DIBALIK KISAH KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 



Berikut adalah kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW:


Pada tahun 570 Masehi, di kota Mekah, Arab Saudi, seorang bayi laki-laki yang akan menjadi pembawa cahaya dan kebenaran bagi seluruh alam, dilahirkan. Bayi tersebut adalah Muhammad bin Abdullah, yang kemudian dikenal sebagai Nabi Muhammad SAW.


Kelahiran Nabi Muhammad SAW dikelilingi oleh peristiwa-peristiwa ajaib:


# Peristiwa Ajaib

1. Cahaya yang terang: Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, cahaya terang memancar dari tubuhnya, menerangi seluruh kota Mekah.

2. Gempa bumi: Gempa bumi kecil terjadi saat kelahirannya, menandai perubahan besar yang akan terjadi.

3. Pohon-pohon membungkuk: Pohon-pohon di sekitar Mekah membungkuk sebagai tanda hormat kepada bayi yang baru lahir.

4. Mati lampu api: Lampu api di kuil-kuil penyembahan berhala di Mekah padam, simbol kebenaran yang akan menggantikan kegelapan.


# Riwayat Kelahiran

Nabi Muhammad SAW lahir di rumah kakeknya, Abdul Muthalib, di kota Mekah. Ibunya, Aminah binti Wahab, melahirkan beliau pada tanggal 12 Rabi'ul Awal, yang kemudian dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW.


Setelah kelahirannya, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh ibu susunya, Halimah binti Abu Dhuayb, dari suku Bani Sa'd. Halimah membawa Nabi Muhammad SAW ke gurun pasir, tempatnya tumbuh dan berkembang dengan sehat dan kuat.


# Masa Kecil

Nabi Muhammad SAW kehilangan ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib, sebelum beliau lahir. Ketika berusia enam tahun, ibunya meninggal, dan beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah kakeknya meninggal, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.


# Warisan

Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa perubahan besar bagi umat manusia. Beliau membawa ajaran Islam, yang menyeru manusia untuk menyembah satu Tuhan, Allah SWT, dan mengajarkan nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan persaudaraan.


Sumber: referensi :


1. Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam

2. Al-Bidayah wa al-Nihayah karya Ibnu Kathir

3. Tarikh al-Islam karya al-Dhahabi


Semoga kisah ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua.


TIPS AGAR RAMBUT SEHAT TIDAK PUTIH BERUBAN SEPERTI RASULULLAH

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

PAI-Pendidikan Agama Islam---Tips agar rambut sehat dan tidak beruban seperti Rasulullah. Banyak dari kita yang mengeluhkan perubahan terhadap pernampilan kepala karena uban yang tumbuh di kepala. Kita sering melakukan segala cara untuk mengatasi uban, mulai dari obat-obatan hingga trapi tertentu yang diharapkan dapat menghilangkan uban tersebut.

Tahukah anda, ternyata ada cara dan tips yang ampuh menurut Rasulullah untuk mengatasi uban di kepala.

Rasulullah Muhammad SAW ketika meninggal rambut dikepala beliau hanya ditemukan 3 lembar uban. Ini membuktikan bagaimana sehatnya fisik, jiwa, hati dan pikiran Rasulullah.

Berikut tips agar rambut selalu sehat hitam dan tidak beruban seperti Rasulullah.

1. Bersabar

Rasulullah selalu bersabar dan paling sabar dalam segala hal. 

2. Tidak Pernah Marah

Rasulullah tidak pernah marah kecuali terkait pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah SWT.

3. Jauh dari penyakit hati. 

Rasulullah jelas Tidak memiliki Penyakit Hati---Penyakit hati dapat membuat kerusakan pada fisik dan tubuh manusia. Seseorang yang selalu memlihara dan memiliki penyakit hati, akan mengalami perubahan dan kerusakan pada fisiknya, salah satunya pada pertumbuhan rambutnya.
Penyaskit hati bisa berupa; - Sirik, dengki, ria, sombong dll

4. Berwudhu

Membasuh kepala dalam berwudu memeberikan dampak yang baik terhadap kesehatan fisik terutama pada bagian kepala. Berwdhu meluruhkan dosa-dosa dan membersihkan pikiran yang jelek dari kepala. 


Tonton video Ceramah ustat Basalam tentang Penyakit hati, berupa perbedaan fisik antara seseorang yang memiliki penyakit hati dan yang bersih hatinya berikut ini :



Demikian cara dan tips yang ampuh menurut Rasulullah untuk mengatasi uban di kepala. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Masjid Baiturrahman Tak Roboh Diterjang Tsunami, Begini Penjelasan Mengagumkan Ust Somad

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sisa-Harimanusia---Bencana besar pernah terjadi di Tanah Aceh tahun 2014 lalu, menyisakan banyak kisah sedih dan kenangan pedih yang tidak terlupakan. Dalam rangka mengambil hikmah atas terjadinya musibah tsunami Aceh tahun 2014, Pemerintah Provinsi Aceh telah menyelenggarakan dzikir internasional di Banda Aceh.


Pada acara tersebut Da'i Nasional Ustadz Abdul Somad Lc MA juga turut diundang menjadi pembicara utama dalam tabligh akbar yang dihadiri ratusan ribu umat Islam.

Dalam rangkaian perjalanan dakwah itu pula, Ustadz Somad menjelaskan salah satu sebab tak robohnya Masjid Raya Baiturrahman meski diterjang tsunami lengkap dengan anginnya.

Pohon kelapa tumbang, tower runtuh, ribuan bangunan kokoh rata dengan tanah. Tapi, mengapa Masjid Baiturrahmah tak goyang sedikit pun?

"Digoncang gempa sekian skala richter, dengan angin kencang, dengan air, ombak, pohon kelapa tumbang, tower-tower yang kokoh pun hancur. Mengapa Masjid Baiturrahman tidak hancur?" tanya Ustadz Abdul Somad saat mengisi ceramah subuh di Masjid Baiturrahman Aceh beberapa waktu lalu.

Menurul lulusan strata dua Darul Hadits Kerajaan Maroko ini, ada banyak teori yang mampu menjelaskan kokohnya Masjid Baiturrahman dari terpaan angin dan gelombang tsunami. Tapi ada satu alasan paling mendasar di balik kekokohan masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh ini.

"Teori pertama dan utama mengatakan, karena dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Habis sudah semua cerita (alasan)." kata Ustadz Somad disambut pekik takbir dari jamaah.

