HUKUM-HUKUM TERKAIT ZAKAT FITRAH

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 

Niat dan doa Zakat Fitrah Idul Fitri


Hukum-hukum Terkait Dengan Zakat Fitrah :


عن ابن عمر رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ، أَوْ عَبْدٍ، أَوْ رَجُلٍ، أَوِ امْرَأَةٍ، صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ


Dari  Ibnu Umar radhiyallah anhu berkata,

“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri karena telah berakhir Ramadhan, atas setiap jiwa kaum muslimin, orang merdeka atau budak, laki-laki atau wanita, kecil atau besar, sebanyak satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:


1- Zakat secara bahasa artinya bertumbuh, bertambah, kesucian, keberkahan.

2- Adapun fitrah/fitri artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa, dinamakan zakat fitrah karena sebab wajibnya adalah berakhirnya bulan Ramadhan, dan ini adalah penamaan yang berasal dari hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

3- Adapun secara istilah zakat fitri atau zakat fitrah adalah,

“Zakat yang telah diketahui dengan ukuran yang telah diketahui, dikeluarkan oleh orang yang telah ditentukan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan, dan dikeluarkan dari golongan yang khusus untuk golongan yang khusus pula, yang diwajibkan ketika berbuka (berakhir) bulan Ramadhan, sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang haram, serta makanan bagi orang-orang miskin.”

4- Dan zakat fitri termasuk perintah dan ketetapan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam secara tegas dalam As-Sunnah. 

5- Wajib atas setiap muslim, baik orang merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan, kecil atau besar, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, diatas.

6- Kecukupan, yaitu memiliki makanan di siang dan malam idul fitri, lebih dari satu sho’ yang mencukupi dirinya dan tanggungannya, serta kebutuhan-kebutuhan dasarnya.

Maka orang miskin sekali pun, apabila memiliki syarat kecukupan ini, wajib atasnya mengeluarkan zakat fitri, walau kecukupannya tersebut juga berasal dari zakat fitri yang ia terima.

7- Masuknya waktu yang diwajibkan, yaitu terbenamnya matahari di akhir Ramadhan, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,


أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ


“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri karena telah berakhir Ramadhan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

8- Maka siapa yang menikah sebelum terbenam matahari di akhir Ramadhan wajib atasnya mengeluarkan zakat fitri bagi istrinya. Atau memiliki anak sebelum terbenam matahari, wajib atasnya mengeluarkan zakat fitrah bagi anaknya. Atau masuk Islam sebelum terbenam matahari maka wajib atasnya mengeluarkan zakat fitri bagi dirinya. Namun jika itu semua terjadi setelah terbenam matahari maka tidak wajib.

Demikian pula apabila seseorang meninggal dunia setelah terbenam matahari di akhir Ramadhan maka wajib dikeluarkan baginya zakat fitri.

9- Hikmah terbesar zakat fitri adalah pembersihan bagi orang-orang yang berpuasa dari kekurangan-kekurangan selama menjalankan ibadah puasa dan menyenangkan serta mencukupi orang-orang miskin di hari kebahagiaan kaum muslimin, yaitu hari Idul fitri. Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,


فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ


“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang haram, se…

Hafiz Alquran anak  seorang pemulung sampah dari Banjamasin. Luar biasa perjuangan seorang ibu utk menghidupi keluarganya.

Betul Sekali Pak Harto 👍🏻👍🏻👍🏻.   Kami Bangga Sama Bapak.... Yang nggak rakus kekuasaan dan rakus harta.....Saya Pribadi Menghadiahi Bapak... Al-fatihah... Aamiin YRA 🤲🤲🤲

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un …. Telah berpulang ke rahmatullah Tuan Guru H Saifuddin Zuhri (Abah Guru Banjar Indah) pada hari ini minggu 27 Ramadhan 1445 H / 07 April 2024 M.


   اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه 🤲🏻

Moga almarhum guru diampuni, diterima amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, dan mendapat rahmat & tempat tempat yang mulia di sisi-Nya, aamiin ya rabb.

Innalillahiwainnailahirojiun, Telah Berpulang Kerahmatollah, Abah Guru Banjar Indah Jam 10 30, dirumah sakit Islam Sultan Agung komplek Citra km 17.. mohon doa pian Seberataan🤲🤲🤲

KISAH: ASAL MULA TIMBULNYA DOA MENURUT AL QURAN

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 

Setiap orang pastinya selalu berdoa dalam berbagai kesempatan. Berbagai ragam tujuan dan keinginan dalam setiap do'a yang dilakukan setiap orang kepada Allah SWT dengan harapan dapat dikabulkan dan diberikan berkah sesuai isi do'a yang dilakukannya. Tetapi ternyata tidak semua doa itu segera dikabulkan oleh Allah SWT, karena ada beberapa hal yang harus dipenuhi dalam berdoa yang baik dan benar. Oleh karena itu, alangkah baiknya sebelum kita berdoa, kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan doa, dan syarat apa saja agar doa itu dikabulkan oleh Allah SWT.

Menurut keterangan dari Al-Qur'an, bahwa sebelum Allah menciptakan Adam a.s, maka terlebih dahulu Allah menciptakan Iblis dan Malaikat. Yang mana ketiga jenis makhluq ini bertempat tinggal di surga. Kemudian kepada Iblis dan Malaikat Allah perintahkan untuk bersujud kepada Adam a.s kecuali Iblis yang tidak mau bersujud kepadanya, yakni sujud sebagai satu sikap penghormatan kepada makhluk manusia yang bernama Adam a.s. ini.

Karena Iblis tidak mau bersujud kepada Adam a.s. lalu Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : "Hai Iblis, mengapa kamu tidak mau bersujud bersama-sama Malaikat yang bersujud itu?"

Iblis menjawab : "Tidak patut aku bersujud kepada manusia (Adam) yang Engkau ciptakan dari tanah kering, tanah hitam yang busuk."

Mendengar jawaban Iblis itu, Allah berfirman :
"Keluarlah kamu dair sisi (surga), sesungguhnya Aku mengutukmu sampai hari kemudian". (lihat Surat Al-Hijr ayat 32-35).

Sejak itulah Iblis tidak boleh lagi tinggal di surga. dan bagi Adam a.s sendiri ia hidup senang di dalam surga dengan menikmati keindahan dan kelezatan yang ada di dalamnya. Tetapi meskipun demikian, Adam a.s merasa kesepian karena tidak mempunyai teman sebagai pendamping hidupnya. Dari itu Allah SWT menciptakan Hawa, dan keduanya hidup rukun di surga dengan menikmati segala yang telah disediakan Allah, tetapi mereka dilarang untuk mendekati sebuah pohon dan memakan buahnya, yaitu buah khuldi.

Rupanya larangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada Adam a.s dan Hawa ini telah diketahui oleh Iblis. Hal tersebut dijadikan satu kesempatan baik baginya untuk membalas sakit hatinya terhadap Adam a.s karena dia berpendapat, bahwa terusirnya dari surga itu adalah gara-gara Adam a.s. Oleh karena itu, dia berusaha memperdayakan Adam dan Hawa supaya keduanya suka makan buah khuldi. Kemudian datanglah Iblis dengan berubah bentuk sebagai makhluk suci dengan berpura-pura sedih.

Melihat itu Adam a.s bertanya : "Apa sebabnya kami kelihatan sedih, apa yang sedang kamu pikirkan?"

Iblis menjawab : "Betapa tidak bersedih, karena aku senantiasa memikirkan nasib kalian berdua, bahwa aku telah mendengar kalian berdua tidak lama lagi untuk bersenang-senang di dalam surga ini. Apalagi setelah Allah SWT, melarang kalian makan buah khuldi ini adalah satu tanda bahwa apa yang aku khawatirkan itu akan menjadi kenyataan. Dari itu, lekaslah makan buah pohon ini agar kalian berdua bisa langgeng hidup di surga ini dan tidak jadi terusir."

Mendengar bujuk rayu iblis, maka tertipulah Adam dan Hawa dan akhirnya keduanya makan buah khuldi yang menjadi larangan Allah itu. Kemudian setelah keduanya melanggar larangan-Nya terbukalah pakaiannya dan untuk menutup 'auratnya, dicarilah daun-daun sebagai penutup. Setelah itu, keduanya dipanggil oleh Allah untuk menghadap seraya Dia berfirman : "Bukankah Aku sudah melarang kalian berdua memakan buah pohon ini, dan aku katakan kepada kalian bahwa Syetan (Iblis) itu adalah musuh kalian yang nyata?"

Kemudian Adam dan Hawa memohon ampunan kepada Allah seraya berdo'a :


"RABBANAA DLALAMNAA ANFUSANAA WA IN LAM TAGFIR LANNA WA TAR HAMNAA LANAKUUNANINA MINAL KHAASIRIINA."
RABBANAA DLALAMNAA ANFUSANAA WA IN LAM TAGFIR LANNA WA TAR HAMNAA LANAKUUNANINA MINAL KHAASIRIINA


Artinya :
"Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni diri kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk golongan orang-orang yang merugi." (Surat Al-A'raf ayat 23).

Nah, semenjak itulah asal mula timbulnya do'a yakni dikala manusia pertama. Adam dan Hawa berada di dalam surga. Setelah itu diikuti oleh anak cucu beliau ketika berada di bumi. Jadi, jelaslah bahwa asal mula do'a itu bersamaan dengan manusia yang bernama Adam a.s sewaktu berada di surga. Kemudian do'a itu diikuti oleh hampir seluruh bangsa manusia di muka bumi ini.

Adapun manusia yang tidak bertuhan kepada Allah SWT, mereka dihadapkan do'anya kepada yang lain, tetapi bagi kita yang beriman kepada Allah kita hadapkan do'a kita kepada-Nya semata-mata dengan tujuan untuk mengharapkan rodho dan kesejahtraan dari Allah SWT.

Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber !!

Keutamaan Shalat Sunah Fajar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Inilah Keutamaan Shalat Sunah Fajar 


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عنْهَا عَنِ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: “رَكْعَتاَ الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنيَا وَمَا فِيْهَا “رَوَاهُ مُسْلِمٌ.


وَفِي رِوَايَةٍ: “لَهُمَا أَحَبُّ إِليََّ مِنَ الدُّنْيا جَمِيْعاً”.


Dari ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha, Bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, “Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” 

(HR. Muslim). 

Dalam riwayat lain disebutkan, “Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih aku sukai daripada dunia semuanya.” 

[HR. Muslim, no. 725]


Pelajaran yang terdapat di dalam Hadist :


1- Di antara shalat- shalat sunnah, ada shalat sunnah yang memiliki keutamaan yang tak ternilai karena penting dan bermanfaatnya…



EMBUN PAGI

Ahad, 19 November 2023

6 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~

🍏

3 Bentuk pengabulan doa seorang muslim


 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إثْمٌ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ؛ إِلاَّ أَعْطَاهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا. قَالُوا: إذًا نُكْثِرُ. قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ


“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan sesuatu, dan doanya tidak mengandung dosa atau untuk memutus hubungan silaturahim; melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal;


Allah menyegerakan doanya terkabul, atau Allah menyimpan balasannya di akhirat, atau Allah menghindarinya dari kebu…

INFORMASI

*TABLIGH AKBAR BELA PALESTINA

AHAD 19 NOVEMBER 2023*


“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (Al Hujurat: 10)

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)” (HR Bukhari dan Muslim)


Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh


Saudaraku seiman…..

Anda pasti mengetahui ribuan saudara kita di Gaza Palestina telah menjadi syuhada, puluhan ribu terluka, dan kota Gaza porak poranda  akibat kedzaliman dan kebrutalan tentara  Zionis Yahudi laknatullah 'alaihim. 


Tidak patut kita bungkam dan berdiam diri atas nestapa yang mereka alami. 


Mar…

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 215


Harits Bin Hisyam Ra


Ketika terjadi Fathul Makkah, Harits bin Hisyam dan Abdullah bin Abu Rabiah datang ke rumah Ummu Hani bin Abi Thalib yang telah memeluk Islam, untuk meminta perlindungan, dan Ummu Hani bersedia. Tak lama berselang datang Ali bin Abi Thalib untuk menjenguk saudaranya itu. Melihat dua orang musyrik ini, ia menodongkan pedangnya tetapi dihalangi oleh Ummu Hani. Setelah melaporkan kepada Nabi SAW, Ummu Hani memberitahukan bahwa keduanya aman dengan jaminan perlindungan darinya, Harits dan Abdullah-pun pulang ke rumahnya masing-masing.


Suatu kali, Harits bin Hisyam dan Abdullah bin Abu Rabiah berada di suatu majelis dengan pakaian yang berbau wangi za'faran. Aneh memang, masih tetap dalam kekafiran dan dal…

https://www.youtube.com/live/id-z_cCpJnc?si=AG1RUsPBY87CXi55


Terus dukung channel ini dengan cara like, komen, share dan subscribe semoga menjadi Amal Jariyah buat kita semua Aamiin.


Salurkan Infaq/Sedekah terbaik anda melalui :

Bank Syariah Indonesia (BSI) :

66 000 999 80 a/n Masjid Ar-Rahman


📞 Konfirmasi Transfer :

wa.me/+6281351440030

(Ust. Husin Musa, S.Ag, M.Pd)


🤳🏻 WA Grup Ar-Rahman TV : https://chat.whatsapp.com/B6G4Gc8I5105Ney5GjSlcj


Instagram : https://instagram.com/masjid_ar_rahman_bjm?igshid=MzMyNGUyNmU2YQ==


Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=61550606648823&mibextid=ZbWKwL


Youtube : https://youtube.com/@ar-rahmanmuh?si=EXWoNc2tpuvfZIAy


♨ SUMBER INFO : 

Ta'mir Masjid Ar Rahman

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 216



Miqdad Bin Amr Al Aswad Ra


Miqdad bin Amr al Aswad termasuk dalam kelompok sahabat yang mula-mula memeluk Islam, sehingga ia termasuk dalam kelompok as sabiqunal awwalun. Ia bukan termasuk golongan terkemuka sehingga ia mengalami berbagai penyiksaan dan sasaran kemarahan dari kaum Quraisy, karena pilihannya memeluk Islam. Tetapi semua penderitaan itu tidaklah menambah kecuali kemantapan imannya.


Pada masa awal tinggal di Madinah, Nabi SAW membagi sahabat Muhajirin dalam kelompok yang terdiri dari sepuluh orang, yakni untuk mereka yang tidak tinggal dengan orang-orang Anshar, tetapi tinggal di serambi masjid sebagai Ahlu Shuffah. Miqdad berada dalam satu kelompok dengan Nabi SAW, dan ada tiga ekor kambing yang dapat dipera…

EMBUN PAGI

Senin, 20 November 2023

7 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~


🍏

Banyak mengingat Allah merupakan tanda keimanan


Al Imam Ibnul Qayyim -Muhammad bin Abi Bakar, wafat 751 H- rahimahullahu ta’ala mengatakan,


كثرة ذكر الله عز وجل أمانٌ من النفاق ، فإن المُنافقين قليلوا الذكر لله ، قال الله تعالى في المنافقين : ( ولا يذكرون الله إلا قليلا ).


“Memperbanyak mengingat Allah Azza Wa Jalla merupakan tanda dijauhkan dari kemunafikan, karena orang-orang munafik, mereka sangat sedikit mengingat Allah.  Allah ‘Azza wa Jalla berfirman tentang kaum munafikun,


﴿وَلَا یَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِیلࣰا﴾ [النساء ١٤٢]


“Dan mereka tidaklah mengingat Allah melainkan hanya sedikit saja.” (QS. An-Nisaa : 142)


Sumber: al-Waabilus Shayyib (hal. 161)


📲 alilmoe:


▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️…

TAUSIAH SINGKAT TAPI PADAT MAKNANYA

ONE DAY ONE HADITS

Senin, 20 November 2023 / 6

Jumadil ula 1445


Keutamaan Sayyidul Istighfar


عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَيِّدُ الْاِسْتِغْفارِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ : اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ …

Ustadz Rahmat Baequni:

KENAPA SALAFI WAHABI TIDAK MAU BANTU PALESTINA

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 217



Ubaidah Bin Harits Ra


Sebelum perang Badar mulai pecah dan dua pasukan sedang berhadapan, tokoh kafir Quraisy, Utbah bin Rabiah, menantang duel satu persatu. Majulah putranya, Walid bin Utbah dan Ali bin Abi Thalib maju menghadapinya dan Ali berhasil membunuhnya. Kemudian majulah saudaranya Syaibah bin Rabiah dan paman Nabi SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib melayani tantangannya dan dengan mudah membunuhnya pula 


Melihat anak dan saudaranya tewas di hadapannya, Utbah sendiri yang maju menuntut balas. Kali ini ia dihadapi oleh Ubaidah bin Harits. Mereka laksana dua tiang yang kokoh, saling beradu pukulan dan tampaknya kekuatan mereka seimbang. Ubaidah berhasil memukul pundak Utbah hingga patah, tetapi Utbah berhasil memotong …

ONE DAY ONE HADITS

Selasa, 21 November 2023 / 7

Jumadil ula 1445


Pentingnya Mengenal Keburukan 


عَنْ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَان رضي اللَّه عنهِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِ…

EMBUN PAGI

Selasa, 21 November 2023

8 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~


🍏

Diam Juga Perlu Belajar.. 


Abu Adz-Dzayyal rahimahullah berkata,


ألا في الصمت خصلتان: تدفع به جهل من هو أجهل منك وتعلم به من علم من هو أعلم منك


"Ketahuilah dalam diam ada dua faedah,


1. Dengannya engkau menolak kejahilan orang yang lebih jahil darimu. 


2. Dengannya engkau akan meraih ilmu dari orang yang lebih berilmu darimu."

Az-Zuhd, Ibn Abi Ashim (hlm. 51)


🍎

Para salaf mengingatkan tahapan utama di dalam menuntut ilmu itu banyak diam dan menyimak. 


Bukan banyak bicara apalagi memotong pembicaraan atau banyak berkomentar.


Siapa yang tak pandai mengendalikan nafsu lidahnya untuk berbicara maka dia akan terhalang dari banyak faedah ilmu yang dituturkan seorang alim kepadanya.


/ma…

Terimakasih pa Ali , bs gbng lg 😃🙏🙏🙏

MasyaAllah Lautan manusia menunggu untuk diIslamkan di Marseille Perancis. Beberapa minggu lalu hampir seluruh penduduk Irlandia utara masuk agama suci islam......smoga² di Amerika segera menyusul juga nnti insyaAllah 🤲

💫💚 TELAH SAH KITA SEKARANG BERADA DI ZAMAN KE-4 SEPERTI YG DI NYATAKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW :


Tidak terasa kita hidup dipenghujung Zaman. 

Rasul SAW Berkata : 

“ZAMAN ITU DI BAGI 5”.


1. Zaman Nubuwwah_

(zaman kenabian diawali dr zaman Nabi Adam AS sampai Baginda Nabi Muhammad SAW)


2. Zaman Khilafah 1_

(dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra).


3. Zaman Al-mulk Kerajaan_ (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani di Turki,  kalau di Indonesia : Majapahit, Sriwijaya, Galuh, dsb nya).


