penghuninya :

"Masuklah kamu kedalamnya." Dan perkataan penjaga neraka kepada penghuninya, "Masuklah kamu kedalam pintu-pintu jahanam." Di balik kedua kalimat tersebut ada rahasia dan makna yang indah. Yaitu, oleh karena ngeri hukuman dan pintu-pintunya adalah sesuatu yang paling buruk, paling panas dan paling besar kesedihannya, maka orang yang memasukinya disambut dengan siksaan yang lebih keras dari itu, sehingga timbul kesedihan dan kesusahan dengan memasuki pintu-pintunya. Kalimat :

"Masuklah pintu-pintunya", adalah untuk merendahkan dan menghinakan mereka. Kemudian dikatakan kepada mereka: "Tidak cukup kamu memasuki pintu-pintunya yang buruk, tetapi kamu juga kekal didalamnya. Adapun surga adalah negeri kemuliaan yang disediakan Allah bagi para wali-Nya. Karenanya mereka pun diberi kabar gembira bahwa mereka akan masuk ketempat duduk dan tinggal serta kekal di dalamnya. 

Telah diriwayatkan bahwa surga mempynyia delapan pintu sebagaimana disebutkan dalam Sahihain dan yang lainnya.

Di antara hadis-hadis itu ialah :

Dari Sahl bin Sa'ad ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda :

"Di surga ada delapan pintu dan salah satu pintunya bernama Rayyan. Ia hanya dimasuki oleh orang-orang yang banyak berpuasa."

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Barang siapa membelanjakan dua macam dalam suatu keperluan demi agama Allah, ia pun dipanggil dari pintu-pintu surga: "Hai hamba Allah, ini adalah kebaikan'.

Barang siapa banya shalatnya, ia pun dipanggil dari pintu shalat. Dan orang yang termasuk ahli jihad, ia pun dipanggil dari pintu jihad.

Barang siapa termasuk ahli sedekah, ia pun dipanggil dari pintu Ar Rayyan."

Kemudian Abu Bakar berkata, "Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi terbusanmu, bukanlah keharusan atas setiap orang untuk dipanggil dari pintu-pintu itu.

Apakah orang yang dipanggil dari semua pintu itu? "Nabi SAW. menjawab, "Ya, dan aku berharap engkau termasuk mereka." (HR. Syaikhain).

Dari Umar bin Khattab dari Nabi SAW., beliau bersabda:

"Tidaklah seseorang dari kamu berwudhu dan melebihkannya atau menyempurnakannya wudhunya, kemudian mengucapkan/; "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah sendiri, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. melainkan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan dan dimasuki dari manapun yang dikehendakinya."

Tirmizi menambahkan sesudah tasyahhud:

"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci." (HR.Muslim).

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Sebuah mangkuk berisi roti, lemak, dan daging diletakan. Kemudian beliau mengambil bagian paha yang paling disukainya.

Beliau menggigitnya sekali dan berkata. Aku adalah pemimpin umat manusia pada hari kiamat'.

Beliau menggigitnya sekali lagi dan berkata. Aku adlaah pemimpin umat manusia hari kiamat'.

Ketika melihat para sahabatnya tidak bertanya, beliau berkata, mengapa kalian diam saja?

Maka para sahabat bertanya, 'Bagaimana itu. Ya Rasulullah?'

Nabi SAW. Menjawab, 'Semua manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam. Mereka bisa mendengar orang yang memanggil dan pula melihatnya'.

Kemudian ia menyebutkan hadis syafaat yang selengkapnya dan pada akhirnya Nabi SAW. berkata, 'Kemudian aku pergi menuu bawah Arsy lalu bersujud kepada Tuhanku. Allah menematkan aku dalam kedudukan yang tidak pernah ditempati oleh siapa pun sebelum dan sesudahku.

Demi Allah yang  nyawa Muhammad berada di tangan-Nya "Sesungguhnya jarak antara dua sisi suraga adalah seperti antara Mekah dan Hajar." Ibnu Qayyim menyebutnya dalam Hadil Arwah, bahwa: ke-sahih-annnya telah disepakati. Dalam suatu lafal disebutkan: "Seperti antara Mekah dan Hajar atau antara Mekkah dan Basra."