Alasan lain yang dikutip oleh Ustadz Somad ialah jendela dan pintu yang terbuka sehingga gelombang air tsunami masuk melalui banyak celah dan tidak langsung menabrak dinding atau tiang masjid.

Sedangkan alasan lainnya, menurut Ustadz Somad, karena amanahnya pengurus masjid yang membangun dengan komposisi semen dan pasir yang sesuai takaran alias tidak dikorupsi.

"Tiang masjid semennya utuh karena tidak dikorupsi." lanjut Ustadz Somad menjelaskan.

Dalam ceramah tersebut, Ustadz Somad juga mengingatkan umat Islam Pada umumnya dan Umat Islam di Aceh untuk senantiasa meramaikan masjid dan berada dalam jamaah. Itulah yang mengantarkan umat Islam menuju kemenangan karena bersatu dalam Islam yang mulia. (Sumber)


 Begini Penjelasan Mengagumkan 
Ust. Somad. Video from Youtube


INILAH KEMULIAAN DAN KEISTIMEWAAN MALAM LAILATUR QADAR

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sebagai umat muslim yang taat beribadah, kita tentunya tidak akan melewatkan ibadah dimalam-malam mulia seperti Malam Ramadhan ini, terutama kita akan menunggu malam lailatur qadar yang sangat mulia dan istimewa. keutamaan kemuliaan malam lailatul qadar di bulan Ramadhan tercantum di dalam Al-Qur'an surat Al-Qadar yang artinya :"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan".Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Alloh SWT, yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan atau 30.000 kali malam biasa.

Di Lailatul Qadar tersebut, para malaikat turun ke bumi. Ada yang mengatakan mereka turun dengan membawa rahmat, keberkahan dan ketentraman bagi manusia. Ada yang berpendapat, mereka turun membawa semua urusan yang ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk masa satu tahun. Sebagaimana yang tertera dalam firman-Nya:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.  Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul." (QS. Al-Dukhan: 3-5)

Keberkahan lailatul qadar adalah merupakan bagian dari hikmah keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri. Dimana salah satu malam yang diselimuti keberkahan hanya terdapat pada salah satu malam di bulan Ramadhan. Betapa agungnya Ramadhan sehingga tak ada selainnya yang mendapatkan malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. 

Rasulullah SAW bersabda yang artinya : "Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadr, niscaya diampuni dosa-dosanya yang sudah lewat". (HR Bukhari dan Muslim).

Keistimewaan malam Lailatul Qadar jika dibandingkan dengan malam lainnya tentunya tidaklah sama. Disamping hadir di saat malam bulan ramadhan yang tentunya bulan penuh barokah dan ampunan, malam Lailatul Qadar juga memiliki keistimewaan sebagaimana sudah tertulis dalam Al Qur’an ataupun dalam hadist Nabi Muhammad SAW.


InilahTanda Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar

Untuk mendapatkan keberkahan dan kemuliian lailatul qadar tentunya kita selaku Umat Islam perlu untuk mengenali akan tanda-tanda malam lailatul qadar telah tiba di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.

Berikut beberapa ciri-ciri datangnya lailatul qadar berdasarkan beberapa dalil hadist seperti yang dilansir dari webiste eramuslim com antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.
  2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban).
  3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani).
  4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim).
  5. Tak ada seorang pun yang tahu kapan tamu agung itu akan datang. Hanya Allah SWT yang mengetahui kapan malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu akan menghampiri hambanya. Terlebih, sebagai tamu agung, Lailatul Qadar hanya dianugerahkan kepada orang-orang yang mendapat taufik dan beramal saleh pada malam itu. 

Mengapa begitu? Supaya kita semakin giat mencarinya sepanjang hari, khususnya pada malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan.

Inilah Kemuliaan Keberkahan Keutamaan Lailatul Qadar


Berikut beberapa keutamaan kemuliaan malam lailatul Qadar dibandingkan malam-malam lainnya yang didapatkan pada sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan antara lain adalah sebagai berikut seperti dilansir dari rumaysho.com :

Lailatul Qadar Lebih Baik Dari 1000 Bulan

Allah Ta’ala berfirman yang artinya :"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3). An Nakho’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” (Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 341). 

Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar. (Zaadul Masiir, 9: 191). Ini sungguh keutamaan Lailatul Qadar yang luar biasa.

Inilah Tanda Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar Adalah Malam Yang Penuh Keberkahan

Allah Ta’ala berfirman yang artinya :"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3). 

Malam penuh berkah ini adalah malam ‘lailatul qadar’ dan ini sudah menunjukkan keistimewaan malam tersebut.

Lailatul Qadar adalah malam dicatatnya takdir tahunan

Allah Ta’ala berfirman yang artinya :"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4). Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki. Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak dan ulama salaf lainnya.

Namun perlu dicatat -sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah­ dalam Syarh Muslim (8: 57)– bahwa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Takdir ini nantinya akan ditampakkan pada malaikat dan ia akan mengetahui yang akan terjadi, lalu ia akan melakukan tugas yang diperintahkan untuknya.

Malam Penuh Ampunan

Salah satu keistimewaan malam Lailatul Qadar adalah pengampunan dosa bagi orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar. Sebuah hadist dari Abu Hurairah rs yang artinya “Barang siapa yang melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu”.

Itulah beberapa keistimewaan malam Lailatul Qadar. Tentunya masih banyak keistimewaan-keistimewaan lainnya yang sudah tersirat dalam ayat serta hadist lain. Seperti yang diketahui, malam Lailatul Qadar merupakan malam dengan sejuta keistimewaan bagi orang muslim yang menghidupkannya dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Amalan Di Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar merupakan malam yang sangat ditunggu-tunggu. Kedatangannya sangatlah dinantikan dengan beberapa persiapan yang telah dilakukan. Malam inilah, para malaikat turun ke bumi karena melimpahnya rahmat yang turun. 

Oleh karena itu, jangan sampai kita membuang kesempatan yang sangat berharga dan hanya ada di bulan Ramadhan ini hanya lewat begitu saja. Persiapkan diri kita dengan melakukan amalan-amalan yang baik di sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan.

Berikut ini ada beberapa Amalan-Amalan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan Malam Lailatul Qadar antara lain adalah sebagai berikut :

1. Biasanya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam ibadah seperti shalat, membaca Al-Quran dan berdoa dalam sepuluh malam akhir di bulan Ramadhan melebihi ibadahnya di malam selain Ramadhan.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiallahu’anha sesungguhnya Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Biasanya Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki sepuluh malam terakhir menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya serta mengencangkan kainnya (semangat beribadah dan menghindari isterinya).”