4. Zaman Jababiro_

(Zaman kebebasan maksiat dimana-mana dan inilah zaman kita hidup sekarang). 

Fitnah² bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin (era fitnah terbesar akan terjadi saat Dajjal muncul), Org² yg tdk layak/zalim menjadi penguasa (pemimpin), …

ini baru tausyiah yg keren & mantab..👍                                                   dihadirin oleh ganjar, mahfud dan puan & para santri2..

Capres blusukan ke pesantren 😄 handak minta pilih 😇

Masya Allah....Dengan karunia Allah, kini pandangan orang2 barat terhadap Islam mulai berubah ke arah yg positif🙏🙏

Allah akan selalu bersamamu🙏🏻

https://sck.io/p/oWLdjhML

He he he

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 218#1



Zaid Bin Su'nah Al Israili Ra


Zaid bin Su'nah al Israili adalah seorang pendeta Yahudi. Ia telah menyaksikan tanda-tanda kenabian yang diramalkan dalam kitab Taurat ada pada diri Nabi SAW, kecuali dua hal, yaitu kesabaran beliau dalam mengatasi suatu perbuatan bodoh, dan suatu perbuatan bodoh yang menimpa beliau, tidaklah membuat beliau bertambah kecuali kesabarannya. Ia menunggu kesempatan agar bisa menyaksikan sifat-sifat tersebut sehingga lengkaplah tanda-tanda itu sebagaimana dimuat dalam Taurat.


Suatu saat ia melihat Nabi SAW keluar dari rumah istrinya diikuti oleh Ali bin Abi Thalib. Seorang badui mendatangi beliau, masih tetap di atas tunggangannya, sang badui ini berkata, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai beberap…

ONE DAY ONE HADITS

Rabu, 22 November 2023 / 8

Jumadil ula 1445


Sifat  Takut dan Harap 


عن انس بن مالك رضي الله عنه قال :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى شَابٍّ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ فَقَالَ كَيْفَ تَجِدُكَ قَالَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنِّي أَرْجُو اللَّهَ وَإِنِّي أَخَافُ ذُنُوبِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ


Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata :

Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam datang kepada seorang pemuda yang hendak meninggal, maka beliau berkata: “Bagaimana keadaanmu?” Pemuda itu menjawab: “Demi Allah ya Rasulullah, sungguh saya sangat berharap kep…

EMBUN PAGI

Kamis, 23 November 2023

10 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~


🍏

Ujian keimanan seorang hamba, beratnya mengerjakan kebaikan dan mudahnya mengerjakan dosa


Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu Ta’ala berkata :


وقـد سـئل بعـض السّـلف عـن سـبب ثقـل الحسـنة وخـفّة السّـيّئة


Telah ditanyakan kepada Ulama Salaf, mengapa ketika melakukan kebaikan itu terasa berat sedangkan ketika melakukan dosa terasa ringan?


🍎

Mereka mengatakan,


لأنّ الحسـنة حضـرت مـرارتها وغـابت حـلاوتها فـثقلت فـلا يحمـلنّك ثقـلها عـلى تركـها


“Karena kebaikan itu pahitnya dirasakan di awal sedangkan rasa manisnya (balasannya) belum terlihat, sehingga terasa berat untuk dikerjakan. Maka janganlah rasa berat itu mendorongmu untuk meninggalkannya.


والسّـيّئة حضـرت حـلاوتها وغـابت مـرارته…

ONE DAY ONE HADITS

Kamis, 23 November 2023 / 9

Jumadil ula 1445


Allah Yang Maha Pengampun


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

« إِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا – وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا – فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ – وَرُبَّمَا قَالَ أَصَبْتُ – فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِى . ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ، ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا أَوْ أَذْنَبَ ذَنْبًا ، فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ – أَوْ أَصَبْتُ – آخَرَ فَاغْفِرْهُ . فَقَالَ أَعَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِى ، ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَذْنَبَ ذَنْبًا – وَرُبَّمَا قَالَ أَصَابَ ذَنْبًا – قَالَ قَالَ رَبِّ أَصَبْتُ – أَوْ …

Zionist teroris  melakukan pembantaian terhadap pengungsi anak anak dan perempuan , di sekolah Al Fakhoura Gaza utara 😔 sebarkan jgn berhenti di kita..biar dunia tahu biadabnya zionis teroris laknatullah

‎‎‎‎‎‎‎‎RENUNGAN TAHAJUD : Jum'at, 10 Jumadil Awal 1445H / 24 Nopember 2023M


        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎

‎اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْه

النُّشُوْرِ


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


    ۗ  اِنَّ  الصَّلٰوةَ  تَنْهٰى  عَنِ  الْفَحْشَآءِ  وَا لْمُنْكَرِ  ۗ وَلَذِكْرُ  اللّٰهِ  اَكْبَرُ    ۗ وَا للّٰهُ  يَعْلَمُ  مَا  تَصْنَعُوْنَ


"..Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45).


Sahabat2 Tahajud;


Sebuah amalan ringan, namun sarat pahala, yang tidak selayaknya disepelekan seorang…

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 218#2



Zaid Bin Su'nah Al Israili Ra


Rasulullah memandang Zaid dengan tenang dan sabar, lalu berkata,"Hai Umar, kami lebih membutuhkan selain kemarahanmu itu. Sebaiknya kamu menyarankan kepadaku untuk menunaikan/membayar utangnya dengan baik, dan kamu menyarankan kepadanya untuk menagih dengan cara yang baik. Pergilah bersamanya Umar, lalu berikan haknya dan lebihkan pembayaran utangnya dengan duapuluh sha' kurma sebagai ganti tindakanmu yang membuatnya takut.”


Umar pergi ke tempat seperti diperintahkan Nabi SAW, dan Zaid pergi mengikuti Umar. Setelah utang dibayar dengan jumlah kurma yang dijanjikan, Umar menambahkannya duapuluh sha' lagi. Zaid bertanya, "Apakah maksud tambahan ini, hai Umar?"


"Rasulullah memerintahkan aku m…

ONE DAY ONE HADITS

Jum'at, 24 November 2023 / 10

Jumadil ula 1445


Dua Nikmat Sehat dan Sempat Seringkali Manusia Tertipu


عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ


Dari Abdullah bin 'Abas Semoga Allah meridhoi keduanya dari Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda, 

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412)


Pelajaran yang terdapat didalam hadist :


1- Ibnu Baththol mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu sempat dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu d…

Khusus Untuk Ibu Guru... Curhatan suami....

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 219



Ulbah Bin Zaid Bin Haritsah Ra


Ketika Nabi SAW menyeru kepada para sahabat untuk bersiap-siap berangkat ke Tabuk sekaligus memobilisasi sedekah/dana, Ulbah bin Zaid merasa amat bersedih karena ia tidak memiliki apapun, baik harta ataupun kekuatan untuk memenuhi panggilan Nabi SAW. 


Pada suatu malam, iapun keluar menuju tempat yang sepi. Ia shalat sunnah sebanyak yang ia mampu. Usai shalat, sambil menangis ia berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memerintahkan jihad dan Engkau memberikan dorongan untuk itu, tetapi Engkau tidak memberikan bekal dan memberikan kekuatanpadaku. Tidak juga Engkau berikan kendaraan pada RasulMu yang dapat aku tunggangi… Ya Allah, sesungguhnya aku sedekahkan kepada semua kaum muslimin, seg…

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 220



Mu'adz Bin Amr Bin Jamuh Ra Dan Mu'awidz Bin Afra Ra


Ketika perang Badar sedang berkecamuk dengan sengitnya, dua orang pemuda Anshar menghampiri Abdurrahman bin Auf RA yang berada di ujung tombak pasukan, salah satunya bertanya, "Wahai paman, tunjukkan padaku mana yang namanya Abu Jahal?"


Ketika Abdurrahman bin Auf menanyakan keperluannya dengan Abu Jahal, pemuda tersebut, yang adalah Mu'adz bin Amr bin Jamuh RA, dengan semangat menjawab, "Kudengar ia suka mencaci maki Rasulullah SAW, demi Allah yang diriku di tanganNya, jika aku sudah melihatnya, takkan kubiarkan ia lolos hingga siapakah di antara kami berdua yang terlebih dahulu mati...!!"


Ibnu Auf melihat kepada pemuda satunya, pemuda ini, yang tak lain adalah Mu'awid…

ONE DAY ONE HADITS

Sabtu, 25 November 2023 / 11

Jumadil ula 1445


Nasehat Kepada Setiap Muslim 


عن جرير بن عبد الله رضي الله عنه قَالَ: بَايَعْتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم عَلَى إقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، والنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. 


Dari Jarir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah berbaiat (berjanji setia) pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya menegakkan shalat, menunaikan zakat dan memberi nasehat kepada setiap muslim.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 57 dan Muslim no. 56).


Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:


1- Ini menunjukkan bahwa saling menasehati itu didasarkan karena kita muslim adalah bersaudara sehingga kita ingin agar saudara kita pun menjadi baik. 

