Renungan Tahajud : Rabu, 24 Dzulhijjah 1447 H / 10 Juni 2026

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 


        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎

‎اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْه

النُّشُوْرِ


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِنِّيْ  ظَنَنْتُ  اَنِّيْ  مُلٰقٍ  حِسَا بِيَهْ 


"Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku."

(QS. Al-Haqqah 69: Ayat 20)


Keselamatan di akhirat berasal dari keimanan yang tertanam dalam hati selama hidup di dunia, yaitu keyakinan akan adanya hari pembalasan.


Orang yang benar-benar yakin akan adanya hisab akan lebih berhati-hati dalam berbicara, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain.


Bukan banyaknya amal yang menjadi jaminan, tetapi amal yang diterima oleh Allah karena dilakukan dengan iman, ikhlas, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

  

Dari Shaddad ibn Aws, Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan kepada Allah.” (HR. Ibn Majah dan Al-Tirmidhi no. 2459)


Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang hidup dengan keyakinan akan hari hisab, sehingga kelak menerima kitab amal dengan tangan kanan dan memperoleh hisab yang mudah. Aamiin.

TANYA JAWAB , TENTANG ALQUR'AN YANG SERING DI TANYAKAN

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Tanya Jawab tentang Al-Qur'an

Tanya Jawab Tentang Al-Qur'an T - J :

 T : Berapa jumlah Surah dalam Al-Qur'an?


J : 114 Surah.


T : Berapa jumlah Juz dalam Al-Qur'an?


J : 30 Juz.


T : Berapa jumlah Hizb dalam Al-Qur'an?


J: 60 Hizb.


T: Berapa jumlah Ayat dalam Al-Qur'an?


J: 6666 Ayat.


T : Berapa jumlah Kata dalam Al-Qur'an?, dan Berapa Jumlah Hurufnya?


J: 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf.


T : Siapa Malaikat yang disebut dalam Al-Qur'an?


J : Jibril, Mikail, Malik, Raqib, Atiid, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazah, Al-Kiramulkatibun HamalatulArsy.


T : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dalam Al-Qur'an?


J : 15 Sajdah.


T : Berapa Jumlah para Nabi yang disebut dalam Al-Qur'an?


J : 25 Nabi


T : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dalam Al-Qur'an? Sebutkan


J : 28 Surah, Al-Baqarah, Al-Imran, Al-Nisa',  Al-Maidah, Al-Anfal, Al-Tawbah, Al-Ra'd, Al-Haj, Al-Nur, Al-Ahzab, Muhammad, Al-Fath, Al-Hujurat, Al-Rahman, Al-Hadid, Al-Mujadilah, Al-Hasyr, Al-Mumtahanah, Al-Shaf, Al-Jum'ah, Al-Munafiqun, Al-Taghabun, Al-Thalaq, Al-Tahrim, Al-Insan, Al-Bayinah, Al-Zalzalah, Al-Nashr.


T : Berapa Jumlah Surah Makiyah dalam Al-Qur'an? Sebutkan.


J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas.


T : Berapa Jumlah Surah yang dimulai dengan huruf dalam Al-Qur'an?


J : 29 Surah.


T : Apakah yang dimaksud dengan Surah Makiyyah?Ssebutkan 10 saja.


J : Surah Makiyyah adalah Surah yang diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: Al-An'am, Al-Araf, Al-Shaffat, Al-Isra', Al-Naml, Al-Waqi'ah, Al-Haqqah, Al-Jin, Al-Muzammil, Al-Falaq.


T : Apakah yang dimaksud dengan Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja?


J : Surah Madaniyah adalah Surah yang diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: Al-Baqarah, Al-Imran, Al-Anfal, Al-Tawbah, Al-Hajj.


T : Siapakah nama para Nabi yang disebut dalam Al-Qur'an?


J : Adam a.s , Nuh a.s , Ibrahim a.s, Isma'il a.s, Ishaqa a.s, Ya'qub a.s, Musa a.s, Isa a.s, Ayub a.s, Yunus a.s, Harun a.s, Dawud a.s, Sulaiman a.s, Yusuf a.s, Zakaria a.s, Yahya a.s, Ilyas a.s, Alyasa a.s', Luth a.s, Hud a.s, Saleh a.s, ZulKifli a.s, Syuaib a.s, Idris a.s, Muhammad Shalallahu'alaihi wa sallam.


T : Siapakah satu-satunya nama wanita shalehah yang disebut namanya dalam Al-Qur'an?


J : Maryam binti Imran.


T : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yang disebut namanya dalam Al-Qur'an?


J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dalam surah Al-Ahzab ayat 37


T : Apakah ayat dalam Al-Qur'an yang pertama kalil turun?


J : surah Al-alaq ayat: 1-5 ( إقرأ باسم ربك الذي خلق)


T : Apakah ayat terakhir yang turun dalam Al-Qur'an?


J : Ayat 3 surah Al-maidah  أليوم أكملت لكم دينكم وأ تممت عليكم نعمتي و رضيت لكم الإسلام دينا)


T : Apakah nama Surah yang tanpa Basmalah?


J : Surah At-Tawbah (bara'ah).


T : Apakah nama Surah yang memiliki dua Basmalah?


J : Surah Al-Naml.


T : Apakah yang disebut surah Al-mu'awidzatain (2 surah penjagaan)?


J : Surah Al-Falaq dan An-Naas.


T : Apakah nama Surah yang bernilai seperempat Al-Qur'an?


J : Surah Al-Kafirun.


T : Apakah nama Surah yang bernilai sepertiga Al-Qur'an?


J : Surah Al-Ikhlas.


T : Apakah nama Surah yang menyelamatkan dari siksa Qubur?


J : Surah Al-Mulk.


T : Apakah nama Surah yang apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan?


J : Surah Al-Kahfi.


T : Apakah ayat yang paling Agung dan dalam Surah apa?


J : Ayat Kursi, dalam Surah Al-Baqarah ayat No.255.


T : Apakah nama Surah yang paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?


J : Surah Al-Fatihah, 7 ayat.


T : Apakah ayat yang paling bijak dan dalam surah apa?


J : Firman Allah Ta'ala: Barang siapa yang melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat. Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat..(Surah Al-Zalzalah ayat: 7-8).


T : Apakah nama Surah yang ada dua sajdahnya?


J : Surah Al-Haj ayat: 18 dan ayat: 77.


T : Pada Kata apakah pertengahan Al-Qur'an itu di Surah apa? ayat no Berapa?


J : وليتلطف Surah Al-Kahfi ayat No: 19.


T : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Shalat Fardhu dapat mengantarkannya masuk ke dalam Syurga?


J : Ayat Kursi.


T : Ayat apakah yang diulang-ulang sbyk 31 kali dalam satu Surah dan di Surah apa?


J: Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah Al-Rahman.