Diriwayatkan pula oleh Ahmad dan Muslim, “Beliau bersungguh-sungguh (ibadah) pada sepuluh malam akhir melebihi kesungguhannya pada selain Ramadhan.”

2. Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk menunaikan qiyam sholat pada lailatul qadar dengan penuh keimanan dan penuh pengharapan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya beliau bersabda, “Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam lailatul qadar dengan iman dan harap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (Muttafaq ‘alaihi).

3. Mengkhususkan suatu malam di bulan Ramadhan sebagai lailatul qadar, hal ini memerlukan dalil yang mengkhususkan malam tersebut, bukan malam lain. 

Akan tetapi pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir lebih besar kemungkinan dibandingkan malam lainnya, dan malam dua puluh tujuh lebih besar kemungkinannya sebagai malam lailatul qadar.

Kapan Malam Lailatul Qadar

Seperti pertanyaan banyak orang yang mendambaan bertemu dengan malam Lailatur Qadar, Kapankah terjadinya malam Lailatul Qadar?

Nabi kita shalallahu ‘alaihi wasallam memberitakan bahwasanya malam Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan didalam hadits berikut yang artinya :”Carilah malam malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir.” (Muttafaqun ‘alaih)

Diantara keutamaan Lailatul Qadar diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Malam yang diberkahi, barangsiapa menghidupkan malam tersebut maka akan mendapatkan keberkahan dari Allah ta’ala.
  2. Malam ditetapkannya taqdir untuk satu tahun kedepan, maka perbanyaklah berdoa agar taqdir kita untuk satu kedepan adalah taqdir yang baik.
  3. Nilai ibadah dimalam tersebut setara dengan amal selama seribu bulan.
  4. Diampuninya dosa-dosa orang-orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah karena beriman kepada Allah dan mengharapkan pahala dari-Nya semata.
  5. Doa Malam Lailatul Qadar

Diantara doa yang paling utama yang diucapkan pada lailatul qadar adalah apa yang Nabi sallalahu ‘alaihi wa sallam ajarkan kepada Aisyah radhiallahu ‘anha. Diriwayatkan oleh Tirmizi dari Aisyah radhiallahu’anha berkata,

Aku berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apabila aku mengetahui waktu malam Al Qadr, apakah yang mesti aku ucapkan pada saat itu?” Beliau menjawab, “Katakanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu’anni (Yaa Allah sesungguhnya engkau Maha pemberi ampunan, suka memberi pengampunan, maka ampunilah diriku ini).” (HR. Tirmidzi, HR Ibnu Majah).

Doa yang barokah ini sangat besar maknanya dan mendalam penunjukannya, banyak manfaat dan pengaruhnya, dan doa ini sangat sesuai dengan keberadaan malam lailatul qodar. Karena sebagaimana disebutkan di atas malam lailatul qodar adalah malam dijelaskan segala urusan dengan penuh hikmah dan ditentukan taqdir amalan-amalan hamba selama setahun penuh hingga lailatul qodar berikutnya. 

Maka barangsiapa yang dianugerahi pada malam tersebut al ‘afiyah (kebaikan) dan al’afwa (dimaafkan kesalahan) oleh Robbnya maka sungguh dia telah mendapat kemenangan dan keberuntungan serta kesuksesan dengan sebesar-besarnya. 

Barangsiapa yang diberikan al afiyah di dunia dan di akherat maka sungguh dia telah diberikan kebaikan dengan seluruh bagian-bagiannya. Dan tidak ada yang sebanding dengan Al ‘afiyah tersebut.

Demikian tentang kemuliaan dan keistimewaan malam Lailatur Qadar ini, Lailatul Qadar merupakan anugerah dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Itu diberikan agar mereka bisa mengejar ketertinggalan dari pahala-pahala dan kebaikan yang luput darinya, dan juga untuk menghapus kesalahan dan dosa-dosa dalam perjalanan hidupnya. Allah sayang kepada kita, hamba-Nya yang beriman, akankah kita juga sayang kepada diri kita sendiri dengan memanfaatkan malam yang mulia itu? Wallahu Ta'ala A'lam. 

Subhanakallohumma wa bi hamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik....

* * *

INILAH ARTI DAN PENGERTIAN LAUH MAHFUZH

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Lauh Mahfuzh dalam bahasa Arab: (Arab:لَوْحٍ مَحْفُوظٍ) pengertian atau artinya adalah kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh skenario/ catatan kejadian di alam semesta. Lauh Mahfuzh disebut di dalam kitab suci Al-Qur'an sebanyak 13 kali.

Sebutan lain dari Lauh Mahfuzh

Nama lain dari Lauh Mahfuzh berdasarkan Al-Qur'an adalah sebagai berikut:

Induk Kitab (أم الكتاب, Ummu al-Kitab),
Kitab yang Terpelihara (كِتَابٍ مَّكْنُونٍ, Kitabbim Maknuun).

“...pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),...(Al-Waaqi'ah, 56:78)

Kitab yang Nyata (كِتَابٍ مُّبِينٍ, Kitabbim Mubiin).

“Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (An Naml, 27:75)
Gambaran Lauh Mahfuzh

Menurut syariat Islam, Allah telah mencatat segala kejadian-kejadian di dalam Lauh Mahfuzh, dari permulaan zaman sampai akhir zaman. Baik berupa kisah nabi dan rasul, azab yang menimpa suatu kaum, pengetahuan tentang wahyu para nabi dan rasul, tentang penciptaan alam semesta dan lain-lain. Sekalipun jika kita tidak melihat segala sesuatu, semua itu ada dalam Lauh Mahfuzh.

Wujud Lauh Mahfuz yang diyakini oleh para sahabat adalah sebidang papan atau tulang yang biasa ditulisi. Papan dan tulang itu hanya disebut lauh jika sudah ditulisi.

Lauh Mahfuzh akan kekal selamanya karena ia termasuk makhluk yang abadi, selain Lauh Mahfuzh makhluk abadi ada 'Arsy, surga, neraka dan lain-lain.