2- Dan juga menunj…

https://youtu.be/NW2kj4mEaJM?si=EqWgUhQYvYBQet10

EMBUN PAGI

Sabtu, 25 November 2023

12 Jumadil Awwal 1445

~~~~~~~


🍏

Syeikh Ibnu Baz rahimahullah berkata:


"Barangsiapa mengisi waktunya dengan zikir, membaca Al-Quran, berteman dengan orang shalih, menjauhi orang yg lalai, niscaya hatinya akan tenang dan lembut." [Majmu' Fatawa, 5/244]


Di antara sumber ketenangan hati dan ketentraman jiwa yang hakiki adalah dengan berzikir kepada kepada Allah Ta’ala dan membaca Al-Quran.


🍎

Allah Ta’ala berfirman:


الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ


“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar-Ra’du: 28]


Artinya dengan kita berziki…

Pawai hari guru di Pelaihari

Mohon bisa dikirimkan ke WA Group yang lain, keikhlasan utk mengirimkan semoga menjadi ibadah juga.!. Aamiin YRA.!.

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 221



Seorang Lelaki Ahli Surga


Ketika sedang bersama beberapa sahabat, tiba-tiba Nabi SAW berkata, "Sebentar lagi akan lewat di depan kalian, seorang lelaki Ahli Surga"


Tak lama kemudian lewat seorang lelaki Anshar yang jenggotnya masih basah oleh air wudlu sambil menenteng sandalnya. Esok harinya Rasullullah SAW mengatakan hal yang sama dan kemudian lewatlah lelaki tersebut. Begitupun pada hari ketiganya, kejadian yang sama berulang, Nabi menyabdakan, dan lelaki itu yang lewat.


Setelah Nabi SAW beranjak pergi, Abdullah bin Umar RA mengikuti lelaki tsb. dan bersiasat untuk bisa mengetahui amalannya sehingga Nabi SAW menyebutnya Ahli Surga hingga tiga hari berturut-turut. Abdullah bin Umar  bertamu pada lelaki tsb dan berkata,…

ONE DAY ONE HADITS

Ahad, 26 November 2023 / 12

Jumadil ula 1445


Keutamaan Bacaan Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah


عَنْ أَبِي مُوْسَى – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( أَلاَ أدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الجَنَّةِ ؟ )) فَقُلْتُ : بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : (( لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan kepadaku, “Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu dari simpanan surga?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah).”

(Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari d…

KOMPLOTAN KRISTEN RADIKAL/ANTEK ZIONIS ISRAEL GANGGU DAN SERANG AKSI DAMAI BELA PALESTINA DI MANADO SULUT Sabtu (25/11/2023)


Dessy Lentang


Aksi tadi berlangsung damai dan aman. Diakhiri dengan Sholat Ashar berjamaah, Sholat Ghaib, dan Do'a bersama untuk Palestina. Namun orang-orang buta sejarah yang membuat kekacauan. 


Semua mata melihat, siapa yang Radikal, siapa yang intoleran, siapa yang biadab, siapa yang teroris! Ini yang katanya tanah adat Minahasa, Sitou timou tumpu tou "manusia hidup untuk memanusiakan manusia yang lain". Memang nda ada bedanya dengan zionis. Kami siap Proses!


Tadi kami berada di dalam Ambulance BSM ini, di dalamnya ada bendera Palestina dan bendera Tauhid.


Karena suasana makin kacau, kami di pindahkan di Tronton Kontainer. Ambu…

Kelompok zeonis kresten pendukung israel mengeroyuk pemuda muslim yg sedang melaksanakan aksi damai mendo'akan umat palestina

Mereka membakar dan merobek bendera palestina

Viralkan makhluk ini, biar kita lihat bagaimana kalau sudah tertangkap.

EMBUN PAGI

Senin, 27 November 2023

14 Jumadil Awwal 1445 H

~~~~~~~


🍏

Sami'na wa ato'na


Allah Ta'ala berfirman:


إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ


“Hanya ucapan orang-orang beriman, yaitu ketika mereka diajak menaati Allah dan Rasul-Nya agar Rasul-Nya tersebut memutuskan hukum diantara kalian, maka mereka berkata: sami’na wa atho’na (Kami telah mendengar hukum tersebut dan kami akan taati). Merekalah orang-orang yang beruntung”

(QS. An Nuur: 51)


Dalam menyikapi seruan untuk menerapkan ajaran agama, ada 3 jenis orang:


🍎

1⃣ Ada orang yang "sami'na" saja. 

Ada pengajian dia tidak mau dengar, ada nasehat ia tutup mata dan tel…

ONE DAY ONE HADITS

Senin, 27 November 2023 / 13

Jumadil ula 1445


Takutlah Dengan Doa Orang yang Didholimi


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَشَكِّ فِيْهِنَّ : دَعْوَةُاْلوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


Dari Abu Ghurairota rodhiallohu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallama bersabda:

“Ada tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala -yang tidak diragukan tentang do’a ini-, yang pertama yaitu do’a kedua orang tua terhadap anaknya yang kedua do’a orang yang musafir -yang sedang dalam perjalanan-, yang ketiga do’a orang yang dizhalimi” [Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabaul Mufrad, Abu Dawud, dan Tirmidzi] 


Pe…

Kisah Sahabat Nabi ﷺ


Bagian 222



Amr Bin Jamuh Ra


Amr bin Jamuh RA adalah pemuka dari Bani Salimah, kisah keislamannya termasuk unik. Semua itu berasal dari keisengan dua pemuda Bani Salimah yang telah memeluk Islam, yang salah satunya adalah anaknya sendiri, yaitu Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muadz bin Jabal, keduanya memeluk Islam dan berba'iat kepada Nabi SAW di Aqabah.


Suatu malam, dua orang pemuda ini masuk ke rumah Amr dan mengambil berhala sembahannya. Berhala yang biasa dipanggil "manat" itu dilemparkan ke lubang pembuangan kotoran dalam keadaan menungging, kepala menghunjam ke kotoran. Keesokan harinya, Amr marah-marah karena kehilangan tuhannya, iapun mencarinya dan menemukannya di lubang kotoran. Setelah mengambil dan membersihkannya,


Amr meletakkan kembali di tempatnya semula dan berkata kepada berhala itu, "Demi tuhan, jika aku tahu siapa yang melakukan kekejian ini kepadamu, aku pasti akan membalasnya."


Pada malam harinya, kedua pemuda ini mengulang perbuatannya, dan membuangnya pada tempat yang sama. Pada pagi harinya, Amr terbangun dalam keadaan marah-marah karena sekali lagi kehilangan tuhannya. Ia mencarinya dan menemukannya di tempat yang sama. Ia membersihkan dan menempatkannya kembali seperti semula. Kejadian ini berulang sampai beberapa kali. Karena jengkel hal ini berulang tanpa tahu siapa yang melakukannya, ia meletakkan pedang di pundak berhala tersebut dan berkata, "Sesungguhnya aku tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas perbuatan ini. Jika engkau memang mempunyai kekuatan, pertahankanlah dirimu sendiri dengan pedang ini."


Kedua pemuda inipun kembali mengambil berhala tersebut. Melihat ada pedang tergantung, keisengannya-pun bertambah, mereka menggantungkan pula bangkai anjing pada berhala itu, dan kali ini membuangnya pada lubang kotoran dari Bani Salimah yang digunakan oleh orang banyak. Sama seperti sebelumnya, berhala itu dalam keadaan menungging.


Pagi harinya ketika Amr terbangun dan tidak menemukan berhalanya, ia mencari ke tempat biasa, tetapi ia tidak menemukannya di sana. Ketika ia melihat kerumunan orang di lubang kotoran yang lainnya, ia menghampirinya, dan ia mendapati "tuhannya" terhunjam ke kotoran dengan pedang dan bangkai anjing di pundaknya. Amrpun sadar, berhala yang selama ini disembahnya tidak mempunyai kekuatan apa-apa, bahkan untuk mempertahankan dirinya sendiri walaupun senjata tersedia.


Beberapa orang Bani Salimah yang telah memeluk Islam menghampirinya dan menceritakan tentang agama Islam kepadanya, dan akhirnya ia memeluk Islam.


Amr bin Jamuh RA adalah seorang sahabat yang kakinya pincang. Anak-anaknya selalu menyertai Nabi SAW dalam perjuangan membela Islam. Dalam perang Uhud, ia ingin ikut serta seperti anaknya, tetapi kaum kerabatnya melarang, keadaan kakinya dijadikan alasan agar ia tinggal saja di Madinah. Ia hanya bisa berkata, "Sungguh menyedihkan, anak-anakku masuk surga sedangkan aku ketinggalan di belakang."


Istrinya, Ummu Walad, sangat gencar mendorong suaminya untuk mengikuti perang Uhud. Karena itu ketika ia kembali ke rumah, istrinya jadi uring-uringan, ia berkata, "Wahai suamiku, aku tidak percaya mereka melarangmu mengikuti pertempuran itu. Tampaknya engkau takut menyertai mereka dalam pertempuran."


Mendengar penuturan istrinya itu, ia berangkat lagi untuk menemui Nabi SAW. Setelah keluar pintu rumahnya ia menghadapkan wajah ke kiblat dan berdoa, "Ya Allah, janganlah engkau kembalikan aku kepada keluargaku..!"


Ia mengucapkannya dua kali, dan Ummu Walad-pun mendengarnya. Ia melangkahkan kaki menuju masjid, dan setelah bertemu Nabi SAW, ia berkata, "Wahai Rasulullah, aku sangat menginginkan gugur syahid di medan pertempuran, tetapi kaum kerabatku selalu melarangnya. Aku tidak bisa lagi menahan keinginanku, ya Nabi SAW, ijinkanlah aku mengikuti pertempuran ini. Aku berharap dapat berjalan-jalan di surga dengan kakiku yang pincang ini."


Bersambung..

Aamiin ya rabbal 'alamiin

Nah Alhamdulillah dpt org yg menyambati dan mnyuruh membunuhi palestina di video semalam.

Orangnya pina sombong coba lihat gayanya dasar angkoh

Iih pa ali ae.

Asa kyapa kah melihat ong kya ini.

Ya,Jaka ditempat kita tinggal nama saja lagi.

Asli pa syamsul ae.

Iya jar ulun td rasa kya apa kah hati melihat muhax.

Mudahan ae di ramuk buhannya di dalam sel.