T : Ayat apakah yang di ulang-ulang sebanyak 10 kali dalam satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dalam surah lainnya? Di Surah apa?


J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah Al-Mursalat, juga ada dalam Surah Al-Muthaffifiin ayat No: 10.


T : Apakah Ayat terpanjang dalam Al-Qur'an? pada Surah apa? Ayat berapa? Dan apa yang dibahas?


J: Ayat No: 282 Surah Al-Baqarah, membahas muamalah dengan sesama manusia dalam keuangan dan hutang piutang.

------------------------------------------------------


Demikian tentanh tanya jawab tentang Al Auran yang sering dipertanyakan, Bersahabat lah dengan-Nya...karena Al-Qur'an tidak akan meninggalkan kita sebagai sahabat ketika yang lain berpaling , dia akan datang sebagai syafa'at bagi sahabat-sahabatnya di akhirat kelak.. Semoga Allah memberikan kesehatan lahir batin dan semoga Allah merahmati kita semua.

Aamiin Ya Rabbal'Alamiin.

 

inilah GAMBARAN Peristiwa di Padang Mahsyar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

INILAH GAMBARAN YANG TERJADI DI PADANG MAHSYAR


PAI-Pendidikan Agama Islam--- Pada saatnya kelak, Saat kiamat tiba, padang mahsyar merupakan tempat pertama yang akan dijadikan sebagai tempat berkumpulnya seluruh manusia yang telah mati. Padang mahsyar juga merupakan salah satu tempat yang disebutkan di dalam Alquran dan hadis. Berikut ini adalah pemaparan singkat mengenai apa itu padang mahsyar dan juga dalil yang menjelaskannya.

Apa saja peristiwa yang terjadi di padang mahsyar? Simak pembahasan lengkapnya di artikel berikut ini.


Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً


“Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).


Demikianlah keadaan manusia tatkala bertemu dengan Allah Ta’ala di Padang Mahsyar dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan. Meskipun demikian, akhirnya mereka diberi pakaian juga. Dan manusia yang pertama kali diberi pakaian adalah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّ أَوَّلَ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيْمُ


“Sesungguhnya orang pertama yang diberi pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4371).


Adapun pakaian yang dikenakannya ketika itu adalah pakaian yang dikenakan ketika mati. Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


اَلْمَيِّتُ يُبْعَثُ فِيْ ثِيَابِهِ الَّتِيْ يَمُوْتُ فِيْهَا


“Mayit akan dibangkitkan dengan pakaian yang dikenakannya ketika mati.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shohiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3575)


Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, tatkala hendak menguburkan jenazah ibunya, beliau meminta agar jenazah ibunya dikafani dengan pakaian yang baru. Beliau mengatakan, “Perbaguskanlah kafan jenazah kalian, karena sesungguhnya mereka akan dibangkitkan dengan (memakai) pakaian itu.” (Fat-hul Bari Syarah Shahih al-Bukhari, 11/383).


Bagaimana Manusia Digiring Ke Padang Mahsyar?

Manusia digiring ke Padang Mahsyar dengan berbagai kondisi yang berbeda sesuai dengan amalnya. Ada yang digiring dengan berjalan kaki, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:


إِنَّكُمْ مُلاَقُو اللهِ حُفَاةً عُرَاةً مُشَاةً غُرْلاً


“Sesungguhnya kalian akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan belum dikhitan.” (Hadits shahih. Diriwayat-kan oleh al-Bukhari, no. 6043)


Ada juga yang berkendaraan. Namun tidak sedikit yang diseret di atas wajah-wajah mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ رِجَالاً وَرُكْبَانًا وَتُجَرُّوْنَ عَلَى وُجُوْهِكُمْ


“Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau mengatakan, “Hadits hasan.” Hadits ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3582).


Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa ada seseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,


يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ يُحْشَرُ الْكَافِرُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: أَلَيْسَ الَّذِي أَمْشَاهُ عَلَى رِجْلَيْهِ فِي الدُّنْيَا قَادِرًا عَلَى أَنْ يُمْشِيَهُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟!


“Wahai Rasulullah, bagaimana bisa orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bukankah Rabb yang membuat seseorang berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari Kiamat?!” Qatadah mengatakan, “Benar, demi kemuliaan Rabb kami.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6042 dan Muslim, no. 5020).


Ketika Matahari Didekatkan Dengan Jarak Satu Mil


Kaum muslimin yang kami muliakan, ketika manusia dikumpulkan di padang Mahsyar, matahari didekatkan sejauh satu mil dari mereka, sehingga manusia berkeringat, hingga keringat tersebut menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan masing-masing ketika di dunia.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ


“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)


Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Jarak satu mil ini, baik satu mil yang biasa atau mil alat celak, semuanya dekat. Apabila sedemikian rupa panasnya matahari di dunia, padahal jarak antara kita dengannya sangat jauh, maka bagaimana jika matahari tersebut berada satu mil di atas kepala kita?!” (Syarah al-‘Aqidah al-Wasithiyyah, 2/134).


Jika matahari di dunia ini didekatkan ke bumi dengan jarak 1 mil, niscaya bumi akan terbakar. Bagaimana mungkin di akherat kelak matahari didekatkan dengan jarak 1 mil namun makhluk tidak terbakar?


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa pada hari Kiamat kelak tatkala manusia dikumpulkan di padang mahsyar, kekuatan mereka tidaklah sama dengan kekuatan mereka ketika hidup di dunia. Akan tetapi mereka lebih kuat dan lebih tahan. Seandainya manusia sekarang ini berdiri selama 50 hari di bawah terik matahari tanpa naungan, tanpa makan, dan tanpa minum, niscaya mereka tidak mungkin mampu melakukannya, bahkan mereka akan binasa. Namun pada hari Kiamat kelak, mereka mampu berdiri selama 50 tahun tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa naungan, kecuali beberapa golongan yang dinaungi Allah Ta’ala. Mereka juga mampu menyaksikan kengerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah keadaan penghuni Neraka yang disiksa (dengan begitu kerasnya), namun mereka tidak binasa karenanya. Allah Ta’ala berfirman:


كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَ (56)


“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An-Nisa’: 56). (Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135)


Golongan Yang Akan Mendapatkan Naungan ‘Arsy Allah Ta’ala

Pada hari yang sangat panas itu, Allah Ta’ala akan memberikan naungan kepada sebagian hamba pilihan-Nya. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan-Nya semata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.


سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ


“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.

1. Imam (pemimpin) yang adil.


2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.


3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.


4.  Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.


5. Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”


6. Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.


7.   Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, II/143 – Fat-h, dan Muslim, no. 1031).


Golongan lain yang mendapatkan naungan Allah Ta’ala adalah orang yang memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan membayar hutang kepadanya atau memutihkan hutang darinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللهُ فِي ظِلِّهِ


“Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan membayar hutang atau memutihkan hutang orang tersebut, niscaya Allah akan menaunginya dalam naungan Arsy-Nya (pada hari Kiamat).” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3006)

Demikian tentang Gambaran Peristiwa Padang Mahsyar kelak,

Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita untuk menjadi bagian dari golongan yang mulia ini. Amin Ya Rabbal alamin.