Allah telah menjadikan Lauh Mahfuzh ini sebagai tempat untuk menyimpan segala rahasia dilangit dan di bumi. Jin dari golongan setan akan berusaha untuk mencuri segala rahasia yang tertulis di dalamnya untuk menipu manusia. Disamping itu, mereka juga memiliki tujuan untuk memainkan aqidah manusia. Sebab itu Allah melarang manusia untuk mengetahui ramalan nasib, karena peramal itu dibantu oleh jin dan jin itu akan membisikkan hasil curian itu kedalam hati peramal. Jika ada setan yang berusaha mencuri berita, maka malaikat penjaga Luh Mahfuzh akan melemparkan bintang ke arah pencuri berita tersebut, pelemparan ini yang kadang-kadang kita lihat dengan adanya bintang jatuh atau meteor.
Tidak banyak diketahui tentang Lauh Mahfuz dan para ulama jarang menjabarkannya dengan detail, karena ia adalah urusan alam ghaib/ rahasia Allah. Dalam Al-Quran pun, Luh Mahfuz di sebut secara sepintas saja, tanpa penjelasan lebih lanjut. Sebagai contohnya dalam satu peristiwa yang amat bersejarah, ahli tafsir menyatakan Luh Mahfuz disebut berkaitan dengan Nuzul Al-Quran dari Luh Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) secara sekaligus yang terjadi dalam bulan Ramadhan (Wikiperdia.org).

Sumber: 
https://id.wikipedia.org/wiki/Loh_Mahfuz
Artikel ini ditulis juga di situs berikut:
http://www.kumpulanmisteri.com/2015/11/misteri-kitab-lauhul-mahfudz-yang.html
www.kompasiana.com/.../dimanakah-kitab-lauh-mahfuzh_55a5e3fef47e615906375c
www.muslimbusana.com/umum/lauh-mahfuzh-qalam-dan-penulisan.../index.htm
https://islamagamauniversal.wordpress.com/.../lauh-mahfuzh-dan-kandungan-isinya/

KISAH NABI IBRAHIM

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sisah-Harimanusia----Nabi Ibrahim adalah putra Aazar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aabir bin Shalih bin Afrakhsyad bin Saam bin Nuh (baca Kisah Nabi Nuh AS). Nabi Ibrahim dilahirkan disebuah tempat bernama Faddam A’ram yang termasuk wilayah kerajaan Babilon. Kerajaan Babilon pada waktu itu diperintah oleh seorang raja yang bengis dan mempunyai kekuasaan absolute yaitu Namrud. Ia seorang raja yang tidak mau lengser dan ingin berkuasa terus-menerus bahkan ingin hidup terus-menerus. Karena itu ia tak segan-segan untuk membodohi rakyatnya agar menyembah berhala. Bahkan ia juga memproklamirkan dirinya sebagai salah satu Tuhan yang harus disembah oleh rakyatnya. Sehingga segala perintahnya tak ada yang berani membangkang.

Sebelum Nabi Ibrahim lahir, raja Namrud pernah bermimpi melihat seorang anak lelaki melompat masuk ke dalam kamarnya lalu merampas mahkota dan menghancurkannya. Esok harinya ia memanggil tukang ramal dan tukang tenung untuk menafsirkan mimpinya itu. Menurut tukang ramal, anak laki-laki dalam mimpi sang raja itu kelak akan meruntuhkan kekuasaan sang raja. Tentu saja raja namrud murka. Ia memerintahkan kepada para prajuritnya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru saja lahir. Ketika Ibrahim lahir, kedua orang tuanya bersembunyi di dalam gua. Sejak bayi hingga menginjak remaja ia dibesarkan di dalam gua. Ia tidak pernah melihat dunia luar.

Ibrahim Mempergunakan Akalnya untuk berpikir

Rasa ingin tahu merasuki jiwa Ibrahim, selama ini ia hanya melihat bongkahan batu dan tanah di dalam gua. Ketika ibunya sedang pergi ke kota mencari makanan, ia pun mencoba keluar gua. Begitu menapakkan kakinya di luar gua, Ibrahim tercengang. Ia benar-benar takjub melihat alam yang sangat luas, gunung-gunung menjulang tinggi, langit biru terbentang luas, ombak laut berkejar-kejaran. Di siang hari ia melihat cerahnya mentari, di malam hari ia melihat sinar bulan yang menerangi malam.

Sejak kecil Nabi Ibrahim sudah mendapat petunjuk dari Tuhan, ia merasa heran melihat orang-orang yang menyembah patung padahal patung-patung itu tak bisa bicara, tak bisa melihat, tak bisa mendengar dan tak bisa memberikan pertolongan. Mengapa mereka menyembah benda mati ?” demikian pertanyaan yang timbul di benak Ibrahim. Jika ia bertemu dengan unta, kambing dan domba-domba selalu bergolak pertanyaan dalam hatinya, siapakah yang menciptakan semua itu ?

Ibrahim ingin mencari siapakah yang berkuasa atas semua ini, siapakah seharusnya yang pantas dijadikan Tuhan dan wajib disembah ? Ketika malam tiba, ia melihat bulan dan bintang-bintang, namun bulan itu akhirnya tenggelam tak tampak lagi. Pada siang hari ia melihat matahari, namun disenja hari matahari itu juga tenggelam tak Nampak lagi. Ibrahim berkata dalam hatinya : “Aku tidak suka bertuhan yang tenggelam itu.” Akhirnya Ibrahim dapat menemukan kesimpulan, akal pikirannya yang masih suci bersih itu memutuskan bahwa Tuhan adalah Yang menciptakan semua alam ini. Berkata dalam hatinya : “Tuhanku adalah yang menciptakan langit dan bumi, Tuhanku yang menciptakan manusia, tetumbuhan, hewan dan apa-apa saja yang terdapat di muka bumi ini.

Ibrahim bergaul dengan kaumnya
Sesudah dewasa dan berita tentang pembunuhan bayi-bayi sudah sirna. Ibrahim diijinkan kedua orang tuanya keluar dari gua untuk hidup ditengah-tengah masyarakat. Kesedihan menggoroti hatinya, ternyata masyarakat disekitarnya sudah bobrok mental dan akhlaknya. Akal pikiran mereka benar-benar sudah tumpul sehingga patung dan batu-batu bergambar mereka jadikan Tuhan yang disembah-sembah. Ayah Ibrahim sendiri adalah tukang pembuat patung yang dijual ke masyarakat banyak, dan ayahnya juga menyembah patung yang dibuatnya sendiri.