Mdhn sidin dpt hidayah dan tobat d jln ALLAH  aamiin 3x

Harus mempertanggung jawaban hal ini di meja hijau / kantor pengadilan  ,

PENJELASAN DAN HADITS SAHIH YANG MENJELASKAN DOA ADALAH IBADAH

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

PAI----Doa merupakan sebuah permohonan dari seorang hamba yang ditujukan kepada Allah SWT. Doa adalah inti ibadah yang mendalam. Doa ialah ibadah yang agung dan amal shaleh yang utama. Bahkan ia merupakan esensi ibadah dan subtansinya. Ibnu Katsir Menafsirkan, “Beribadah kepada-Ku”, yaitu berdoa kepada-Ku dan mentauhidkan-Ku. Kemudian, Allah mengancam mereka yang menyombongkan diri dari berdoa kepada-Nya. Bagi yang mentadaburi al-Qur‟an kan mendapati bahwa Allah telah banyak memberikan motivasi kepada hamba-hamba-Nya untuk selalu berdoa kepada-Nya, merasa rendah diri, tunduk dan mengeluhkan segala kebutuhan kepada-Nya. Dengan demikian doa ialah perkara yang besar dan agung. Sebab, di dalamnya seseorang hamba menampakkan bahwa ia benar-benar fakir dan butuh kepada Allah. Ia tunduk bersimpuh dihadapan-Nya.

Berdoa, Beribadah berdoa adalah ibadah


Doa berasal dari bahasa Arab الدعاء yang memiliki arti permintaan atau permohonan. Dalam perspektif bahasa kata du‟a berasal dari bahasa Arab da‟a-yada‟u-da‟ada‟watun, yang mengandung arti memanggil, mengundang, minta tolong, meminta dan memohon. Dalam penggunaan sehari-hari, kata du‟a mempunyai beberapa makna, diantaranya adalah: 

a. Raghib al-Ishafahani dalam kitabnya al-Mu’jam li mufradat Alfadzh

Alqur’an al-karim (kamus kosa kata al-Qur‟an) antara lain mengatakan bahwa kata doa sama artinya dengan kata nida’ yakni panggilan. Bedanya kata nida’ terkadang menggunakan kata ya’ tanpa menyembutkan nama orang yang dipanggilnya. Kata du’a dan nida’ terkadang digunakan untuk menujukan salah satu dari kedua arti tersebut.

b. Kata du’a digunakan pula untuk arti memberi nama atau julukan.

c. Kata doa juga berarti menyembah.

d. Kata doa juga berarti permintaan atau permohonan.

Secara istilah, doa adalah permohonan atau permintaan dari seseorang hamba kepada Tuhan dengan menggunakan lafal yang dikehendaki dan dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, atau meminta sesuatu sesuai dengan hajatnya atau memohon perlindungan kepada Allah Swt. Doa yang dimaksud di sini suatu aktivitas ruhaniah yang mengandung permohonan kepada Allah Swt.2 Melalui lisan atau hati, dengan menggunakan kalimat-kalimat atau pernyataan-pernyataan khusus sebagaimana yang tertulis pada al-Qur‟an, as-Sunnah ataupun keteladanan para sahabat Rasulullah Saw, dan orang-orang yang saleh. Dengan penuh harapan agar doa-doa yang dimohonkan akan segera dikabulkan.

Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi menunjukan bahwa do'a merupakan jenis ibadah yang paling penting karena shalat tidak boleh ditujukan kepada Rasul atau wali, demikian pula do'a.

1. Orang yang mengatakan "Ya Rasulullah" atau "Hai orang yang gaib, berilah aku pertolongan dan anugrah," berarti berdo'a kepada selain Allah, meskipun niatnya bahwa yang memberikan pertolongan itu Allah.

Demikian pula orang yang berkata, "Saya sembahyang untuk Rasul atau wali" meskipun dalam hatinya untuk Allah, shalat seperti itu tidak akan diterima, karena ucapannya berlawanan dengan hatinya. Ucapan harus sesuai dengan niat dan keyakinan. Bila tidak demikian maka perbuatannya termasuk syirik yang tidak terampuni selain dengan taubat.

2. Apabila ia mengatakan bahwa yang diniatkan adalah Nabi atau wali itu sebagai perantara kepada Allah, seperti menghadap raja, amak yang demikian itu merupakan menyamakan (tasybih) Allah dengan makhluk yang dhalim. Tasybih seperti itu akan menyeretnya kepada kekufuran. Padahal Allah telah berfirman yang menyatakan kesuciaan Nya daripada persamaan dengan makhluk-Nya baik dari dzat, sifat maupun titah-Nya

Firman-Nya :


"Tidak ada sesuatu pun yang menyamai Allah dan Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat." (Surat Al-Syura : 11).

Menyamakan Allah dengan makhluk adalah penyelewengkan, kufur dan syirik. Bagaimana jadinya kalau menyamakan Allah dengan makhluk yang dzalim? Maha Suci Allah dari perkataan orang yang dzalim itu.

3. Orang-orang musrik pada zaman Nabi Muhammad SAW meyakini bahwa Allahlah pencipta dan pemberi rezki, tetapi mereka berdo'a kepada wali-wali (pelindung) mereka yang berwujud patung.

Mereka beranggapan bahwa patung-patung itu menjadi perantara yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Ternyata Allah tidak mentolerir perbuatan mereka itu bahkan mengkafirkan mereka dengan firman-Nya :


"Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata : Kami tidak menyembah mereka kecuali hanya agar mereka dapat mendekatkan diri kami kepada Allah sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dusta dan ingkar." (Azzumar : 3)

Allah itu dekat dan mendengar, tidak perlu perantara. 
Firman-Nya :


"Apabila hamba-hamba Ku bertanya tentang diriku, jawablah bahwa aku ini dekat." (Albaqarah : 186).

4. Orang-orang musyrik apabila berada dalam bahaya berdo'a hanya kepada Allah saja, tetapi seletah selamat dari bahaya, mereka berdo'a kepada pelindung-pelindungnya berpa patung-patung, sehingga Allah menyebut mereka sebagai orang kafir.
Firman-Nya :


"Dan apabila gelombang dari segenap penjuru menimpa dan mereka sadar bahwa mereka dalam kepungan bahaya, mereka berdo'a kepada Allah dengan ikhlas semata-mata kepada-Nya. Mereka berkata : Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur." (Yunus : 22).

Maka kenapa sejumlah orang Islam berdo'a kepada para rasul dan orang-orang saleh (selain Allah  SWT). Mereka meminta pertolongan daripadanya, baik di waktu susah maupun gembira. Apakah mereka tidak membaca firman Allah :


"Siapa gerangan yang lebih sesat daripada orang yang berdo'a kepada selain Allah, yaitu kepada orang yang tidak dapat memberikan pertolongan sampai hari kiamat, sedang mereka sendiri lalai akan do'a mereka. Dan apabila mereka dikumpulkan pada hari kiamat, niscaya sesembahan mereka itu akan menjadi musuh mereka dan mengingkari permujaan mereka." (Al-Ahgaf : 5-6).

5. Banyak orang yang menyangka bahwa kaum musyrikin yang disebut dalam Al-Qur'an itu adalah orang yang menyembah patung yang terbuat dari batu. Anggapan itu keliru, sebab patung-patung itu dahulunya adalah nama-nama orang shaleh Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA mengenai firman Allah dalam Surah Nuh :


"Dan mereka berkata : jangan sekali-sekali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhanmu dan jangan pula meninggalkan WADDSUWA'A, YAGHUTS, YA'UQ dan NASR (nUH : 23).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa nama itu adalah nama orang-orang shaleh umat nabi Nuh AS. Setelah mereka mati syaitan membisikan kepada para pengikutnya agar di tempat duduk mereka, mereka mendirikan monumen-monumen yang diberi nama dengan nama mereka. Mereka melaksanakannya namun patung-patung itu belum sampai disembah. Setelah pembuatan patung-patung itu mati dan generasi berikutnya tidak lagi mengetahui asal-usulnya, patung-patung itu akhirnya disembah.

6. Allah membantah orang-orang yang berdo'a kepada para Nabi dan wali :


"Katakanlah, panggilan mereka yang kamu anggap tuhan selain Allah. Mereka tidak mempunyai kekuasaan untuk menolak bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Oarang-orang yang mereka seru itu sendiri justru mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat dengan Allah dan juga mengharapkan rahmat-Nya serta takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhanmu itu sesuatu yang patut ditakuti." (Al-Isra : 56-57).

Imam Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat itu turun mengenai kelompok manusia yang menyembah jin dan berdo'a kepadanya. Jin tersebut kemudian masuk Islam. Ada juga yang mengatakan kepada ayat itu turun mengenai orang-orang yang berdo'a kepada Isa Al-Masih dan malaikat.

Dari keterangan-keterang di atas telah jelas bahwa ayat  ini membantah dan mengingkari orang-orang yang berdo'a kepada selain Allah, meskipun kepada nabi atau wali.

7. Ada orang yang menyangka bahwa minta tolong (istighosah) kepada selain Allah itu boleh dengan alasan bahwa yang memberi pertolongan sebenarnya adalah Allah, seperti istighosah kepada rasul dan wali-wali. Ini dikatakan boleh seperti ada orang berkata : Saya disembuhkan oleh obat dan dokter. Pendapat ini salah dan dibantah oleh firman Allah yang mengisahkan do'a Nabi Ibrahim AS :


"Allahlah yang menciptakan aku maka Dialah yang memberi petunjuk kepadaku. Dialah yang memberi makan dan minumku, dan apabila aku sakit Dialah yang menyembuhkanku." (Asyu'ara : 78-79-80).