KEUTAMAAN MEMBACA AL QURA'AN

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 

PAI-Barang siapa yang membaca satu huruf saja dari kitabullah maka seseorang akan mendapatkan kebaikan satu kali. tetapi setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kalinya.” Membaca Alquran dapat membuat seseorang terlihat semakin bercahaya dan penuh wibawa.

Keutamaan Membaca Al quran


Sebaik baiknya buku adalah Alquran yang didalamnya sarat dengan ilmu pengetahuan termasuk moral, berprilaku baik, kejujuran, kebaikan dan lain lain. Membaca Alquran dapat mempengaruhi jiwa dan pikiran agar selalu menjadi tenang. (baca : fungsi al-quran)


Seorang muslim yang tidak pernah membaca Alquran sama saja seperti tubuh tidak sedang berbusana, sungguh sangat memalukan dan tidak perlu ditiru karena Allah SWT tidak akan menyukainya.


Sesuai dengan hadits yang pernah diriwatkan oleh muslim yang dinyatakan oleh Abi ummah ra :


“ Baginda Rasullulah berkata bacalah olehmu alquran karena sesungguhnya akan menjadi pemberi  syafaat pada hari kiamat nanti untuk siapa saja yang membacanya.”


Inilah Manfaat Manfaat Baca Al-quran Setiap Hari  sertakeajaiban al-quran di dunia :


Dapat mendapatkan pahala dan kebaikan

 


Membaca Alquran dapat menjadikan suasana sekitar menjadi lebih damai, tenang dan penuh dengan keberkahan. Maka dari itu seseorang yang membaca Alquran akan mendapatkan pahala yang berlipatganda dan kebaikan dari Allah SWT sebagai manusia yang soleh.


 


Seperti hadits riwayat dari yirmidzi bahwa :


 

“Barang siapa yang membaca satu huruf saja dari kitabullah maka seseorang akan mendapatkan kebaikan satu kali. tetapi setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kalinya.”



Dapat memberikan derajat dan wibawa lebih baik

 


Membaca Alquran dapat membuat seseorang terlihat semakin bercahaya dan penuh wibawa. Kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi lebih disayangi, dihormati dan dihargai  banyak orang.



Seperti hadits yang menyatakan:


 


“Orang orang yang hebat dalam membaca alquran akan selalu ditemani para malaikat pencatat yang paling dimuliakan da taat pada Allah SWT  dan orang orang yang terbata bata membaca Alquran lalu bersusah payah mempelajarinya maka dia akan mendapatkan dua kali pahala,” (HR. Bukhari)”


 


Memperoleh rahmat dan lindungan oleh malaikat

 


Membaca Alquran dengan hati yang tenang dan sabar dapat mendatangkan rahmat dari Allah SWT dan mendapatkan perlindungan dari para malaikat dari kejahatan yang terlihat maupun tidak terlihat.


 


Seperti hadits yang menyatakan :


 


” Ketika para kaum muslim berkumpul dimasjid masjid allah dan mereka membaca Alquran dan memnpelajarinya, maka akan datang kepada mereka ketentraman , rahmat allah dan dilindungi malaikat malaikat dan allah menyebut mereka dihadapan makhluk yang ada didekatnya.”


 


Memberikan  syafaat ketika hari kiamat tiba

 


Membaca Alquran dapat mendatangkan kebaikan dan kemuliaan yang tidak pernah dibayangkan oleh manusia sebelumnya bahkan juga terjadi pada hari kiamat dengan kemuliaan yang sangat besar.


 


Seperti hadits yang menyatakan bahwa :


 


“Bacalah bait Alquran karena sesuyngguhnya pada hari kiamat nanti akan datng memberikan syafaat yang baik kepada pembacanya.” (HR. Muslim)”


 


Membuat seseorang menjadi berprilaku mulia

 

Keutamaan membaca Al quran


Membaca Alquran dengan hati yang tenang dan rasa yang bahagia dapat merubah seseorang yang semula berprilaku tidak baik menjadi lebih baik.


 


Baginda Rasullulah SAW pernah bersabda :


 


“Sebaik baiknya manusia adalah yang membaca dan mempelajari Alquran serta mengajarkannya pada orang lain.” (HR.Bukhari)”


 


Agar hati lebih tenang dan tentram

 


Membaca Alquran dapat menenangkan pikiran dan batin serta cara agar hati tenang dan dapat pula menjadikan rasa cinta terhadap Allah SWT, Terhadap semua nabi dan rasul serta para  malaikat menjadi lebih kuat .


 


Sesuai dengan firman Allah ta’ala yang dinyatakan jelas dalam surat Ara-ra’d pada ayat 28 :


 


“Orang orang yang beriman akan memiliki hati yanag tenang dan tenteram jika selalau ingta denagn Allah SWT, maka ingatlah karena hanya dengan mengingatnya Allahlah, hatimu menjadi tenteram.”


 


Agar selamat duniat dan akhirat

 


Rajin membaca Alquran dengan hati yang ikhlas dapat menyelamatkan dirinya dari kejahatan yang terlihat dan tidak terlihat dan kesengsaraan selama didunia dan akhirat, semua itu tewrwujud karena Allah SWT melindunginya.


 


Baginda Rasullulah bersabda bahwa :


 


“Ibadah yang paling berkah dan istimewa adalah membaca dan mempelajari alquran serta mengamalkannnya dalam kehidupan sehari hari bahkan pada tiap satu ayatnya yang telah dibaca mengandung 10 kebaikan dan ajaran kebenaran didalamnya. “


 


Sebagai penyembuh penyakit pada tubuh

 


Bagi seseorang yang rajin dan membiasakan diri untuk membaca Alquran maka Allah SWT akan melindunginya dari segala penyakit


 


Seperti  2 hadits yang menyatakan bahwa :


 


” Hendaknya kamu menggunakan jenis obat obatan seperti madu dan membaca alquran (HR. Ma’ud)


 


“Dan makanlah oleh kamu bermacam macam buah serta tempuhlah jalan jalan yang telah ditetapkan  pada tubuhmu dengan lancar .Ada madu yang bermacam macam jenisnya dijadikan sebagai obat untuk manusia. Di alam semesta terdapat banyak tanda tanda kekuasaan Allah bagi orang orang yang memikirkan  hal itu.” (QS.An-naah 16 : 69)


 


Dapat menyembuhkan penyakit hati

 


Membaca Alquran dengan hati yang ikhlas dapat menhalau dan menyembuhkan penyakit hati yang mencakup iri, dengki, senang membicarakan keburukan orang lain, merasa dendam dan lain lain.