Ibrahim kemudian mengadu kepada Tuhan : “Ya Tuhan, aku sedang menderita, derita batin. Aku melihat kemungkaran dan kesesatan, untuk apakah gerangan akal pikiran yang dikaruniakan Tuhan kepada mereka ? Apakah akal pikiran itu hanya digunakan untuk mencari kekayaan dan berbuat kerusakan belaka. Oh Tuhanku, tunjukilah aku kalau Tuhan tidak menunjuki aku, sesungguhnya aku akan menjadi orang yang tersesat dan berbuat aniaya.

Lalu Allah memberikan petunjuk kepadanya, ia diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Ia diberi Wahyu sehingga keyakinan tentang adanya Tuhan bukan sekedar kesimpulan akal pikirannya belaka melainkan berasal dari ketetapan Tuhan. Allah mengajarkan segala rahasia yang ada di balik alam nyata ini, bahwa di balik alam nyata ini ada juga alam ghaib. Setiap manusia yang mati kelak akan dibangkitkan lagi di alam akhirat.

Ibrahim Meyakinkan Dirinya
Nabi Ibrahim sebenarnya sudah percaya akan adanya hari pembalasan di akhirat. Pada suatu hari ia ingin memperoleh petunjuk yang lebih nyata dan meyakinkan hatinya. Maka berdoalah ia kepada Tuhan : “Ya, Tuhanku perlihatkanlah kepadaku, bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah menjawab permintaan Ibrahim itu dengan sebuah pertanyaan : “Apakah kamu belum percaya Ibrahim ?” Nabi Ibrahim menjawab : “Saya telah percaya tetapi supaya bertambah yakin hati saya.”

Tuhan kemudian memerintahkan Ibrahim mengambil empat ekor burung. Keempatnya dipotong-potong dan tubuhnya dicerai beraikan atau dipisah-pisahkan. Potong-potongan kecil dari keempat burung itu dilumatkan kemudian dijadikan empat onggok masing-masing onggokan diletakan di puncak empat bukit yang letaknya berjauhan. Ibrahim kemudian diperintahkan mengambil burung-burung yang sudah hancur tadi. Tiba-tiba saja burung itu hidup lagi seperti sedia kala dan menghampiri Nabi Ibrahim.

Kini bertambah yakinlah Ibrahim akan kekuasaan Allah yang menghidupkan sesuatu yang sudah mati. Allah kemudian berfirman kepada Ibrahim : “Demikian pula Aku akan membangkitkan manusia yang sudah mati untuk dihidupkan di alam akhirat, dan akan dihisap amal perbuatannya sewaktu di dunia. Dan semua manusia akan menerima balasannya sendiri-sendiri”.

Ajakan kepada Ayahnya Meninggalkan Berhala
Sebelum Nabi Ibrahim mengajak kaumnya untuk meninggalkan penyembahan terhadap berhala, pertama kali yang diajaknya menyembah Allah adalah ayahnya sendiri. Ayah Ibrahim yang bernama Aazar adalah pembuat patung berhala, ia memperingatkan ayahnya dengan bahasa yang lemah lembut penuh kesopanan : “Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun ? Wahai ayahku, sesungguhnya aku mempunyai ilmu yang diberikan Allah dan tidak mungkin diberikan kepadamu. Maka ikutilah nasihat-nasihatku, nsicaya akan menunjukan kepadamu jalan yang lurus. Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai ayahku, sesungguhnya aku kuatir engkau akan ditimpa adzab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka engkau akan menjadi kawan dari setan.”

Tapi ayahnya tidak mau mengikuti ajakan Ibrahim. Berkata ayahnya, “Bencikah kamu terhadap Tuhanku, Ibrahim ? Jika kamu tidak berhenti mengajakku niscaya aku akan merajammu. Tinggalkanlah aku buat waktu yang lama. Karena ayahnya tidak mau mengikuti ajakannya ia hanya berkata : “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu pada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik padaku. Dan aku akan menjauhkan diri dari padamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Dan aku akan berdoa kepada Tuhanku. Mudah-mudahan aku tidak kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku.”

Doa atau permohonan Nabi Ibrahim untuk ayahnya tak lain adalah karena kasih sayangnya selaku anak kepada ayahnya. Namun setelah Allah menerangkan bahwa ayah Ibrahim adalah musuh Allah maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Tak ada beban moral lagi selaku anak kepada ayahnya seperti tersebut dalam Al-Qur’an : “Dan permintaan ampun dari Ibrahim untuk ayahnya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkan kepada ayahnya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa ayahnya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang lembut hatinya lagi penyantun.”

Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala-berhala
Nabi Ibrahim adalah seorang cerdas dan ahli logika serta strategi yang ulung, ia ingin berdialog dengan Raja Namrud di hadapan orang banyak dengan cara ia hancurkan lebih dulu berhala-berhala yang menjadi sesembahan Raja Namrud dan rakyatnya. Hal itu ia lakukan ketika sang raja dan semua rakyat sedang berpesta hari raya dengan berburu di tengah hutan. Disaat rumah penyembahan berhala kosong maka Ibrahim masuk membawa kapak. Berhala-berhala kecil dan sedang dihancurkannya, lalu kapak yang dibawanya itu diletakkan di leher berhala yang paling besar.

Raja Namrud dan pengikutnya kembali dari perburuan dengan wajah gembira. Mereka akan mengadakan pesta pora sambil menyembah berhala diruang pemujaan. Namun betapa terkejut mereka saat melihat berhala-berhala itu telah cerai berai. “Kurang ajar siapa yang berani menghancurkan berhala kita ? “Raja Namrud meluapkan amarahnya. Tidak seorang pun menjawab, namun ada seorang saksi yang melihat bahwa hanya Ibrahim saja yang tidak ikut berburu ke hutan dengan alas an perutnya sakit. “Tangkap dia dan bawa ke hadapanku !” Perintah Raja Namrud. Ibrahim kemudian ditangkap, dalihnya karena hanya ia seorang yang tidak ikut keluar kota untuk berburu hewan. Pastilah ia yang melakukan penghancuran ini.

Ia dibawa ke hadapan Raja Namrud, disaksikan rakyat banyak ia diinterogasi. Ibrahim tersenyum, memang inilah yang diharapkannya. Bertanya Raja namrud : “Apakah kamu yang menghancurkan berhala-berhala itu ?” Bukan ! “jawab Ibrahim. “Ibrahim ! Sergah Raja Namrud. “Cukup banyak bukti yang menunjukkan kaulah pelakunya. Tak usah mungkir !” Bukan aku pelakunya ! Jawab Ibrahim untuk memancing emosi Raja Namrud. Ia ingin mengajak dialog raja itu.