Ayat ini menerangkan bahw pemberi petunjuk, rezki dan kesembuhan adalah Allah saja bukan yang lain, sedangkan obat hanyalah sebagai sebab saja dan tidak menyembuhkan.

8. Banyak orang yang tidak dapat membedakan antara istighotsah kepada orang hidup dan istighotsah kepada orang mati.
Fiman Allah :


"Tidaklah sama orang yang hidup dengan orang yang mati." (Fathir : 22).


"Nabi Musa dimintai tolong oleh seorang dari golongannya untuk mengalahkan musuh orang itu." (Al-Qashas : 15).

Ayat ini menceritakan tentang seseorantg yang minta tolong kepada Musa agar melindunginya dari musuhnya dan Musa pun menolongnya :


"Dan Musa pun meninjunya sehingga matilah musuh itu." (Al-Qashas : 15)

Adapun orang mati tidak boleh kita meminta tolong kepadanya karena ia tidak dapat mendengar do'a kita. Andaikata ia mendengar pun ia tidak dapat memenuhi permintaan kita karena ia tidak dapat melakukannya. Firman Allah :


"Apabila kamu berdo'a kepada mereka, mereka tidak dapat mendengar do'a kamu dan seandainya mereka dapat mendengar, mereka tidak dapat memenuhi permintaanmu. Dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu." (Fathir : 14).


"Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah itu tidak dapat membuat sesuatu apa pun sedang mereka sendiri dibuat orang. Mereka itu benda mati, tidak hidup dan mereka itu tidak dapat mengetahui kapan para penyembahyang akan dibangkitkan." (Annahl : 20-21).

9. Dalam hadits-hadits saheh tersebut terdapat keterangan bahwa manusia pada hari kiamat nanti mendatangi para nabi untuk meminta syafa'at sampai mereka mendatangi nabi Muhammad SAW untuk meminta syafa'at agar segera dibebaskan. Nabi Muhammad menjawab : Ya, memang saya dapat memberi syafa'at kemudian beliau sujud di bawah arasy dan memohon kepada Allah agar mereka segera dibebaskan dan dipercepat proses penghisabannya. Syafa'at ini adalah permintaan nabi Muhammad SAW dan waktu itu beliau dalam keadaan hidup di mana beliau dapat berbicara dengan mereka lalu beliau memohonkan syafa'at. Itulah yang diperbuat Rasulullah SAW.

10. Argumen yang paling tepat untuk membedakan antara memohon kepada orang mati dan orang hidup adalah apa yang dikatakan oleh Umar bin Khattab  pada waktu terjadi kekeringan dimana beliau meminta kepada Al Abbas paman Rasulullah SAW untuk mendoakan mereka, dan Umar tidak pernah meminta tolong kepada Nabi SAW setelah beliau wafat.

11. Ada sejumlah ulama yang menyangka bahwa tawassul itu sama dengan istighotsah, padahal perbedaan antara keduanya besar sekali. Tawassul adalah berdo'a kepada Allah melalui perantara peseperti : Wahai Allah, denga perantaan cintaku kepadamu dan cintaku kepada Rasulmu bebaskanlah kami. Do'a dengan cara tawassul seperti ini boleh. Istighosah adalah berdo'a ke pada selain Allah seperti : Wahai Rasulullah, bebaskan kami. Ini tidak boleh, bahkan termasuk syirik besar berdasarkan firman Allah :

"Katakanlah (wahai Muhammad), sesungguhnya aku tidak mendatangkan sesuatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak pula suatu kemanfaatan." (Al-Jin : 21).


"Katakanlah, sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun kepada-Nya." (Al-Jin : 20).

Berdasarkan hadits shaheh Riwayat Imam Turmudzi bahwa Rasul Allah bersabda : Apabila kamu minta, mintalah kepada-Ku dan apabila kamu minta tolong mintalah kepada Allah.

Sebuah syair menyebutkan :

kupanjatkan do'a kehadirat Allah semata
semoga selamat dari siksa nan hina
agar terhindar dari duka nestapa
dan kepada-Mu kupohonkan hampura.  

CARA BACAAN DOA QUNUT WITIR YANG BENAR BESERTA LATIN DAN ARTINYA

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Membaca Doa Qunut dalam sholat Witir dianjurkan pada pertengahan kedua bulan Ramadhan. Semua ulama sepakat disunnahkan membaca Qunut di separuh terakhir Ramadhan (dimulai malam tanggal 15 Ramadhan).

Doa Qunut sholat Subuh dan Akhir Ramadhan

Qunut termasuk amalan yang disunahkan dalam shalat. Qunut yang disunahkan ada tiga macam: qunut shubuh, qunut witir pada separuh akhir Ramadhan, dan qunut nazilah. Terkait qunut shubuh, Imam Al-Nawawi dalam Al-Adzkar mengatakan: 

اعلم أن القنوت في صلاة الصبح سنة للحديث الصحيح فيه عن  أنس رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه 

وسلم لم يزل يقنت في الصبح حتى فارقا الدنيا. رواه الحاكم أبو عبد الله في كتاب الأربعين وقال حديث صحيح 

Artinya, “Qunut shalat shubuh disunahkan berdasarkan hadits shahih dari Anas bahwa Rasulullah SAW selalu qunut sampai beliau meninggal. Hadits riwayat Hakim Abu Abdullah dalam kitab Arba’in. 

Ia mengatakan, itu hadits shahih,” (Lihat Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkar, Beirut, Darul Fikri, 1994, halaman 59). 

Menurut Imam An-Nawawi, qunut shubuh sunnah muakkadah, meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi dianjurkan sujud sahwi, baik ditinggalkan sengaja atau tidak. 

Jika dalam sholat berjamaah, imam dianjurkan mengeraskan suara, sedangkan makmum mengamini doa yang dibaca imam. Imam dianjurkan mengubah lafal "ihdinii" (berilah aku petunjuk) menjadi "ihdina" (berilah kami petunjuk).

Tidak mengapa apabila ditambah dengan doa yang dianjurkan dan baik. Berdoa untuk umat Islam pada pertengahan kedua di bulan Ramadhan dianjurkan. Bahkan hal ini dilakukan para imam zaman Umar radhiyallahu 'anhu.

Terdapat di pengujung hadits Abdurrahman bin Abdun Al-Qari tadi: 

"Mereka melaknat orang-orang kafir pada pertengahan (Ramadhan), Ya Allah, perangilah orang-orang kafir yang menghalangi jalan-Mu, dan mendustakan utusan-utusan-Mu, dan tidak mengimani janji-Mu, cerai beraikan pendapat-pendapat mereka. Dan turunkan ketakutan di hati mereka, dan berikan balasan dan siksa-Mu kepada mereka, (Engkau adalah) Tuhan yang benar. Kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berdoa untuk (kebaikan) umat Islam semampunya. Kemudian memohon ampunan untuk orang-orang mukmin.

Setelah itu memohon ampunan dan permintaan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan (mereka membaca): "Ya Allah hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya KepadaMu kami salat dan bersujud, hanya kepadaMu kami bersegera dan, kami memohon rahmat-Mu wahai Tuhan kami. Dan kami takut akan siksa-Mu yang keras. Sesungguhnya siksa-Mu bagi orang-orang yang memusuhi-Mu pasti akan mengenai." Kemudian takbir dan turun dalam kondisi sujud."

Termasuk sunnah di pengujung Witir (sebelum atau sesudah salam) membaca:

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan rida-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan ampunan-Mu dari siksaan-Mu, dan saya berlindung dengan-Mu dan dariMu. Saya tidak bisa menghitung (untuk) memuji-Mu. Engkau sebagaimana yang telah Engkau puji pada diri-Mu."

Berikut doa Qunut yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada cucu beliau Hasan bin Ali radhiallahu'anhuma, yaitu:

Doa qunut shubuh adalah sebagai berikut: 

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 

Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam. 


Artinya:

Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang telah Engkau lindungi, uruslah aku sebagaimana orang yang telah Engkau urus. Berilah berkah apa yang Engkau berikan kepadaku, jauhkan aku dari kejelekan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan qada’ (ketetapan), dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau cintai tidak akan hina dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia. Maha Suci Engkau, wahai Rabb kami dan Maha Tinggi Engkau. Oleh hal yang sudah Engkau hukum, aku memohon pengampunan dan taubat kepada-Mu. Dan semoga Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad yang ummi, dan semua umat beliau dan para sahabatnya, Semoga Allah menambahkan keberkahan dan keselamatan.

Doa qunut yang disebutkan di atas dibaca pada saat shalat sendiri. Kalau shalat berjamaah, imam dianjurkan mengubah lafal “ihdinî (berilah aku petunjuk)” menjadi “ihdinâ (berilah kami petunjuk)”. Karena dalam pandangan Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in dimakruhkan berdoa untuk diri sendiri pada saat doa bersama. Ia menegaskan: 

وكره لإمام تخصيص نفسه بدعاء أي بدعاء القنوت للنهي عن تخصيص نفسه بدعاء، فيقول الإمام: اهدنا 

Artinya, “Dimakruhkan bagi imam berdoa khusus untuk dirinya sendiri pada saat doa qunut karena ada larangan tentang hal itu. Karenanya, hendaklah imam membaca ‘ihdina,’” (Lihat Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin, Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyyah, 2009 M, halaman 44). Pada saat membaca doa qunut, imam dianjurkan mengeraskan suaranya dan makmum mengamininya. Dianjurkan pula mengangkat kedua tangan sebagaimana doa pada umumnya. Lebih utama lagi, pada saat doa yang mengandung harapan dan permintaan, telapak tangan menghadap ke atas, sementara saat doa yang mengandung tolak bala atau dijauhkan dari musibah yang sedang terjadi, punggung telapak tangan menghadap ke atas. Wallahu a’lam.