Ringkasnya delapan pintu surga adalah :
  • Pintu Pertama : pintunya para nabi, para rasul, para syuhada dan para dermawan
  • Pintu kedua : pintunya orang yang mendirikan shalat dan orang yang memperbaiki wudhunya dan menyempurnakan rukun-rukun shalat
  • Pintu ketiga : pintunya orang yang mengeluarkan zakat dengan hati ikhlas
  • Pintu keempat : pintunya untuk orang yang beramar ma'ruf nahi munkar, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
  • Pintu kelima : untuk orang yang menahan hawa nafsu dari shawatnya dan mencegah hawa nafsunya.
  • Pintu keenam : untuk orang-orang yang menjalankan ibadah haji dan umrah.
  • Pintu ketujuh : pintu untuk orang yang ahli jihad, berjuang dijalan dijalan Allah.
  • Pintu kedelapan : untuk orang yang bertaqwa, orang yang memejamkan matanya dari barang haram, orang yang berbuat kebaikan.
Ada juga pintu-pintu surga lainnya yaitu : 
  • Pintu para Nabi dan Rasul
  • Pintu Zakat
  • Pintu Haji
  • Pintu syahadat dan shalawat
  • Pintu Syuhada
  • Pintu Shalihin
  • Pintu Shaddiqin
  • Pintu Rahmat
  • Pintu Taubat.
Demikian tentang gambaran keadaan pintu surga di akhirat, semoga bermanfaat bagi pemirsa sekilian yang dirahmati Allah...semoga kita termasuk orang-orang yang akan menuju kepintu surga-Nya kelak..Amiin Ya  Rabbal Alamin ..


INILAH 12 KRITERIA ORANG-ORANG CALON PENGHUNI SURGA

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sisa-Harimanusia---Salah satu di antara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) & Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia & batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman & berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” (QS. Al-Baqarah : 24-25).

Allah Ta’ala telah menggambarkan kenikmatan surga melalui berbagai macam cara. Terkadang, Allah mengacaukan akal sehat manusia melalui firman-Nya dlm hadits qudsi, “Kusiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih (di dalam surga), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, & tak pernah terlintas dlm hati semua manusia”, kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah jika kalian mau, ‘Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’ (QS. As-Sajdah : 17)”[3]. Di tempat lain, Allah membandingkan kenikmatan surga dgn dunia utk menjatuhkan & merendahkannya. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Tempat cemeti di dlm surga lebih baik dari dunia & seisinya”.[4] Kenikmatan surga juga Allah Ta’ala gambarkan dgn menyebut manusia yang berhasil memasuki surga & selamat dari adzab neraka, sebagai orang yang beroleh kemenangan yang besar. Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan (yang artinya), “Barangsiapa taat kepada Allah & Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dlm surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; & itulah kemenangan yang besar” (QS. An-Nisaa’ : 13).

Hanya orang-orang yang telah mendapat rahmat Allah dan memenuhi kriteria tertentu yang akan dapat memasuki Surga (Al Jannah) ini. Secara umum kriteria calon-calon penghuni surga ini dalam Al Qur'an telah diterangkan, yaitu:

1. Orang yang beriman dan beramal sholeh;
    Hal ini sesuai dengan penegasan Allah SWT, dalam Surat A1 Baqarah, ayat 80:
    "Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya".

2. Orang-orang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya serta bertakwa

3. Orang-orang Islam yang bertakwa dan beriman kepada Allah dan ayat-ayat-Nya.

4. Orang-orang yang takut kepada kebesaran Allah dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu.

5. Orang yang bertakwa, yaitu bertakwa dengan sebenar-benarnya

6. Ikhlas di dalam beramal

7. Menginfaqkan hartanya, baik disaat lapang maupun saat sempit.

8. Orang yang bisa menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain

9. Kalau mengerjakan perbuatan keji dan aniaya diri, mereka ingat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya 

terhadap dosa-dosanya.

10. Orang-orang yang menjaga shalatnya, yaitu menjaga waktu dan syarat serta rukunnya.

11. Orang-orang yang gugur dijalan Allah

12. Orang-orang yang senantiasa bersabar dalam menghadapi cobaan yang menimpa.

Demikianlah 12 kriteria orang-orang calon penghuni surga, semoga bermanfaat, terimakasih, Wassalam...

INILAH 10 BINATANG YANG AKAN MASUK SURGA

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sisa-Harimanusia--Ketika telah tiba hari akhir dan tibalah hari perhitungan dan pembalasan, tidak ada satu makhluk pun yang akan luput dari perhitungan kecuali kehendak-Nya, maka ketika itulah Allah SWT, memberikan keputusan hukum diantara para makhluk, seraya berfirman kepada semua umat, "Seandainya kalian tidak mengingatku dengan nama tersebut, sungguh hendak-Ku panjangkan keputusan hukum ini sampai 100 tahun". Kemudian Allah SWT. mengadili semua hewan buas, hewan ternak sampai pada hewan-hewan bertanduk. Kemudian Allah SWT. berfirman : "Jadilah kalian semua menjadi debu". Ketika terjadi kejadian itu orang-orang kafir berkata : "Alangkah baiknya kalau saya juga menjadi debu saja".