Baiklah Raja Namrud, “kata Ibrahim, “saya punya pikiran, kamu juga punya pikiran. Kalau mau mencari tahu siapa pelaku penghancuran berhala-berhala itu maka tanyakanlah kepada berhala yang paling besar itu. Bukankah kapak itu menggantung di lehernya, berarti berhala paling besar itu pelakunya.raja Namrud berang mendengar ucapan itu : “Hai Ibrahim kau sungguh bodoh ? dimana otakmu ? masak patung seperti itu akan saya ajak bicara mana mungkin dia bias bicara ? Kau jangan mengada ngada !

“Hai Raja namrud ! Kata Ibrahim dengan lantangnya, siapa sebenarnya yang bodoh. Mengapa patung yang tak dapat bicara dan bergerak kau jadikan Tuhan yang harus disembah. Mengapa patung dan berhala yang tak dapat melindungi dirinya itu kalian puja-puja, bukanlah ini kebodohan yang teramat sangat ?” Raja Namrud dan pengikutnya terdiam mendengar jawaban Ibrahim itu. Sebagian masyarakat akalnya sehat membenarkan ucapan Nabi Ibrahim itu, namun mana berani mereka angkat bicara. Sementara Raja Namrud dan pengikutnya tak dapat membantah. Hanya amarah yang timbul di hatinya, dan langsung Raja Namrud memerintahkan Ibrahim untuk ditangkap dan diikat.

Apa hukuman yang pantas dijatuhkan untuknya ? Taya Raja Namrud kepada para penasihatnya. Bakar ! bakar saja dia sampai mati ! jawab para penasihat kerajaan. Kayu-kayu segera dikumpulkan, Ibrahim diletakkan di atasnya dalam keadaan terikat kemudian dibakarlah ia hingga kayu yang bertumpuk-tumpuk itu habis. Raja Namrud dan rakyatnya mengira Ibrahim akan hangus menjadi abu. Namun setelah api itu padam Ibrahim masih segar bugar. Itulah mujizat Nabi Ibrahim. Tak mempan terbakar.

Dialog Ibrahim dengan Raja namrud
Sesudah Ibrahim dibakar tidak mati, sebenarnya banyak rakyat yang mau mengikuti ajarannya. Tapi karena takut pada ancaman Raja Namrud, maka mereka masih banyak yang kafir. Nabi Ibrahim pun meneruskan dakwahnya untuk mengajak manusia hanya menyembah Allah. Hal ini membuat murka Raja namrud. Suatu hari Nabi Ibrahim dipanggil menghadap ke istana Raja Namrud. Engkau telah menyebarkan fitnah yang jahat sekali, “Kata Raja Namrud, “Adakah Tuhan selain aku ? Akulah Tuhan yang harus kamu sembah. Aku dapat megatur dan merusak segala-galanya. Siapakah yang lebih tinggi kekuasaannya dari pada aku ? Hukum yang kutetapkan mesti berlaku, keputusanku pasti berjalan. Semua orang tunduk kepadaku, mengapa kau menantangku ?”

Dengan tenang Ibrahim menjawab : Tuhanku adalah Allah. Dialah yang kusembah, dia telah menciptakan kamu dan aku yang asalnya tidak ada. Ia sanggup mematikan dan menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Ia adalah pencipta langit dan bumi. Raja Namrud menyanggah jawaban Ibrahim itu dengan pendapatnya yang konyol “ “Aku juga bias menghidupkan dan mematikan. Benarkah ? Tanya Nabi Ibrahim. Raja namrud kemudian memerintahkan pengawal untuk megeluarkan dua orang narapidana. Kemudian Namrud mengambil pedang, salah seorang dari narapidana itu dipenggal lehernya sampai mati, seorang lagi diampuni, dibiarkan hidup. Lalu Namrud berkata : “Begitulah caranya aku menghidupkan dan mematikan.”

“Itu bukan mematikan, melainkan membunuh dengan cara biadab dan kejam. “Kata Ibrahim, Tuhanku bias menjalankan matahari dari timur ke barat, jika kau memang berkuasa namrud, cobalah kau jalankan matahari itu dari barat ke timur !” Namrud terbungkam tak bias bicara. Tantangan Nabi Ibrahim benar-benar telah dijatuhkan oleh kecerdasan akal Ibrahim. Namrud terbungkam tak bisa bicara. Tantangan Nabi Ibrahim benar-benar membuatnya keok, tak bisa membantah lagi, ia benar-benar telah dijatuhkan oleh kecerdasan akal Nabi Ibrahim. Sejak saat itu Namrud menganggap Ibrahim sebagai musuh besarnya.

Ibrahim Hijrah ke Mesir
Karena Negeri babilon tidak aman lagi bagi Ibrahim dan istrinya maka ia memutuskan untuk pindah ke Syam (Palestina). Bersama Nabi Luth yang kemudian juga menjadi Nabi dan beberapa pengikutnya ia meninggalkan Babilon (baca Kisah Nabi Luth AS). Namun tidak berapa lama di Negeri Palestina diserang bahaya kelaparan dan penyakit menular. Ibrahim dan pengikutnya kemudian pindah ke Mesir. Mesir pada waktu itu diperintah oleh Raja kejam dan suka berbuat seenaknya. Raja Mesir suka merampas wanita-wanita cantik walapun wanita itu bersuami.

Ketika Raja Mesir mendengar bahwa Sarah adalah perempuan yang cantik maka Ibrahim dan Sarah dipanggil menghadap. Ibrahim berdebar, Raja Mesir memang mempunyai kebiasaan aneh, yaitu merampas istri orang yang berwajah cantik sekedar untuk menunjukkan betapa besar kekuasaannya, tak seorang pun berani menghalangi perbuatannya. Setelah menghadap Raja Mesir ia ditanya : “Siapakah perempuan itu ? “Saudaraku, “jawab Ibrahim, sengaja ia berbohong, sebab jika ia berkata terus terang tentu ia akan dibunuh Raja Mesir dan istrinya akan dirampas. Perbuatan Ibrahim ini menjadi kaidah, boleh berbohong dalam keadaan terdesak dan terancam bahaya.