 


Seperti hadits yang menyatkan bahwa :


 


“Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana besi yang menjadi berkarat karena tersentuh air.” Lalu bagaimana agar hati ini tidak berkarat? tanya para sahabat, maka Rasullulah SAW mengatakan ” Percayalah ..dengan membaca Alquran.” Jawabnya.


 


Memberikan kenikmatan pada kedua orangtua dihari kiamat

 


Bagi seorang anak yang membiasakan diri membaca Alquran semata-mata karena kecintaannya terhadap Allah SWT dan kedua orangtuanya maka Allah SWT akan melindungi kedua orangtuanya dan memberinya kenikmatan termasuk mahkota pada kepala mereka sebagai tanda keberkahan.


 

Seperti Rasullulah pernah bersabda :


 

“Barang siapa yang membaca Alquran dan mengamalkannya semata-mata karena Allah SWT maka Allah akan memberikan mahkota dikepala kedua orangtuanya dan kenikmatan pada hari kiamat dan akan terlihat lebih terang daripada sinar matahari sehingga kamu tidak akan menduganya bahwa ganjaran  itu dikarenakan amalan-amalan sipembaca Alquran itu.” (HR. Abu daud.)

ADAB DAN RUKUN-RUKUN MEMBACA AL-QUR'AN

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

PAI-Pendidikan Agama Islam---- Al Qur'an merupakan kitab suci umat islam yang diturunkan kepada baginda Nabi besar Muhammad SAW. Al Qur'an itu diturunkan untuk dibaca seluruh umat di dunia, Membaca Al Quran banyak memberikan manfaat karena di dalamnya terdapat petunjuk hidup di dunia. Namun beberapa orang suka merasa malas membacanya. Padahal keutamaan membaca Al Quran ini luar biasa besar.

Allah Ta’ala berfirman,


كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (QS. Shaad [38]: 29).


Banyak sudah bukti nyata yang tejadi karena keajaiban membaca Al Quran. Mulai dari lebih berkah kehidupan hingga dimudahkan segala urusan dunia dan menuju akhirat. Karena itu sangat peting bagi umat muslim memiliki waktu khusus setiap hari untuk senantiasa membaca Al Quran. 

Seorang muslim yang membaca Al Quran akan dibalas oleh Allah SWT berupa satu kebaikan. Dan dari satu kebaikan tersebut akan dilipat gkamukan menjadi 10 kebaikan. Kebaikan yang didapatkannya bisa menghapus kesalahan yang telah dilakukan. Semakin banyak membaca Al Quran maka pahala yang didapatkannya juga semakin besar.

Maksud dan tujuan utama adalah mengambil manfaat dari Al-Qur’an dan mengamalkannya. Membaca Al-Qur’an merupakan sarana dan jalan untuk mengamalkan Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an sendiri adalah sebuah amal shalih, namun kita tidak mengkhusukan hanya membaca Al-Qur’an dan berhenti di sana. Lebih dari itu, kita harus merenungi makna dan mengamalkannya, sehingga kita bisa menjadi hamba yang mengambil manfaat dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi no. 2915. Dinilai shahih oleh Al-Albani).


Karena begitu pentingnya manfaat membaca Al Qur'an, maka bacalah Al Qur'an dengan baik dan benar, termasuk juga cara dan adab ketika membacanya. Berikut inilah Adab membaca Al Qur'an yang baik benar;
  1. Sebaiknya berwudhu (dalam keadaan suci)
  2. Membersihkan mulut
  3. Berpakaian yang bersih
  4. Duduk ditempat yang bersih
  5. Niat membaca Al-Qur'an karena Allah Ta'ala
  6. Membaca dengan pelan, tartil dan tidak tergesa-gesa.
  7. Membaca dengan khusyu'
  8. Membaguskan suara saat membaca Alquran.
  9. Dimulai dengan Ta'awudz dan basmallah kecuali surat Bar'ah (At-Taubah) tanpa basmalah.
  10. Pada penutup bacaan sebaiknya membaca Shadaqallahul 'azhim.
  11. Disunnahkan sujud tilawah pada tiap akhir ayat sajdah. Doa sujud tilawah.


Membaca Al Qur'an juga perlu diperhatikan rukun-rukunnya, ada 3 (tiga) hal yang minimal harus dipenuhi dalam menjalankan rukun-rukun membaca Al Qur'an

Rukun membaca Alquran

1. Niat

Setiap ibadah yang kita lakukan sebagai umat muslim, memerlukan niat yang menjadi ruh serta penentu apakah ibadah itu murni sebagai penghambaan ataukah ada kepentingan tersendiri di baliknya.

Begitupun dalam membaca Alquran, kita harus memiliki niat. Niat tersebut adalah niat Lillahi Ta'ala, atau niat karena Allah.

Niat membaca Alquran karena untuk beribadah kepada Allah, maka dalam setiap bacaan Alquran yang kita lantunkan akan memperolah banyak keberkahan dan syafaat atau pertolongan.

2. Qira'at

Rukun membaca Alquran yang berikutnya adalah qira'at. Artinya bacaan Alquran itu harus sesuai dengan bacaan yang diajarkan oleh Nabi saw. Bacaan Alquran adalah sunah muttaba'ah.

Oleh karena itu, bacaan yang shahih mesti melingkupi tiga syarat, yaitu: sanadnya yang bersambung secara mutawatir, cocok dengan rasm (tulisan) mushaf, serta tidak menyalahi kaidah bahasa Arab fasih yang dipraktekkan di zaman nubuwwah ketika diturunkannya Alquran.

Bacaan yang salah akan merusak makna dari sebuah ayat, sehingga melahirkan tadabbur dan pedoman yang salah pula. Untuk menghindari hal tersebut, maka cara membaca Alquran wajib baik dan benar sehingga tidak merusak sisi mukjizatnya maupun makna dan tujuannya.

3. Tartil

Rukun ketiga dalam membaca Alquran yaitu tartil. Tartil berarti membaguskan bacaan sesuai huruf-hurufnya dan mengungkapkan penggalan ayat-ayat dalam arti yang sesungguhnya, sehingga tampak merdu jika didengarkan.

Membaca Alquran sendiri termasuk ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain, sebagaimana yang diriwayatkan oleh an-Nu'man ibn Basyir:

"Qoola rosulullahi shollallahu 'alaihi wasallam: afndolu ibaadati ummati qiroo 'atul quran"

Artinya:

"Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Alquran." (HR. al-Baihaqi).

Demikianlah mengenai adab dan rukun-rukun membaca Al Qur'an, Semoga bermanfaat. Terimakasih. Wassalam.

DI MANA ALLAH ? (MEMAHAMI TAUHID)

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

PAI----Allah yang menciptakan kita mewajibkan kita untuk mengetahui di mana Dia, sehingga kita dapat menghadap kepada-Nya dengan hati, do'a dan shalat kita. Orang yang tidak tahu di mana Tuhan akan selalu sesat, dan tidak mengetahui bagaimana caranya beribadah yang benar. Sifat  atas atau tinggi yang dimiliki Allah atas makhluk-Nya tidak berbeda dengan sifat-sifat Allah yang lain sebagaimana diterangkan dalam Al Qur'an dan hadits shaheh, seperti 'mendengar', melihat, berbicara, turun dan lain-lain.