Imam Muqatil berkata : "Ada 10 binatang yang akan masuk surga". Yaitu :
1. Untanya Nabi Sholih
2. Anak sapinya Nabi Ibrahim
3. Kambing gibasnya Nabi Ismail
4. Sapinya Nabi Musa.
5. Ikannya Nabi Yunus
6. Khimarnya Nabi 'Uzair.
7. Semutnya Nabi Sulaiman
8. Burung hud-hudnya Ratu Balqis
9. Untanya Nabi Muhammad SAW
10. Anjingnya Ashabul Kahfi

Untuk Anjing Ashabul Kahfi diriwayatkan bahwa kemudian Allah merubah anjing itu menjadi bentuk kambing gibas, kemudian memasukannya ke dalam surga. Apakah kalian mengetahui, sesungguhnya anjing dapat masuk surga di tengah-tengah para kekasihnya, dan orang yang maksiat tidak ditolak di dalam membawa tauhid selama 50 tahun. Tidak pula tertolak dari rahmat Allah SWT. Sedangkan nama anjing itu diganti dengan lain yaitu: Zaail, Tawaarum, Qidmiir dan Huuban sedang warna anjing itu adalah kuning.

Demikian tentang 10 binatang yang akan masuk surga, semoga bermanfaat. terimakasih.

6 JENIS WANITA DAN PEREMPUAN YANG TIDAK AKAN MASUK SURGA

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Mulia di dunia dan mati masuk surga merupakan tujuan semua orang. Sayangnya, jalan untuk menggapai surga tidaklah mudah, dibutuhkan pengorbanan dan kerja keras. Namun begitu, Allah memberikan keistimewaan yang luar biasa pada wanita, salah satunya : bebas masuk pintu surga melalui pintu mana saja. Hem, betapa enaknya menjadi wanita ya! Meski demikian, tak banyak wanita memahami keistimewaan yang diberikan padanya, buktinya banyak diantara para wanita yang berlaku sesuai kehendak dan hawa nafsunya sendiri. Entah mereka lupa atau tidak tahu jika Allah sudah memberikan ancaman yang tak main-main pada para wanita, yakni tidak bisa mencium bau surga. Bayangkan saja, mencium baunya saja tidak bisa, bagaimana mereka bisa memasukinya? 

Kira-kira wanita yang bagaimanakah yang terancam tidak akan masuk surga? Simak 6 Jenis Wanita yang Tidak Bisa Mencium Bau Surga berikut ini : 

1. Menyemir rambutnya menjadi warna hitam

Jaman sekarang, menyemir rambut adalah hal yang biasa bagi para wanita. Tujuannya tentulah agar terlihat lebih cantik, lebih muda, lebih fresh, dan lain sebagainya. Waspadalah, karena dalam sebuah hadits, Rasulullah sudah mengingatkan, yakni : “Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.” (HR. Abu Daud; shahih). 

2. Minta cerai tanpa suatu alasan yang kuat dan jelas

Perceraian memang halal, tapi bukan berarti menjadi solusi utama bagi masalah dalam rumah tangga. Tapi kenyataannya, saat ini banyak wanita yang tanpa alasan yang jelas tiba-tiba melayangkan gugatan cerai. Ingat, wanita-wanita tersebut sudah digambarkan Rasulullah dalam haditsnya sebagai

wanita yang tidak bisa mencium bau surga. “Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih). 

3. Memiliki sifat sombong

Sehebat atau secantik apapun wanita, mereka tetap tidak pantas untuk sombong. Bahkan Allah memberikan ancaman kepada orang yang sombong, yakni : tidak bisa masuk surga. Hal itu disebutkan dalam hadits Rasulullah, berikut : “Tidak masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan, meskipun seberat biji sawi” (HR. Muslim)

4. Wanita yang berpakaian tapi telanjang

Di jaman modern seperti sekarang ini, banyak model pakaian yang meskipun tertutup, namun tetap menunjukkan lekuk tubuh dan keseksian wanita. Padahal dalam sebuah hadits, Rasulullah sudah menyebutkan ancaman tidak bisa mencium bau surga, yakni : “Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim).

5. Menuntut ilmu akhirat untuk tujuan duniawi

Menuntut ilmu adalah hal yang wajib dilakukan selama hidup di dunia. Meski demikian, tujuan menuntut ilmu haruslah jelas, karena menuntut ilmu agama yang hanya bertujuan untuk duniawi termasuk perbuatan yang dilaknat bahkan pelakunya mendapatkan ancaman yang tak main-main, yakni tidak bisa mencium bau surga. Berikut haditsnya :  “Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih) 

6. Wanita yang memalsukan nasabnya

Nasab termasuk satu hal yang dijaga oleh agama. Bagi wanita yang memalsukan nasabnya, dengan cara mengaku sebagai anak orang lain/bukan ayahnya atau mengaku sebagai anak orang tua angkatnya. Mereka mendapatkan ancaman tidak bisa mencium bau surga. Sebagaimana dalam hadits berikut : “Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad; shahih)

Naudzubillah.. semoga kita semua dijauhkan dari sifat dan perbuatan yang tersebut diatas. Semoga artikel yang berjudul 6 Jenis Wanita yang Tidak akan masuk Surga bisa bermanfaat bagi kita semua.


Sumber : http://ibu-zahraa.blogspot.co.id/

Cari Artikel