Nabi Ibrahim dan istrinya boleh tinggal di istana, pada suatu hari Sarah dapat menyembuhkan sakit Raja Mesir yaitu sepasang tangan Raja itu mengatup rapat tak dapat digerakkan, atas jasanya itu Sarah kemudian diberi hadiah seorang budak perempuan bernama Hajar. Dan dengan ikhlas hajar kemudian diberikan kepada Ibrahim untuk dijadikan Istri. Di Mesir, Ibrahim dapat hidup tentram dan makmur. Hartanya melimpah ruah. Tapi justru ini menjadikan iri hati bagi penduduk asli Mesir. Maka Ibrahim kemudian memutuskan kembali ke Palestina. Sejak saat itu Palestina dijadikan tempat tinggalnya. Di jadikan tanah airnya dan dijadikan tempat untuk menyembah Allah. Di Negeri Palestina itu Hajar melahirkan seorang anak lelaki yang bernama Ismail. Tak lama kemudian Sarah juga melahirkan anak laki-laki dan dinamakan Ishak.

*   *   *

MALAM LAILATUR QADAR DAN KEISTIMEWAANNYA

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar akan sama dengan beribadah selama seribu bulan. Dan barang siapa yang mendapatkan kemuliaan itu, sungguh ia adalah manusia yang sangat beruntung dan dirahmati.

Sebaliknya, siapa yang lupa dari kebaikan di dalamnya, sungguh ia termasuk manusia tidak beruntung dan merugi.

Berikut ini merupakan keistimewaan malam Lailatul Qadar: 

1. Waktu Diturunkannya Alquran
Lailatul Qadar yaitu waktu diturunkannya Alquran, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas berbunyi; "Allah menurunkan Alquran secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia".

2. Malam Penuh Keberkahan
Malam Lailatul Qadar yaitu Satu Malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman yang berbunyi; "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan". (QS. Ad Dukhon: 3).

3. Turunnya Malaikat Jibril
Turunnya Malaikat Jibril pada malam Lailatul Qadar. Lailatul Qadar ditandainya dengan turunnya malaikat. Allah Ta’ala berfirman; "Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril". (QS. Al Qadar: 4).

4. Lebih Baik dari 1000 Bulan
Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan, Allah Ta'ala menjelaskan bahwa; "Malam kemuliaan itu lebih baik dariseribu bulan". (QS. Al Qadar: 3).

Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shlat dan amalan pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari saalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat di malam Lailatul Qadar.

5. Malam Pencatatan Takdir Tahunan
Lailatul Qadar sebuah malam pencatatan takdir tahunan. Allah Ta’ala berfirman bahwa; "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah". (QS. Ad Dukhan: 4).

6. Disifati dengan 'Salaam'
Lailatul Qadar Disifati dengan 'Salaam'. Allah Ta’ala berfirman: "Malam itu (Lailatul Qadar penuh kesejahteraan sampai terbit fajar". (QS. Al Qadar: 5).

Menurut tafsir Ibnu Katsir, malam Lailatul Qadar penuh keselamatan, di mana setan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut, mulai dari berbuat jelak atau mengganggu yang lain.

Di malam itu banyak yang selamat dari hukuman dan siksa karena mereka melakukan ketaatan pada Allah

7. Penghapusan Dosa
Lailatul Qadar merupakan penghapusan dosa oleh Allah yang dijelaskan Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berbunyi;

"Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni". (HR. Bukhari no. 1901).

Jadi Barang siapa yang merindukan Lailatul Qadar setidaknya ia bersungguh-sungguh pada bulan Ramadan. 

Sedangkan Tanda-tanda Datangnya Lailatul Qadr dapat dilihat dari hal-hal dibawah ini :

1. Udara dan suasana pagi yang tenang

Salah satu tanda datangnya Lailatul Qadr adalah suasana pagi yang tenang pada keesokan harinya. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Nabi bersabda: "Lailatul Qadr adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."

2. Matahari cerah tapi tidak panas

Tanda lain datangnya Lailatul Qadr adalah sinar matahari yang bersinar cerah namun lemah, tidak panas, pada keesokan harinya. Ubay bin Ka'ab mengisahkan Nabi pernah bersabda: "Keesokan hari malam Lailatul Qadr matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan."

3. Udara terasa tenang

Di dalam Alquran digambarkan bahwa Lailatul Qadr penuh ketenangan. Suasana Lailatul Qadr sangat berbeda dari malam-malam lain. Suasana lebih tenang, langit tidak berawan, udara sangat sejuk, tidak panas dan tidak dingin.

"Lailatul Qadr adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)." (HR. at-Thobroni)

4. Bulan terlihat separuh

Dalam sebuah riwayat Abu Hurairah pernah berdiskusi dengan Nabi Muhammad tentang Lailatul Qadr. Dan Rasulullah bersabda: "Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan."

5. Hari ganjil

Dan tanda lain dari Lailatul Qadr adalah datang pada hari ganjil pada sepertiga terakhir bulan Ramadan. Sebuah hadis dari Aisyah menyebutkan: "Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan" " (HR: Bukhari dan Muslim).

Sumber: http://www.dream.co.id/

NAMA-NAMA 10 MALAIKAT BESERTA TUGASNYA

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Arti Definisi dan Pengertian Malaikat Allah SWT

Malaikat adalah kekuatan-kekuatan yang patuh, tunduk dan taat pada perintah serta ketentuan Allah SWT. Malaikat berasal dari kata malak bahasa arab yang artinya kekuatan. Dalam ajaran agama islam terdapat 10 malaikat yang wajib kita ketahui dari banyak malaikat yang ada di dunia dan akherat yang tidak kita ketahui yaitu antara lain :

Berikut adalah nama-nama malaikan beserta tugas-tuganya:  
  1. Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul.
  2. Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia.
  3. Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.
  4. Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.
  5. Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.
  6. Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.
  7. Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.
  8. Malaikat Atid / Atit yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup.
  9. Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.
  10. Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga.


Nama-nama malaikat ini dapat juga dilihat dalam tebel berikut ini :



Malaikat Yang Ingin Kita Temui

Yang pasti semua manusia ingin bertemu dengan malaikat izrail yang mencabut nyawa kita dengan lemah lembut tanpa rasa sakit, malaikat munkar dan nakir dengan penampakan yang baik serta lemah lembut dalam menginterogasi kita, malaikat rakib yang memiliki catatan amal baik kita yang tebal, malaikat atid yang hanya memiliki beberapa catatan buruk kita dan malaikat ridwan yang mempersilahkan masuk ke dalam surga yang kekal dan abadi.