DI MANA ALLAH ? (MEMAHAMI TAUHID)

Aqidah para ulama salaf yang shaleh dan golongan yang selamat yaitu "Ahlussunnah wal jama'ah mempunyai keyakinan sesuai dengan apa yang terdapat dalam kitabullah tanpa ta'wil (menggeser ma'na yang asal ke ma'na yang lain), ta'til (meniadakan ma'nanya sama sekali) dan tasybih (menyamakan Allah dengan makhluk-Nya). Hal ini berdasarkan firman Allah :


"Tiadak ada suatu apapun yang sama dengan Allah dan Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat." (Asysyura : 11)


Sifat-sifat Allah ini antara lain sifat atas atau tinggi tadi mengikuti dzat Allah. Oleh karena itu iman kepada sifat-sifat Allah tersebut juga wajib sebagaimana juga iman kepada dzat Allah. Imam Malik ketika ditanya tentang ma'na "istiwa" dalam firman Allah :


beliau menjawab : Istiwa itu sudah dimaklumi, yaitu berarti "Tinggi". Tetapi bentuknya bagaimana tidak diketahui, kita hanya wajib mengimaninya.

Perhatikanlah jawaban Imam Malik tadi yang menetapkan bahwa iman kepada istiwa itu wajib diketahui oleh setiap muslim. Tetapi bagaimana tingginya Allah dan hanya Allah saja yang mengetahui. Orang yang mengingkari sifat Allah yang telah ditetapkan dalam Al Qu'an dan hadits - antara lain sifat ketinggian Allah yang mutlak dan Allah di atas langit - maka orang itu berarti telah mengingkari ayat Al qur'an dan hadits yang menetapkan adanya sifat-sifat tersebut. Sifat-sifat tersebut meliputi sifat-sifat kesempurnaan, keluhuran dan keagungan yang tidak boleh diingkari oleh siapapun. Usaha sekelompok ulama yang datang belakangan untuk mena'wilkan ayat-ayat Al qur'an yang berhubungan dengan sifat Allah, yang terpengaruh oleh sifat yang merusak aqidah Islam, menyebabkan mereka menghilangkan sifat-sifat Allah yang sempurna dari dzat-Nya. Mereka bertentangan dengan metode ulama salaf yang dinilai lebih selamat, lebih tahu dan lebih kuat argumentasinya.



ALLAH DI ATAS ARASY


Al Qur'an hadits shaheh dan naluri serta cara berfikir yang sehat akan mendukung kenyataan bahwa Allah berada di atas arasy.


1. Allah SWT berfirman :


"Allah yang maha pengasih itu "Istawa" di atas arasy" (Taha : 4).


Sebagaimana diterangkan dalam hadits Bukhari, para tabiin menafsirkan istawa dengan naik dan tinggi.



2. Allah berfirman :



"Apakah kamu merasa aman terhadap yang di langit? Dia akan menjungkir-balikan bumi bersama kamu." (Almulk : 16)


Menurut Ibnu Abbas yang dimaksud yang di langit adalah Allah seperti dituturkan dalam kitab Tafsir Ibnul-Jauzi.



3. Firman Allah SWT :


Orang-orang takut kepada Tuhannya yang di atas mereka (Al-Nahl: 150)



4. Firman Allah tentang Nabi Isa As :


"Tetapi Allah mengangkatnya kepada-Nya." (Annisa : 158).


Maksudnya Allah menaikan Nabi Isa ke langit.



5. Allah berfirman :


"Ialah Allah yang ada di langit-langit." (Alan'am : 3)


Ibnu Katsir mengomentari ayat ini sebagai berikut : Para ahli tafsir sependapat bahwa kita tidak akan berkata seperti ucapan kaum Jahmiyah (golongan yang sesat) yang mengatakan bahwa Allah itu berada di setiap tempat. Maha Suci Allah dari ucapan mereka.


Adapun firman Allah :


"Dan Allah selalu bersamamu di mana kamu berada." (Alhadid : 4)


Yang dimaksud adalah Allah itu selalu bersama kita, dimana Allah mendengar dan melihat kita, seperti keterangan dalam Ibnu Katsir dan Jalalain.


6. Rasulullah SAW Mi'raj ke langit ketujuh dan berdialog dengan Allah serta diwajibkan untuk melakukan shalat lima waktu (Riwayat Bukhari dan Muslim).


7. Rasulullah SAW bersabda :

"Kenapa kamu tidak mempercayaiku, padahal saya ini dipercaya oleh Allah yang ada di langit?" (Riwayat Bukhari dan Muslim).


8. Rasulullah SAW bersabda : "Sayangilah orang-orang yang ada di bumi maka yang di langit (Allah) akan menyayangimu." (Riwayat Turmudzi).


9. Rasulullah SAW pernah menanyai seorang wanita budak : "Dimana Allah?" Jawabnya : "Di langit!" Rasulullah bertanya lagi : "Siapa saya?" Dijawab lagi  : "Kamu Rasulullah." Lalu Rasul Allah bersabda : "Merdekakanlah dia karena dia seorang mukminah!"


10. Sabda Rasulullah SAW : "Arsy berada di atas, dan Allah berada di atas arsy. Allah mengetahui keadaan kamu."


11. Abu Bakar Shiddiq berkata : "Barang siapa menyembah Allah maka Allah berada di langit, ia hidup dan tidak mati." (Riwayat Imam Darimi dalam Alradd alal Jahmiyah).


12. Abdullah bin Mubarak pernah ditanya :  "Bagaimana kita mengetahui Tuhan kita?" Maka beliau menjawab : "Tuhan kita di atas langit, di atas arsy, berbeda dengan makhluk-Nya." Maksudnya dzat Allah berada di atas arsy, berbeda dan berpisah dengan makhluknya, dan keadaannya di atas arsy tersebut tidak sama dengan makhluk.


13. Imam Abu Hanafah menulis kitab kecil berjudul "Sesungguhnya Allah itu di atas arsy." Beliau menerangkan hal itu seperti dalam kitabnya "Al-Ilm wal-Muta'allim."


14. Orang yang sedang shalat selalu mengucapkan "Subhana Rabiala'la (maha suci Tuhanku Yang Maha Tinggi). Ketika berdoa ia juga mengangkat tangannya dan menadahkan ke langit.


15. Anak kecil ketika anda tanya di mana Allah, mereka akan segera menjawab berdasarkan naluri mereka bahwa Allah berada di langit.


