السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْه
النُّشُوْرِ
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنِّيْ ظَنَنْتُ اَنِّيْ مُلٰقٍ حِسَا بِيَهْ
"Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku."
(QS. Al-Haqqah 69: Ayat 20)
Keselamatan di akhirat berasal dari keimanan yang tertanam dalam hati selama hidup di dunia, yaitu keyakinan akan adanya hari pembalasan.
Orang yang benar-benar yakin akan adanya hisab akan lebih berhati-hati dalam berbicara, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain.
Bukan banyaknya amal yang menjadi jaminan, tetapi amal yang diterima oleh Allah karena dilakukan dengan iman, ikhlas, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Dari Shaddad ibn Aws, Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan kepada Allah.” (HR. Ibn Majah dan Al-Tirmidhi no. 2459)
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang hidup dengan keyakinan akan hari hisab, sehingga kelak menerima kitab amal dengan tangan kanan dan memperoleh hisab yang mudah. Aamiin.

0 komentar:
Posting Komentar