* * *

TATA CARA SHOLAT JENAZAH BESERTA DOA-DOANYA YANG BENAR

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat-Mayit, Shalat-jenazah,
Shalat Jenazah
Sisa-Harimanusia---Salah satu sholat yang wajib dilaksanakan adalah sholat jenazah. Menshalati jenazah seorang muslim hukumnya fardhu/ wajib kifayah, karena adanya perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beberapa hadits. Di antaranya hadits Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan: “Didatangkan jenazah seorang lelaki dari kalangan Anshar di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam agar beliau menshalatinya, ternyata beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalatilah teman kalian ini, (aku tidak mau menshalatinya) karena ia meninggal dengan menanggung hutang.” Mendengar hal itu berkatalah Abu Qatadah: “Hutang itu menjadi tanggunganku.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janji ini akan disertai dengan penunaian?”. “Janji ini akan disertai dengan penunaian,“ jawab Abu Qatadah. Maka Nabi pun menshalatinya”. Berikut ini akan Admin ringkaskan tentang tata cara  dan Doa-doa dalam sholat jenazah tersebut.

Berikut ini adalah rukun dalam sholat jenzah :

1. Niat
Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).

Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Muttafaq Alaihi).

2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.

3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.

Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali.
(HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)

Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW
6. Doa Untuk Jenazah (dipimpin imam)

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."
(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).

Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :
"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."

7. Doa Setelah Takbir Keempat
Misalnya doa yang berbunyi :
"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."

8. Salam

Berikut ini adalah Tata Cara, Urutan dan Do'a Sholat Jenazah :

1. Lafazh Niat Shalat Jenazah :
"Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa.."

Artinya:
"Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa.."

2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat "Al Fatihah."

3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW : "Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?"

4. Setelah Takbir ketiga membaca:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

atau bisa secara ringkas :

"Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.."

Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia"

5. Setelah takbir keempat membaca:

"Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.."

Artinya:
"Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya"

6. "Salam" kekanan dan kekiri.

Catatan: Jika jenazah wanita, lafazh ‘hu’ diganti ‘ha’.

Demikian tentang tata cara dan do'a sholat jenazah, semoga bisa menambah wawasan dan amaliah pembaca sekalian, terimakasih sudah berkunjung semoga bermanfaat.

Allahummaghfirlahu warhamu wa 'aafiihi wa'fu anhu.

* * *

ADAB BERDOA KEPADA ALLAH SWT AGAR DIKABULKAN

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

cara-berdua, berdoa yang baik, bedua khusu, anak berdoa,
Sisa-Harimanusia---Doa merupakan salah  satu bentuk ibadah yang paling penting, Berdoa artinya memohon atau meminta sesuatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Kita dianjurkan berdoa kepada Allah setiap saat dikarenakan Allah akan selalu mendengar dan mengabulkan atas doa-doa hambanya.

sesuai dengan sabda Rasulullah saw., ”Doa itu adalah ibadah” (H.R. Tirmidzi). Sebagai suatu ibadah, berdoa hendaknya dilakukan dengan cara yang baik dan benar sebagai berikut.

1) Berdoa hanyalah ditujukan kepada Allah Swt. semata-mata, tidak boleh kepada benda-benda lain dan tidak boleh melalui perantaraan orang-orang yang sudah meninggal. Berdoa harus langsung ditujukan kepada Allah Swt. Rasulullah saw. telah memberi nasihat kepada Abdullah bin Abbas dengan sabdanya, ”Hai anak muda, aku akan mengajarimu beberapa kalimat yaitu ”Peliharalah ketetapan Allah niscaya Dia akan memeliharamu. Apabila engkau memohon, memohonlah kepada Allah. Apabila engkau meminta bantuan, mintalah bantuan kepada Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya, seandainya umat berhimpun untuk memberi sesuatu manfaat kepadamu, mereka tidak mampu memberimu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Seandainya pun mereka berhimpun untuk menjatuhkan mudarat kepadamu, mereka tidak mampu menjatuhkannya kepadamu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. untukmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran telah ditutup” (H.R. Tirmidzi).

2) Merendahkan suaranya sekadar dapat didengar sendiri atau orang yang ada di sisinya. Allah Swt. memuji Nabi Zakaria a.s. ketika beliau berdoa kepada Allah Swt., ”Inilah peringatan rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria. Seketika dia menyeru Tuhannya dengan seruan yang lemah lembut” (Q.S. Maryam: 2-3).

3) Berdoa harus disertai dengan usaha. Ali bin Abu Thalib r.a. berkata, ”Orang yang berdoa tanpa berusaha seperti pemanah tanpa busur.”

4) Merendahkan diri dan menundukkan hati. Allah Swt. berfirman, ”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Q.S. Al A’raf: 55).

5) Hendaknya meminta yang pantas dan bermanfaat bagi dirinya. Seperti halnya doa Nabi Ibrahim a.s. yang meminta agar diberi anak yang saleh dan doa Nabi Muhamad saw. yang meminta agar diberi kemenangan pada Perang Badar.

6) Sebelum berdoa, hendaknya memuji Allah Swt. dan membaca selawat untuk Rasulullah saw. Beliau bersabda, ”Apabila salah seorang di antara kamu berdoa, hendaklah dia memulai dengan memuji Tuhannya yang Mahasuci lalu berselawat untuk Nabi Muhammad saw. Kemudian, berdoalah sesuai dengan yang diinginkan.” (H.R. Abu Daud dan Tirmidzi).

7)  Memakai bahasa yang sederhana yang menunjukkan kerendahan hati. Lebih baik doa itu singkat dan padat. Tidak perlu dipanjang-panjangkan seperti orang berpidato atau membaca puisi. Lebih utama doa yang terdapat dalam Al Qur’an atau As Sunnah. Aisyah berkata, ”Rasulullah saw. menyenangi doa yang padat dan singkat dan meninggalkan doa yang tidak demikian” (H.R. Abu Daud).

Aisyah juga berkata, ”Jauhilah sajak dalam berdoa, karena Rasulullah saw. dan para sahabat tidak melakukan hal tersebut” (H.R. Ahmad).

8) Melaksanakan adab batin dalam berdoa yaitu menghadapkan diri sepenuhnya kepada-Nya dan berdoa kepada Allah Swt. dengan ikhlas. Allah Swt. berfirman, ”Maka sembahlah Allah Swt. dengan ikhlas kepadanya” (Q.S. Al-Mu’min: 65).

9) Yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah Swt.. Tidak kecewa dan tidak gelisah bila doanya belum dikabulkan.

10)  Sering berdoa kepada Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda, ”Tidak ada di bumi ini seorang muslim yang berdoa kepada Allah Swt. kecuali pasti Allah Swt. akan memberikan kepadanya, atau memalingkan kejelekan darinya, selama dia tidak berdoa untuk kejelekan dan memutuskan silaturrahim.” Lalu ada seseorang bertanya: ”Dengan demikian kita harus memperbanyak doa?” Rasulullah saw. menjawab, ”Allah Swt. Mahabanyak (rahmat-Nya)” (H.R. Tirmidzi). Maka dari itu, kita harus sering  berdoa kepada Allah Swt.

11) Isi doa harus baik. Misalnya memohon ampun, memohon kesehatan, dan memohon anak yang saleh. Tidak boleh mendoakan yang jelek untuk orang lain kecuali orang tersebut benar-benar zalim.

Rasulullah saw. bersabda, ”Apabila seseorang mengutuk (mendoakan keburukan) terhadap sesuatu, kutukan itu mengarah ke langit, tetapi pintu-pintu langit tertutup baginya. Kemudian kutukan itu turun ke bumi, tetapi pintu-pintu bumi juga tertutup baginya. Lalu, dia mengarah ke kanan dan ke kiri, kalau dia tidak mendapat tempat yang sesuai, dia menuju kepada orang yang dikutuk. Kalau yang dikutuk itu wajar menerimanya, jatuhlah kutukan itu atasnya. Kalau tidak wajar, ia kembali menimpa orang yang mengutuk” (H.R. Abu Daud).

Bagi orang yang benar-benar dianiaya, dia diperbolehkan untuk berdoa kepada Allah Swt. agar orang yang menganiaya tersebut mendapat hukuman dari Allah Swt.  Rasulullah saw. bersabda, ”Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak yaitu orang yang berpuasa hingga berbuka, penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya” (H.R. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Doa tersebut pasti diterima sesuai dengan sabda Rasulullah saw. berikut, ”Sesungguhnya Allah Swt. itu Maha Hidup lagi Maha Pemurah.  Apabila seseorang menengadahkan kedua tangannya untuk berdoa, Dia malu untuk menolaknya dalam keadaan hampa dan sia-sia”  (H.R. Tirmidzi).

Rasulullah pun bersabda, ”Janganlah kalian pesimis dalam berdoa, karena sesungguhnya seseorang sekali-kali tidaklah akan celaka dengan sebab berdoa” (H.R. Hakim).

Seandainya doa tidak dikabulkan, maka Allah Swt. akan menggantinya dengan karunia lain yang lebih baik sebagaimana sabda Rasulullah saw., ”Tidaklah seorang muslim itu berdoa,  yang tidak dicampuri dosa dan dalam keadaan tidak memutuskan tali silaturahmi, melainkan Allah Swt. memberi kepadanya salah satu dari tiga hal: adakalanya doanya dikabulkan dengan segera ( langsung ), disimpan untuk di akhirat, atau dengan doa tersebut, ia dijauhkan dari keburukan sebesar kebaikan yang dimohonkannya” (H.R. Ahmad).

Demikianlah tentang adab berdoa yang semoga bisa dikabulkan oleh Allah SWT, terimakasih atas kunjungan dan kesediaan membaca artikel ini, semoga bermanfaat

METODE TASKHISH UNTUK MENGETAHUI MARKAZ JIN DALAM TUBUH

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bismillah...