16. Otak yang sehat juga mendukung kenyataan bahwa Allah berada di langit. Seandainya Allah berada di semua tempat, niscaya Rasulullah pernah menerangkan dan mengajarkan kepada para sahabatnya. Kalau Allah berada di SEGALA TEMPAT berarti Allah juga berada ditempat-tempat yang najis dan kotor. Maha suci Allah dari anggapan itu.


KESIMPULAN 

Beriman kepada seluruh sifat-sifat Allah yang diterangkan dalam Al Qur'an dan hadits adalah wajib. Tidak boleh membeda-bedakan antara sifat yang satu dengan sifat yang lain, sehingga kita hanya mau beriman kepada sifat yang satu dan ingkar kepada sifat yang lain. Orang yang percaya bahwa Allah itu Maha Mendengar dan Maha Melihat, dan percaya bahwa mendengar dan melihatnya Allah tidak sama dengan mendengar dan melihat makhluk, maka ia juga harus percaya bahwa Allah itu tinggi di atas langit dengan cara dan sifat yang sesuai dengan keagungan Allah dan tidak sama dengan tingginya makhluk, karena sifat tingginya itu adalah sifat yang sempurna bagi Allah. Hal itu sudah ditetapkan sendiri oleh Allah dalam kitab-Nya dan sabda-sabda Rasulullah SAW. Fitrah dan cara befikir yang sehat juga mendukung kenyataan tersebut.

INILAH 25 NASEHAT ISLAM PENTING YANG BERSUMBER DARI AL-QUR'AN DAN HADIST

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

25 Nasihat Islami yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadits. Al Qur’an dan Hadits adalah dua pedoman utama manusia dalam menjalani hidup di dunia untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Ketika mengalami masalah dan hambatan, mnusia seringkali butuh nasihat islami untuk lebih mengingat Allah SWT agar kembali sejuk hati dan pikirannya. Salah satu caranya adalah dengan menyimak kata-kata nasihat islami yang bersumber dari Qur’an dan Hadits. Berikut ini adalah kata-kata nasihat islami yang sekiranya mampu menyejukkan hati dan pikiran.
  1. Dan tolong-menolonglah kalian dalam melaksanakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan”. (Al-Mâidah : 2)
  2. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. — (QS.2:216), Al Quran
  3. Bagi tiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan, dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta-benda. (HR. Tirmidzi)
  4. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. — (QS.2:245), Al Quran
  5. Takutlah kalian terhadap sikap kikir, karena sesungguhnya kikir itu telah membinasakan orang2 sebelum kalian.(HR Muslim)
  6. Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. (QS. Al-Tahrim: 8)
  7. Kejujuran adalah ketentraman, dan kebohongan adalah kebimbangan. (HR.Tirmidzi)
  8. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. — (QS.2:277), Al Quran
  9. Tidak kecewa orang yang istikharah, tidak menyesal orang yang bermusyawarah & tidak akan melarat orang yang hemat.(HR.Thabrani)
  10. Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. — (HR. Ad-Dailami), Hadist
  11. Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan.(HR.Muslim)
  12. “Barangsiapa yang mengucapkan : “Subhanallahil ‘Adhim wa bi-Hamdih”, ditanamkan untuknya sebatang pohon kurma di surga” (HR. Turmudhi)
  13. Allah lebih mengetahui terhadap apa yang mereka lakukan sejak mereka diciptakan.(HR.Bukhari,Muslim)
  14. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. — (QS.2:212), Al Quran
  15. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah. (Thaha:2)
  16. Orangtua adalah pintu surga yang paling tengah, apabila kamu mau maka sia-siakanlah pintu tersebut atau peliharalah.(HR.Tirmidzi)
  17. Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri. — (HR. Bukhari), Hadist
  18. Termasuk dari kesempurnaan keislaman seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.(HR.Tirmidzi)
  19. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. — (QS.16:18), Al Quran
  20. Di antara akhlak seorang mukmin adalah baik dalam berbicara, tekun bila mendengarkan, berwajah ceria, dan menepati janji.(HR. Ad-Dailami)
  21. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah : 153)
  22. Sungguh sangat unik perkara orang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah baik. Jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur dan jika ia mendapat ujian ia bersabar, maka hal itu merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)
  23. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.(HR. Muslim)
  24. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad) agar kalian diberikan rahmat.” (QS. Ali ‘Imran: 132)
  25. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.(Az Zumar:10)
Demikianlah 25 Nasihat Islami yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadits, semoga bermanfaat. terimakasih.

INILAH CARA CEPAT MENGUASAI LAGU-LAGU TILAWAH AL-QUR'AN

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم




PAI----Dalam membaca Al-Qur'an ada hal-hal tertentu yang harus diperhatikan. Di antara yang harus mendapat perhatian serius adalah soal "mengindahkan atau memperbagus irama". Tentu ini merupakan bagian kecil saja dari bagian-bagian yang lain yang penting.
Soal suara, kita sepakat bahwa setiap kita diberikan anugerah suara yang khas. Ada yang sama namun kebanyakan orang berbeda suaranya. Bahkan bila ada orang yang mukanya mirip suara mereka biasanya agak berbeda. Sampai di sini tentu kita faham bahwa ini merupakan 'athifah' atau bakat masing-masing. Selain itu, bersuara juga dalam kondisi khusus merupakan anugerah terindah. Betapa tidak, bila ada seorang bayi lahir, suara tangisannya sangat ditunggu-tunggu, dan orang-orang yang mengerumuninya tersenyum gembira.

Selanjutnya di atara bukti kuasa Allah adalah Ia menciptakan manusia dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang datar, bergelombang, mendayu, dan bergetar. Di samping itu ada yang bersuara lembut ada yajuga yang berat dan serak. Ada yang di dalam ada juga yang mengeluarkan suaranya persis berdengung ke luar lewat hidung. Semua itu merupakan keanekaragaman yang luar biasa.

Dari perkataan di atas, tibalah sekarang pada soal mengolah suara. Seperti yang kita tahu bahwa suara ada yang mudah sekali diolah ada pula yang seolah tidak mau berubah. Dalam tataran pendidikan, tentu pada dasarnya suara dapat diolah. Buktinya pelatihan-pelatihan vokal sangat diminati dari dahulu hingga sekarang. Maka dari segi ini dapatlah kita mengambil sudut pandang bahwa ada suara yang sangat bagus dan indah, ada juga yang krang bagus atau bahkan disebut sama sekali tidak ada bagus-bagusnya. Kalimat ini menemukan kristalnya pada adanya frasa "suara emas". Artinya suara ini berkelas dan mahal.



Manusia menyukai Keindahann

Selain manusia punya potensi fitrah berkebaikan, ia juga dianugerahi semangat mengenal hal baru, dan berhasrat pada kebenaran, kebaikan dan keindahan. Maka semua yang dilakukannya sangat dipengaruhi oleh citra kebenaran, kebaikan, dan keindahan menurut dirinya. Setiap orang memiliki citra masing-masing yang pada dasarnya tidak bisa diintervensi oleh orang lain. Menurut orang mungkin indah namun menurutnya belum tentu begitu. Ini bisa diketahui dari sebuah kalimat fakta di masyarakat yang sering menyebut seseorang yang bercitra beda itu dengan sebutan (maaf) misalnya; gila atau buta.