Jika anda mau seperti itu, saya yakin anda tahu apa yang anda harus lakukan di dunia.

Sifat-Sifat Dasar Malaikat Allah SWT :

1. Pasti selalu patuh pada segala perintah Allah dan selalu tidak melaksanakan apa yang dilarang Allah SWT.
2. Tidak sombong, tidak memiliki nafsu dan selalu bertasbih.
3. Dapat berubah wujud dan menjelma menjadi yang dia kehendaki.
4. Memohon ampunan bagi orang-orang yang beriman.
5. Ikut bahagia ketika seseorang mendapatkan Lailatul Qadar.

Cara iman Kepada Malaikat Allah

Iman kepada Malaikat adalah yakin dan membenarkan bahwa Malaikat itu ada, diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya / nur.

Fungsi iman kepada Malaikat Allah :
  1. Selalu melakukan perbuatan baik dan merasa najis serta anti melakukan perbuatan buruk karena dirinya selalu diawasi oleh malaikat.
  2. Berupaya masuk ke dalam surga yang dijaga oleh malaikat Ridwan dengan bertakwa dan beriman kepada Allah SWT serta berlomba-lomba mendapatkan Lailatul Qodar.
  3. Meningkatkan keikhlasan, keimanan dan kedisiplinan kita untuk mengikuti/ meniru sifat dan perbuatan malaikat.
  4. Selalu berfikir dan berhati-hati dalam melaksanakan setiap perbuatan karena tiap perbuatan baik yang baik maupun yang buruk akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.


Perbedaan Malaikat dengan Jin, Setan / Syetan dan Iblis

Malaikat terbuat dari cahaya atau nur sedangkan jin berasal dari api atau nar. Malaikat selalu tunduk dan taat kepada Allah sedangkan jin ada yang muslim dan ada yang kafir. Yang kafir adalah syetan dan iblis yang akan terus menggona manusia hingga hari kiamat agar bisa menemani mereka di neraka.

Malaikat tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana yang dipunyai jin. Jin yang jahat akan selalu senantiasa menentang dan menjalankan apa yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT. Malaikat adalah makhluk yang baik dan tidak akan mencelakakan manusia selama berbuat kebajikan, sedangkan syetan dan iblik akan selalu mencelakakan manusia hingga hari akhir.

* * *

KISAH DAN DIALOG NABI MUSA DENGAN IBLIS

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dalam sebuah riwayat dikisahkan. Suatu hari ketika Nabi Musa berada dalam majlisnya, tiba-tiba datang Iblis dengan baju yang dilabuhkan pada kepalanya. Apabila dekat dengan Nabi Musa, ia menanggalkan pakaiannya itu. Maka terjadilah soal-jawab di antara Nabi Musa dan Iblis. 

Iblis: "Assalamu'alaikum, Wahai Musa" 

Nabi Musa: "Siapa Kamu?" 

Iblis: "Saya Iblis." 

Nabi Musa: "Allah S.W.T telah mengutuk dan tidak menghormati engkau, untuk apa engkau datang?" 

Iblis: "Aku datang untuk mengucapkan salam kepadamu di atas ketinggian tempat dan kedudukkanmu di sisi Allah S.W.T." 

Nabi Musa: "Bilakah apabila seseorang itu melakukan sesuatu dengan engkau dapat menghalanginya." 

Iblis: "Apabila seseorang itu merasa taajjub terhadap dirinya dan ia berlaku sombong maka lupalah ia akan dosanya." 

Seterusnya Iblis tersebut memberikan tiga peringatan kepada Nabi Musa A.S iaitu :- 

  1. Janganlah sesekali engkau berkhalwat dengan perempuan yang tidak halal bagimu. Kerana tidak berdua-duaan seorang lelaki dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya melainkan aku menemaninya (menjadi pihak ketiga) tanpa teman-temanku yang lain sehingga aku membuat fitnah terhadap keduanya. 
  2. Janganlah engkau berjanji (bernazar) kepada Allah S.W.T melainkan engkau memenuhinya. Kerana tidak berjanji seseorang kepada Allah S.W.T melainkan aku menemaninya tanpa teman-temanku yang lain , maka akulah yang menjadi dinding penghalang antara orang itu dengan janjinya sehingga janji itu tidak dapat ditunaikan. 
  3. Janganlah sekali-sekali engkau mengeluarkan sedekah melainkan apa yang engkau sayangi (barang yang baik-baik) kerana sesungguhnya tiadalah seorang itu mengeluarkan sedekah sedangkan dia menyayanginya melainkan aku sendirilah tanpa teman-temanku yang membuat tidak terlaksananya sedekah itu. Selepas berkata demikian, Iblis itu berpaling dan sebelum pergi ia berkata: "Celak_a! Celak_a ! Celak_a !" 

Musa telah pun mengetahui apa yang harus berwaspada terhadap anak keturunan Adam. Al-Qurasyi berkata: "Aku mendengar sesungguhnya Syaitan berkata kepada orang perempuan: "Engkau adalah separuh daripada tenteraku. Engkaulah anak panahku yang kugunakan untuk memanah (manusia). Aku tidak salah menjadikan engkau untuk mengetahui segala rahsia dan engkaulah utusan untuk menyampaikan hajatku."

RAHASIA DIBALIK MUKJIZAT HAJAR ASWAD

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Seorang ahli yaitu Prof Lawrence E Yoseph mengungkapkan bahwa : 
Sungguh kita telah berhutang besar kepada umat Islam, dalam Encyclopedia Americana menulis : 
"...Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik .

Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas : 
Menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada !!

Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang teramat terang mememancar dari bumi, dan setelah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah. 
Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Prof Lawrence E Yoseph - Fl Whiple menulis :
"...Sungguh kita berhutang besar kepada orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu..."

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi. 
Radiasi yang berada di sekitar ka’bah ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, 
artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.

Sebab itu lah ketika kitìa mengelilingi Ka’Bah, maka seakan- akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Makkah juga merupakan pusat bumi. 
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini.

Allah berfirman : 
‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-
Rahman:33).

Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. 
Sekiranya Allah subhanahu wata'ala tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya. 
Dalam penelitian lainnya, mereka mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. 
Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tatasurya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda : 
Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar

Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji dan Umroh. Ini adalah jawaban fitnah dan tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan ; 
yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam di anggap menyembah Hajar Aswad. Hanya Allah Yang Maha Kuasa Dan Segala-Galanya.

Subhanallah ..

Cari Artikel