Setelah sekian waktu saya agak pasif menulis tentang faidah pengobatan yg saya ambil dari para masyayikh dan kitab2 yg ada, maka pada hari ini atas rahmat Allah Ta'ala akan saya tuliskan tatacara mengetahui tempat persembunyian jin melalui gejala yg dialami pasien tanpa harus menekan-nekan hingga membuat sakit pasien atau membentak-bentak hingga membuat telinga terasa penging...

1.Jika mereka bersarang di PARU-PARU, maka manusianya akan terasa sakit di pundak, nafas pendek, banyak mengeluarkan balgham (dahak), batuk2, tangan dan kaki terasa dingin, telapak tangan panas, dan sering gelisah serta pelupa

2.Jika mereka bersarang dan menyerang USUS BESAR, maka manusianya akan merasa pundak kaku, sembelit, diare, kulit gatal, sakit gigi, sakit kepala, tenggorokan nyeri, mudah terserang flu, gampang ngambek

3.LAMBUNG : manusianya akan sering timbul sariawan di mulut, bibir kering, kelebihan atau kadang tidak nafsu makan, tangan dan kaki terasa berat, perut sering kembung, kulit berwarna kekuningan

4.LIMPA : sering diare, menstruasi tdk teratur, alergi air, obesitas, slalu ingin makan manisan, kaki sering dingin, sukar mencerna, sering kelelahan yg sangat

5.JANTUNG : Kulit memerah, jantung suka berdebar, tangan sama kaki terasa lemas, telapak tangan panas, hidung bengkak,insomnia, keringat terlalu banyak keluar, pemarah, suka sensi

6.GINJAL : Masalah pernapasan, kerongkongan bengkak, nyeri sendi, gangguan pada alat vital, gampang capek, lemas, sering cemas, berkeringat di malam hari

7.KANDUNG KEMIH : sering sakit kepala, leher kaku, punggung sakit, sering gugup dan cemas, gelisah, sering kencing, menguap terus, tangan sering gemetar sendiri...

Untuk lebih memantapkannya bisa langsung mengarahkan tiupan atau tangan ke area yg bersangkutan sambil diruqyah, insya Allah akan dikeluarkan penyakit beserta jinnya dari dalam tubuh oleh Allah Ta'ala...

Pelajari cara2 metode taskhish yg lain di kajian ARSYADA di kota2 anda....
smile emotikon

Barakallaahu fiikum...
Smoga yg secuil ini bisa bermanfaat bagi kita semua...

Muhibbukum fillah..
Khaadimul ummah, Muhammad Faizar Hidayatullah

Sumber: Facebook Muhammad Faizar

PENGERTIAN ZAKAT FITRAH

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Salah satu dari rukun Islam yang harus kita tunaikan adalah Berzakat. Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu, zakat merupakan perwujudan dari rukun Islam yang ke tiga. Karea itu pelaksanaan zakat mewujudkan bentuk tanggung jawab umat Islam terhadap sesama umat Islam yang membutuhkan. Secara bahasa zakat artinya bersih atau suci. Zakat membersihkan atau menyucikan jiwa manusia dari sifat-sifat buruk yang disebabkan karena harta yang berlebihan. Maka dengan begitu zakat adalah sebuah upaya memberikan sejumlah harta tertentu kepada orang yang berhak menerima dengan beberapa syarta tertentu. 

Menurut jenisnya zakat terdiri dari dua macam yaitu zakat harta atau zakat mal dan zakat fitrah. 

A. Pengertian Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah zakat berupa makanan pokok, yang wajib dikeluarkan setiap orang Islam dewasa maupun anak-anak menjelang Idul Fitri. Bentuk dan maharnya bisa berupa makanan pokok yang mengenyangkan seperti beras, gandum, jagung, sagu dan sebagainya. Zakat fitrah di sebut juga zakat abdan atau zakat nafs yaitu zakat yang berkaitan dengan badan atau diri seseorang, maksudnya zakat untuk membersihkan atau menyucikan badan atau diri si pembayar zakat, setelah melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Untuk memudahkan pelaksanaan zakat fitrah di Bulan Ramadhan, maka di bentuklah panitia zakat fitrah yang di sebut Badan Amil Zakat Infak dan Shodaqoh (BAZIS). Panitia ini berfungsi mengumpulkan zakat fitrah dan menyalurkannya kepada yang berhak menerima, meskipun bisa juga dengan memberikan langsung kepada orang-orang yang berhak menerima.

B. Ketentuan Zakat Fitrah

Zakat fitrah diwajibkan bagi seluruh umat Islam yang mampu, baik laki-laki atau perempuan dewasa maupun anak-anak. Hukumnya Fardu 'Ain bagi setiap orang yang memenuhi syarat. Perintah zakat diterima Nabi Muhammad saw pada tahun ke dua Hijriyah. 

"Dan laksanakanlah shalat dan tunaiakn zakat serta rukuklah bersama orang-orang yang rukuk."     
(Al Baqarah [2]: 43)

Ayat tersebut menjelaskan kepada kita bahwa shalat dan zakat tidak dipisahkan. Sehingga umat Islam harus melaksanakannya.

1. Syarat Wajib Zakat Fitrah

Syarat wajib zakat fitrah bagi muzaki (orang yang wajib zakat) adalah sebagai berikut: 
a. Beragama Islam: selain orang yang beragama Islam tidak wajib membayar zakat fitrah
b. Orang tersebut masih hidup saat terbenamnya matahari di akhir Bulan Ramadhan. Orang yang mati sesudah terbenam matahari di akhir Ramadhan ia wajib dizakati, tetapi jika mati sebelum matahari terbenam maka ia tidak wajib di zakati. Anak yang lahir sebelum matahari terbenam ia wajib di zakati tetapi apabila terlahir sesudah matahari terbenam, maka dia tidak wajib dizakati. Begitu juga yang nikah sesudah matahari terbenam maka mereka tidak wajib melaksanakan zakat fitrah, namun nagi mereka yang menikah sebelum matahari terbenam, mereka harus membayar zakat fitrah. 
c. Memiliki kelebihan makanan untuk diri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Zakat fitrah dikeluarkan apabila telah mencapai nisab, yaitu batas jumlah pemilikan harta yang harus dizakati. Nisab zakat fitrah yaitu memiliki kelebihan makanan sehari semalam bagi diri dan seluruh anggota keluargayang menjadi tanggungannya pada saat Idul Fitri.

2. Waktu membayar zakat fitrah
Kewajiban membayar zakat fitrah bagi seorang muzaki adalah sebagai berikut:
a. Waktu mubah atau waktu yang diperbolehkan yaitu sejak awal bulan Ramadhan sampai akhir bulan Ramadhan.
b. Waktu wajib atau waktu yang baik mulai terbenanya matahari di akhir BUlan Ramadhan sampai waktu Subuh.
c. Waktu Sunah yakni waktu yang paling baik sesudah Sholat Subuh sampai sebelum Shalat Idul fitri
Zakat fitrah yang dibayarkan sesudah sholat Idul fitri adalah seperti sedekah biasa

3. Banyaknya zakat fitrah
Zakat fitrah bagi setiap jiwa sebanyak 3,1 liter atau 2,5 kg, zakat fitrah berujud makanan pokok penduduk setempat atau makanan yang mengenyangkan. Seorang kepala keluarga disamping membayar zakat fitrah untuk dirinya ia sendiri juga wajib membayar zakat fitrah utuk tanggungannya seperti isteri, anak, orangtua dan pembantu rumah tangga.

4. Mutu zakat fitrah yang dikeluarkan
Makanan pokok yang dikeluarkanuntuk zakat firah harus sama dengan mutu makanan yang dimakan sehari-hari, misalnya jika beras yang dimakan senilai Rp.7.000,; per kg, maka zakat yang dikeluarkan harus seharga beras tersebut.

C. Penerima Zakat Fitrah

Pada dasarnya penerima zakat fitrah (mustahik) adalah sesuai dengan firman Allah swt seperti dalam Al Quran Surat At Taubah ayat 60, namun yang diutamakan adalah fakir miskin. Golongan tersebut adalah:
1. Fakir ialah orang yang tidak memiliki harta dan tidak mempunyai pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari
2. Miskin adalah orang yang memiliki harta atau pekerjaan, tetapi selalu kekurangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
3. Amil ialah panitia zakat
4. Mualaf adalah orang yang baru saja masuk Islam dan masih lemah keimanannya
5. Riqab adalah hamba sahaya atau budak
6. Garim adalah orang yang banyak hutangnya dan tidak bisa membayarnya
7. Sabilillah adalah orang yang berjuang menegakkan agamanya Allaah
8. Ibnu Sabil adalah orang yang berada dalam perjalanan jauh (musafir)( untuk tujuan baik dan tidak mempuyai bekal.

Yang tidak berhak menerima zakat fitrah:
1. Orang kaya
2. Keturunan Rasulullah
3. Keluarga muzaki
4. Kafir harbi yaitu orang kafir yang memusuhi Islam

D. Hikmah Zakat Fitrah

Hikmah yang dapat diambil dari zakat fitrah adalah sebagai berikut:
1. Membersihkan diri bagi pembayar zakat fitrah.
2. Menolong orang kesusahan agar beribadah
3. Memberi kebahagiaan bagi orang-orang miskin pada saat idul fitri
4. Menjalin hubungan kasih sayang antara yang kaya dengan yang miskin
5. Sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah yang kita terima.

Demikian pengertian zakat fitrah ini, semoga bermanfaat. terimakasih, wassalam...

Sumber : dari berbagai sumber !!



Cari Artikel