Pada titik ini kita berhenti sejenak. Barang kali beragama juga selain memuaskan hasrat mencari kebenaran dan kebaikan, juga (dimungkinkan) sebagai bentuk pemenuhan hasrat akan keindahan. Teks-teks agama banyak yang mengindikasikan hal itu. Dikatakan bahwa Tuhan itu Maha Indah, dan ia saking indahnya tidak ada satu pun makhluk yang menyamai keindahan-Nya.

Manusia memang sangat gemar keindahan dengan citranya masing-masing. Bahkan manusia diyakini sebagai wujud paling indah di mayapada ini. Bahkan ia diberi hidup dan akal. Maka keindahan yang tanpa ruh itu tidak sempurna. Begitu pula orang yang ganteng atau cantik bila mati atau tidak berakal menjadi kurang keindahannya.


Suara Indah sangat dicari Manusia

Konon katanya dahulu putera-puteri adam ada yang hidup di perkampungan-perkampungan kecil dan terpiah-pisah. Ada yang hidup di gunung-gunung ada juga yang hidup di lembah-lembah. Dan sudah menjadi fitrah hidup manusia yang ingin berpasangan. Maka putera-puteri itu ingin lah saling mengenal. Hingga para lelaki di antara mereka membuat seruling yang bersuara merdu saat ditiup. Itu membuat perhatian para puteri Adam terpusat perhatiannya. Dan orang yang bisa meniup seruling dengan nada yang indah akan mendapat perhatian lebih.

Kisa di alinea itu terjadi di masa lalu, lalu bagaimana dengan kejadian di masa sekarang. Dapatlah bisa disampaikan bahwaitu tetap dan akan berlangsung seperti itu. Sudah fitrahnya begitu. orang yang bersuara emas akan mendapatkan perhatian lebih dari sesamanya. Ia akan banyak yang mendekati dan biasanya mahal bila diundang.


Pentingnya Suara Indah dalam Tilawah Al-Qur'an

Sebelum lebih lanjut, mari kita simak keterangan berikut ini;
أَخْبَرَنَا الْفِرْيَابِيُّ , قَالَ: نا صَفْوَانُ بْنُ صَالِحٍ قَالَ: نا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ قَالَ: نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ حَدَّثَهُ , عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَلَّهُ أَشَدُّ أَذَنًا إِلَى الرَّجُلِ الْحَسَنِ الصَّوْتِ بِالْقُرْآنِ مِنْ صَاحِبِ الْقَيْنَةِ إِلَى الْقَيْنَةِ» قَالَ الْأَوْزَاعِيُّ: يَعْنِي أَذَنًا: اسْتِمَاعًا "
Dalam teks berbahasa ini ada yang bisa kita fahami, bahwa yang berusaha memperbagus suara ketika membaca Al-Qur'an akan mendapatkan kesempatan besar bacaannya lebih didengarkan oleh Allah yang Maha Melihat dan Maha Mendengar.


Mari kita menyimak lagi satu keterangan tentang hal ini;
وَأَخْبَرَنَا الْفِرْيَابِيُّ , قَالَ: نا أَبُو قُدَامَةَ , وَعُمَرُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ: أنا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ شُعْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي طَلْحَةُ بْنُ مُصَرِّفٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْسَجَةَ , , عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ»
Keterangan ini meminta orang yang membaca Al-Qur'an agar berusaha menghiasi bacaan Qur'annya dengan kebenaran tajwid dan keindahan suara, tentu dengan penghayatan dan niat kuat untuk mengamalkan ajarannya.

Dalam ataran filosofis tentu harus pula memperhatikan suara yang seperti apa yang pantas bagi bacaan Al-Qur'an. Salah satunya tentu kita harus mencari informasi lebih banyak tentang bagaimanakan dahulu Rasulullah melantunkannya di hadapan para sahabat-sahabatnya, atau bagaimana sahabat-sahabat Rasulullah melantukan bacaan Al-Qur'an di hadapan Rasulullah SAW atu di halaqah-halaqah dzikir.
Baik untuk catatan saja bahwa ada kriteria tertentu yang sangat baik ketika membaca Al-qur'an, di antaranya adalah keterangan berikut ini;
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ أَيُّوبَ السَّقَطِيُّ قَالَ: نا عَبْدُ اللَّهِ الْقَوَارِيرِيُّ , قَالَ: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ , قَالَ: نا إِبْرَاهِيمُ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَحْسَنَ النَّاسِ صَوْتًا بِالْقُرْآنِ الَّذِي إِذَا سَمِعْتَهُ يَقْرَأُ حَسِبْتَهُ يَخْشَى اللَّهَ»

Nah, itulah salah satunya. Suara yang indah dan mengingatkan kita akan bahaya dan huru-hara siksa Allah dan neraka, atau membuat hati tertarik dengan surga dengan mendengar bacaan Al-Qur'an dengan suara tersebut. Dalam ilmu jiwa ada disebutkan bahwa jiwa atau ruh itu akan saling mengenal. Yang bik akan mengenal yang baik dan yang buruk akan mengenali yang buruk. Dari sini menghadirkan hati yang khusyu' saat membaca Al-Qur'an harus sangat diusahakan lagi.


Urgensi Lagu-Lagu Tilawah Al-Qur'an

Di alinea-alinea di atas telah disebutkan bahwa suara indah sangat penting. Dan bila kita melatihnya dengan tujuan bersyukur kepada  Allah dan beribadah kepadanya dengan mengerahkan segenap potensi yang ada tentu itu hal yang sangat baik sekali. Dan Islam sangat perhatian dalam masalah ini. Beginilah indah nya Islam. Ia itu "syumul" meliputi dan mengatur dari bagian terkecil hidup manusia hingga aspek-aspek besar yang meliputi hajat dan risalah hidupnya. Ia mendorong penggunaan potensi dan nikmat Allah pada tempat yang benar, baik dan indah sesuat dengan ajarannya.

Dalam hal lagu, Peradaban Islam mencatat bahwa ada setidaknya 7 lagu pokok dalam tilawah Al-Qur'an. Dan tentu dari 7 lagu ini ada variasi dan keindahan dan pemanis masing-masing. Trik dan gaya penyampaiannya telah banyak dipelajari di banyak tempat. Kapankah lag ini digunakan dengan bentuk aslinya dan kapan pula ia harus dipotong atau dilantunkan dengan variasi baru ang menggigit dan lebih meninju hati pendengar lagi.

Tujuh lagu dalam bacaan Al-Qur'an ini merupakan standar. Ia diambil dari negeri-negeri Arab ang meliputi Jazirah Arabia. Tentunya kembali pada pemahaman di atas, bahwa semua harus atas persetujuan Nabi SAW.

Kita sebut satu persatu; Pertama Bayyati, Shaba, Hijaz, Rasst, Nahawand, Syika, dan Jihar Ka. Dari tujuh ini ada tingkatan nada dan variasi masing-masing. Kita dapat mempelajari dan mengetahui trik melantunkannya dari gelaran MTQ baik di dalam negeri atu di luar negeri.

Untuk para Qori di Indonesia, variasi pelantunan ke-tujuh lagu itu berkiblat kepada H Mu'ammar atau H Chumaidi. Kemudian qari-qari yang lain. Dan Para guru itu sangat dipengaruhi oleh gaya variasi lagu timur tengah khussnya Mesir. Qari-Qari dari tanah Nabi Yusuf ini sangat digemari oleh putera-puteri Indonesia. Beragam variasi bisa kita pelajari sesuai dengan kecocokan suara dan gaya yang ingin di duplikasi.


Cara Cepat mempelajari Tujuh Lagu Al-Qur'an

Tenang saja, sub judul ini merupakan bukan sesuatu yang sulit. Ingat suara adalah fitrah dan anugerah. Bila orang lain bisa tentu kita bisa. Maka kesungguhan, do'a dan keuletan akan sangat ampuh dan berperan penting dalam pelatihan apapun.

Pertama, harus di sampaikan bahwa ke-tujuh lagu di atas telah mngindonesia. arinya itu telah tersebar dalam bacaan Al-Qur'an atau kitab, lagu religi, bahkan dalam lagu adzan. Hanya saja kita sering tidak tahu namanya. Untuk pertama kali jangan hiraukan dulu bila sulit menebak nama. Manfaatkanlah referensi lagu adzan atau surat-surat pendek yang telah dikenali. Lanjutkan jangan segan-segan untuk melantunkannya kembali.

Kedua, sering-seringlah mendengarkan bacaan Al-Qur'an dari H. Muammar atau H. Chumaidi. Di situ kita bisa mengenal variasi dari ke-tujuh lagu itu. Ingat, sering mendengar berarti kita merangsang otak untuk mengingat.

Ketiga, tentu ini yang pokok, belajarlah pada guru dan di tempat khusus. Belajar di hadapan guru secara langsung akan meningkatkan akselerasi kemampuan kita. Ini disebut berkah talaqqi dan silaturahim dalam berilmu. Janganlah kita sering-sering mengambil ilmu dengan mencukupkan diri dai menonton video, mendengar MP3, atu membaca buku, tanpa kita bertemu guru. Maka belajarlah [pada Pesantren Al-Qur'an dan Tahfidz agar kita mengalami Quantum dan akselerasi dalam menguasai lagu-lagu Al-Qur'an. 

* * *

INILAH ADAB MEMBACA AL-QUR'AN YANG WAJIB KITA KETAHUI

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم





Adab Membaca Al-Quran - Al-Qur’anul Kariim adalah firman Allah SWT yang menjadikannya sebagai pedoman umat manusia dan mengajarkan, menuntun kepada petunjuk untuk mendapatkan kebaikan, keberkahan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Seseorang yang membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkan Al-Quran dijanjikan Allah SWT syurga yang indah, kecukupan dalam hidupnya, kemurahan rezeki, pahala, meleburkan dosa serta dikabulkannya segala pinta dan doa yang diharapkannya. Selain itu Allah SWT menggolongkan dirinya bersama orang-orang mu’min yang mendapatkan Rahmat dan Syafa’atNya ketika hari kiamat nanti.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi ” Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang membaca dan mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya “. (HR.Bukhari)

Ada beberapa cara adab atau perilaku ketika seorang muslim membaca Al-Quran agar mendapatkan kesempurnaan dan mampu memahami serta meresap apa saja makna yang terkandung dalam tiap ayat Al-Quran :

1. Membersihkan mulut dan menggosok gigi terlebih dahulu dengan siwak

Dengan tujuan agar ketika membaca Al-Quran, mulut terasa segar dan wangi dan membaca pun dapat dilakukan enak dan tenang.

2. Mensucikan diri dengan wudhu terlebih dahulu

Berwudhu sebelum menyentuh dan membaca Al-Quran merupakan perilaku penting agar diri ini dalam keadaan suci terhindar dari hadas kecil maupun hadas besar. Karena Al-Quran merupakan Kitab suci yang harus dijaga kebersihan dan kesuciannya, seperti yang dikatakan oleh shahih Imam Haromain berkata ” Orang yang membaca Al-Quran dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, namun dia telah meninggalkan sesuatu yang utama”.(At-Tibyan, hal. 58-59)

3. Membaca dengan suara yang lembut, pelan (tartil), tidak terlalu cepat agar dapat memahami tiap ayat yang dibaca
Rasulullah SAW dalam sabda mengatakan “Siapa saja yang membaca Al-Quran sampai selesai (Khatam) kurang dari 3 hari, berarti dia tidak memahami”. (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)

Bahkan sebagian dari para Sahabat Rasulullah membenci pengkhataman Al-Quran sehari semalam, dengan berdasarkan hadits diatas. Rasulullah SAW sendiri menyuruh sahabatnya untuk mengkhatamkan Al-Quran setiap 1 minggu (7 hari) (HR. Bukhori dan Muslim) begitu pula yang dilakukan oleh Abdiullah Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit mereka mengkhatamkan Al-Quran seminggu sekali.

5. Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’, penuh penghayatan, dengan hati yang ikhlas, mampu menyentuh jiwa dan perasaan bila perlu hingga menangis

Allah SWT menerangkan pada sebagian dari sifat-sifat hambaNya yang shalih adalah “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertamba khusyu”. ( QS.Al Isra :109 ). Teteapi tidak demikian bagi seorang hambaKu dengan pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.

6. Membaguskan suara ketika membaca Al-Quran
Dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi “Hiasilah Al-Quran dengan suaramu.”(HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam pengertian dari hadits tersebut adalah membaca Al-Quran dengan baik dan benar mengerti makhroj (tanda baca), harakat ( panjang pendeknya bacaan), mengerti tajwid dsb. Sehingga tidak melewatkan hukum dan ketentuan dari membaca Al-Quran, bila sudah cukup mengerti lantunan dari tiap-tiap ayat yang dibacakan agar terdengar indah dan menyentuh Qolbu.

7. Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah.

Dalam firman Allah SWT yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Dengan maksud membaca membaca Al-Quran dengan suara yang lirih dan khusyu’ sehingga tak perlu mengganggu orang yang sedang melakukan shalat dan tidak menimbulkan sifat Riya’. Bahkan dalam sebuah Hadist Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Ingatlah bahwasannya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim).


Sumber: http://belajarmembacaalquran.com/adab-membaca-al-quran/

Cari Artikel